Jalan-Jalan ke Hongkong & Shenzhen

This slideshow requires JavaScript.

 

Perjalanan kali ini akan mengunjungi Hongkong dan kota Shenzhen di negara Cina. Di Shenzhen dua hari satu malam, dan selebihnya kami mengeksplor Hongkong.  Traveling ke Hongkong, negara ketiga yang saya kunjungi kali ini, dihabiskan bersama dengan banyak teman yang baru saya kenal dalam perjalanan tersebut. Hanya dua orang yang betul-betul sudah saya kenal yaitu dari pihak yang mengundang kami lebih tepatnya media partner kami, serta rekan satu tim kerja. Namun saya berusaha tetap enjoy, apalagi teman sekamar saya, Laras yang kelihatan gaul banget tapi gadis cantik ini sangat menyenangkan, sehingga kami cepat akrab, dia asik dan seru, jadi saya pun senang.  Selama 6 hari 4 malam perjalanan kali ini, kemana-mana kami berlima, mungkin karena satu grup perusahaan, meski baru kenal, tentu kami cepat akrab.  Pergi ke Hongkong tidak menggunakan visa, jadi kapan pun kamu ada waktu dan mau bisa langsung pesan tiket tanpa harus mengurus visa.

Hari pertama, kamis 19 September 2013 : JAKARTA – HONGKONG

Kami rombongan yang sudah ditentukan dan akan berangkat berkumpul di Bandara Soekarno Hatta depan Café oh lala untuk persiapan ke keberangkatan menuju Hongkong. Pukul 22.00 proses bagasi, check in dan imigrasi.  Pukul 23.45 take off menuju Hongkong dengan GA 876 dan bermalam di pesawat. Perjalanan kali ini, media partner yang mengundang kami jalan-jalan, menggunakan jasa travel agen Garuda Indonesia Holidays yang tentu saja ini milik atau bagian dari service grup-nya Garuda. Tapi bukan berarti kita naik pesawat Garuda kita dapat service ini, sebab beda service dan beda harga juga.

Sebuah pengalaman yang baru saya rasakan. Penerbangannya sangat nyaman, dan tidak perlu memikirkan itinerary dan sebagainya, sebab semua sudah diatur pihak pengundang bersama travel yang mereka gandeng. Bertindak sebagai tour leader kami yaitu Mr. Jojo. Pria berpostur tinggi ini sangat ramah dan menyenangkan. Waktu tempuh Jakarta – Hongkong kurang lebih enam jam, perbedaan waktunya selisih satu jam. Hongkong lebih dulu dari Jakarta.

Hari kedua, jumat 20 September 2013 : HONGKONG – SHENZHEN

Pukul 05.45 kami tiba di Hongkong, setelah proses imigrasi dan bagasi selesai.  Pukul 07.3- kami makan pagi dinsum di Chao Inn restaurant dekat airport.  Kemudian melanjutkan perjalanan menuju kota Shenzen dengan bus. Sebelum sampai di kota tujuan, kami antri untuk proses check passport.  Kami tiba di Shenzen dan makan siang di Shuxiangchuanqi Restaurant, setelah itu sempat mengunjungi Windows of The World. 

Di tempat ini kami hanya foto stop saja, karena kalau mau masuk harus bayar tiket lagi. Di tempat ini banyak sekali replika landmark terkenal dari seluruh dunia. Saya ingat sekali, landmark yang paling menarik perhatian saya adalah replika Eiffel Tower, tanpa piker panjang saya minta tolong seorang teman untuk mengambil foto dengan background bangunan tersebut. Berharap suatu hari nanti bisa benar-benar melihat bangunan aslinya langsung di Paris. Setahun kemudian, di bulan Agustus 2014 harapan dan impian itu terwujud. Hanya sekitar tiga puluh menit kami berada di tempat tersebut.

Kemudian lanjut Shopping tour di Louhu Shopping Mall. Kalau kamu suka banget belanja, tempat ini rekomen sekali. Ada banyak barang branded kw. Saya hanya nganter teman-teman saja dari satu tempat ke tempat lain. Saya tidak ada ide mau beli apa, lagi pula barang-barang titipan tidak dijual di sana, sementara saya sendiri bingung mau belanja apa, karena tidak biasa belanja hal-hal yang tidak diinginkan, haha. Beruntungnya kami berlima, memang hanya cuci mata sambil jalan-jalan saja, tidak beli apa-apa, cuma nurutin jadwal ikut rombongan, dari pada kami sberlima ke sasar, ya sudah ikutin saja yang pada belanja.

Syukurlah saya tidak seharian berada di tempat itu, saat makan malam tiba, kami makan di Haiyan Hotel, kemudian diantar menuju hotel dan bermalam di Shenzhen, tepatnya di Shenzhen Best Western Felicity (di Peace Bldg, Louhu,Shenzhen, Guangdong, China P:+86 755 2558 6333).

Hari ketiga, sabtu 21 September 2013 : SHENZHEN – HONGKONG

Hari ketiga, dari Shenzhen menuju Hongkong.  Sarapan pagi di hotel, next destination mengunjungi Jade Shop & Herbal Shop.   Kemudian makan siang di Jingxiuge restaurant.  Lanjut dengan mengunjungi Dongmen Street, tempat shopping centre sepanjang jalan.  Namun, kami berlima belum menemukan apa yang dicari, kami tidak sengaja menemukan tempat yang asik yaitu Modern Toilet. Untuk modern toilet ini benar-benar unik, menu yang disajikan di design khusus layaknya peralatan yang ada di kamar mandi, bahkan tempat duduknya juga,  suasana yang di bangun dalam tempat tersebut layaknya berada di toilet, ice cream yang kami pesan mirip sekali dengan… ah sudahlah, hahaha.

Baca: jalan-jalan ke Jepang

Di Dongmen Street, kami diberikan waktu dua jam untuk berbelanja sepuasnya. Teman-teman dalam tour kami, mungkin  saja sibuk belanja dan mengitari Dongmean Street, maka kami berlima menghabiskan waktu yang diberikan di tempat tersebut bukan buat belanja tapi nongkrong di restoran sambil ngadem saking panasnya cuaca hari itu, benar-benar tempatnya nyaman sekali meski secara konsep restoran super duper unik karena interior resto bentuknya perlengkapan toilet. seperti toilet bahkan hingga tempat makan dan tempat minumnya juga. Asal jangan sampai pas makan ngebayangin di toilet, yang ada makannya nggak ketelan hahaha.

Setelah waktu yang diberikan habis, maka pukul 15.00 kami melanjutkan perjalanan berikutnya  ke Hongkong menggunakan bus.  Tiba di Hongkong, mengunjungi Avenue of the stars atau Clock Tower. Tempat ini merupakan salah satu tujuan wisata yang sangat terkenal di Hongkong, yang merupakan lokasi tempat penghormatan bagi para insan industry perfilman di Hongkong.  Kalau di Amerika serikat tepatnya do Hollywood kita sering mendengar Walk of Fame, maka Avanue of Stars ini menjadi tempat bertaburan cetakan telapak tangan para bintang kenamaan Hongkong. Patung dari bintang kenamaan Hongkong yang sangat legend, siapa lagi kalau bukan Brucee Lee, patungnya megah berdiri. Jadi kalau ke Hongkong memang jangan sampai lupa mampir ke sini. Keren banget tempatnya. Alamatnya di Thim Sha Tsui, Kowloon.

Di tempat ini juga kalau mau bisa menggunakan Star Ferry untuk menikmati keindahan pelabuhan terindah di dunia dari dekat.

Selanjutnya rombongan menuju Causeway Bay (kesibukan dan suasana tempat belanja tersebut mengingatkan saya akan Shibuya, shopping disini kebanyakan barang branded, menyempatkan diri ke Toys City, Ikea, Forever 21 dan beberapa Mall lainnya yang saya tidak hafal nama-namanya).   Di kawasan inilah saya pertama kali main ke Ikea, yang selama itu cuma bisa saya baca, saking senengnya kami berlima muterin Ikea, duh ngiler banget lihat barang-barangnya, di sana saya hanya beli lilin yang wanginya enak banget. Pengen beli peraboran rumah tangga tapi apalah daya rumah saja saat itu masih numpang, belum punya, haha. Nah setahun kemudian, di bulan Oktober 2014 toko Ikea untuk pertama kalinya buka di Indonesia, tepatnya berada di Alam Sutera, hanya 7,4 km dari tempat saya tinggal.

Setelah tiga hari ngabolang, kami berlima barulah gencar belanja, dan di Causeway Bay, kami mulai kompak cari barang untuk pribadi, kalau saya sih sekalian beli oleh dan nyari lego pesenan. Saya juga sempat mampir ke toko namanya Sasa untuk beli titipan.

Puas belanja, kami diantar buat ngabisin uang lagi belanja di Ladies Market. Kalau belanja di Causeway Bay bikin dompet jebol, ada alternatif lain yaitu Ladies Market di Kowloon. Di sini kita bisa membeli gantungan kunci, aneka souvenir, kaus, hingga tas  dengan harga yang ramah di kantong alias murah meriah, bisa nawar pula! Wah bakalan jadi surga banget buat  yang doyan belanja pakai nawar. Info dari guide kami, triknya tawar setengah biar dapat murah.

Kalau saya emang dasarnya gak doyan belanja pake ribet pake nawar, jadilah main ke sini kebanyakan hanya lohat-lihat saja sambil memperhatikan teman-teman lain satu rombongan yang sibuk nawar. Kalau jago nawar dan niat banget belanjanya, bisa menghasilkan plastik belanjaan beranak pinak. Menurut tour guide kami, “ Ladies Market ini tempat mencari souvenir khas Hong Kong dan terkenal dengan harga murahnya.” Saya pun membeli beberapa barang untuk oleh-oleh—bukan barang titipan. Terutama saya beli kaos, kalau mau belilah kaos yang banyak , kalau beli kaos borongan lumayan menghemat, kaos-kaos bertuliskan I Love HK. Terus di sana saya juga beli USB unik yang gambarnya lucu-lucu seperti tokoh kartun spongebob, minion, doraemon dan masih banyak lagi, pas banget buat oleh-oleh. Kalau buat saya sendiri saya beli cermin unik dan mungil yang ada gambar panda, itu saja sudah cukup. Eh cukup apa irit ya? 😛 Meskipun kalap belanja atau nyangkut di tempat ini, pastikan untuk selalu menjaga dompet dan kalau mau ambil foto harap berhati-hati sebab beberapa pedagang tidak suka dagangannya dipotret. Ladies Market ini tepatnya berada di Tung Choi Street, dan lokasinya persis di pinggir jalan dan memanjang hingga ke belakang.  Kalau penampakan dari luar, sudah ada para pedagang yang menjaja aneka barang. Suasananya hampir mirip dengan pasar-pasar tradisional yang ada di negara kita.

Waktu yang diberikan untuk belanja sudah habis, maka rombongan bergerak dengan bus dan mampir makan malam di Paramount restaurant. Untuk urusan makan selama trip ini, karena pihak travel sudah tahu bahwa mayoritas rombongan kami adalah muslim, maka kami makan di restoran yang menyediakan halal food. Kalau shalat, memang kami tidak dibawa ke masjid yang ada di Hong Kong, biasanya jika waktu shalat masih jauh dari hotel tempat kami menginap, maka saya akan shalat misalnya dzuhur dijama dengan asar. Kebetulan rekan sekamar saya yang kemana-mana bahkan saat di bus, kami selalu bersama-sama, sudah seperti ketemu dan dapat adik baru saja, dia non muslim. Maka saya shalat tanpa sepengetahuannya. Untuk waktu shalat, saya sudah cari tahu di internet dan print. Sebelum ada aplikasi prayer time di handphone saya, maka saya menggunakan cara manual, yang penting kan tidak meninggalkan kewajiban walau sedang dalam perjalanan.

Selesai makan, kami diantar menuju hotel dan bermalam di Hongkong, selama 3 malam di Holiday Inn Express Kowloon East Hotel (Tower 4, 3 Tong Tak Street, Tseung Kwan OHong Kong P: +853 31995588).  Tepat dari Lantai 21, saya dan teman sekamar saya Laras, tentu saja dapat menikmati pemandangan indah, meski yang mendominasi tentunya bangunan beton  megah yang tertata rapi.

Hari keempat, minggu 22 September 2013 : HONGKONG

Selesai sarapan pagi di hotel.  Pukul 09.00 peserta tour mengunjungi Jewelry Workshop, seperti biasa karena ini tur wajib dan masuk dalam paket tur, kami ikut saja mendengarkan penjelasan para staf di tempat tersebut yang memberitahukan proses pembuatan perhiasan. Yang jelas banyak sekali jewelry indah dijual di tempat tersebut. Kalau sudah berjunkung ke tempat seperti itu, saya suka mati kutu, habisnya sekali pun pengen dengan barangnya kan belum tentu bisa kebeli juga, kzl! Haha.  Habis dari situ kami ke Chocolate Shop.  Beli coklat di sini enak-enak. Bisa sekalian beli buat oleh-oleh juga.

Baca : jalan-jalan ke Thailand

Makan Siang di Fung Shin Restaurant. Tour mengunjungi Bauhinia Square, kemudian menuju tempat wisata Hong Kong selanjutnya yang rekomen buat dikunjungi yaitu  Victoria Peak dengan one way peak tram ride. Victoria Pick ini menjadi titik tertinggi di wiliyah Hong Kong Island. Pokoknya kalau ke The Peak, mesti nyoba naikin The Peak Tram, yang merupakan kereta kabel pertama di Asia dan dioperasikan sejak 1888. Tram akan mendaki bukit Victoria Peak dengan kemiringan sekitar lima puluh derajat.  Naik tram-nya asli curam banget tapi seru! Mesti nyobain deh! Pokoknya menurut saya seru sedap-sedap gimana gitu. Dari sini kami bisa menikmati keindahan kota dari spot terbaik.

Nah dari dekat sini juga bisa mampir ke Madame Tussaud.  Dalam tour, kalau mau masuk boleh, kalau tidak mau tidak apa-apa. Dan kalau mau masuk, tiketnya bayar sendiri sebab tiket tidak masuk dalam tur. Berhubung penasaran dengan ketenaran patung lilin, dan mumpung ada, maka kami berlima sepakat untuk masuk ke Madame Tussaud Wax Musseum, teman-teman lain ada yang masuk, banyak juga yang tidak. Tiket masuknya memang tidak murah, tapi kapan lagi coba.

Jadilah untuk pertama kalinya saya mengunjungi Madame Tussaud yang awalnya ada di London, saya mengunjungi yang ada di Hong Kong. Museum ini memang tidak ada di setiap negara. Jadi kalau ke Hong Kong, bisa sekalian mampir ke sini. Belum lengkap rasanya ke Hong Kong kalau belum ketemu Jacky Chan, masalahnya sang actor laga tersebut tidak kenal saya, jadi saya mampir ke museum patung lilin-nya saja deh, taka pa tidak ketemu aslinya, ketemu replika patungnya saja sudah seneng kok 😀 Banyak sekali artis-artis patung lilin artis  Hollywood, tapi saya tidak berfoto dengan hampir semua patung, hanya beberapa saja. Seperti Jacky Chan (saya berfoto dengan Laras, sayang tidak punya foto sendiri bareng Jacky Chen, tiga tahun kemudian barulah saya berfoto dengan patung lilin Jacky Chen di Madame Tussaud Sydney), tokoh lain seperti mendiang Lady Diana, Einstein, Tiger Wood, Michael Jackson. Selain artis, juga ada banyak patung lilin tokoh-tokoh politisi dan orang-orang penting di dunia.

Puas main di museum kami berkumpul lagi dengan rombongan, habis itu sambil nnggu bus menjemput, kami sempat belanja tempelan kulkas yang unik-unik bertuliskan I Love HK, desainnya juga lucu-lucu, bahkan ada yang design-nya berbentuk kunci ukuran sedang bergambar landmark tempat wisata di Hong Kong.

Setelah bus sampai, rombongan bergerak lago dan akan malam di Jumbo Floating Restaurant. Belum lengkap rasanya kalau ke Hong Kong belum coba        Jumbo Kingdom di perairan Palabuhan Aberdeen, menikmati restoran apung terbesar di dunia yang menawarkan sensasi zaman dulu.

Lokasi Jumbo Floating Restaurant cukup strategis dan mudah dikunjungi. Sekitar 10-15 perjalanan menggunakan bus dari Causeway Bay yang jadi tempat dan surga belanja andalannya Hong Kong. Sudah capek jalan-jalan dari Ladies Market dan Causeway Bay, mampir ke restoran ini jadi pilihan yang tepat untuk istirahat sambil mengenyangkan perut dan menikmati keindahan Hong Kong di malam hari.

Selsai makan malam kami diantar ke hotel. Namun dari hotel  kami berlima ikut teman-teman lain yang akhirnya pergi ke Ladies market lagi menggunakan MRT hingga tokonya tutup Saya sebagai bentuk solidaritas meski tak berniat belanja lagi hanya  menemani teman-teman yang masih mau berbelanja sekaligus mencoba naik MRT di sana, tanpa tour guide local bernama pak Heri  dan juga tanpa  Guide dari  Garuda Indonesia Holidays Pak Jojo.  Kedua tour Guideyang menyenangkan, informatif serta  helpfulnice to know them (beruntung kali ini saya tidak lupa mencatat kedua nomor mereka *yeay*). Dan lagi – lagi untuk pertama kali, saya naik MRT (Mass Rapid Transit) di Hong Kong. Beneran hari itu shopping ‘till drop! Pukul 22.00 kami sudah meluncur ke hotel naik MRT, habis bersih-bersih, shalat, langsung tidur sebab masih ada tempat wisata yang wajib dikunjungi kalau ke Hong Kong, yaitu ke Disneyland!

Hari kelima, senin 23 September 2013 : HONGKONG-DISNEYLAND

Sarapan pagi di hotel. Pukul 09.00 rombongan kami bergerak dari hotel untuk mengunjungi Disneyland Hongkong. Jadwalnya seharian dari mulai buka sampai tutup kami diperbolehkan main sepuasnya di theme park tersebut. Tiket sudah diurus pihak kantor, makan siang dan cashback kami diberi jatah per orang 20 USD. Sebetulnya saya senang sekali bisa main ke theme park ini. Cuaca pagi itu cukup mendukung meski tidak secerah hatiku yang sudah kepengen main hehe.

Belum lama berada di kawasan taman bermain ini, hujan turun membasahi. Karena tidak bawa paying akhirnya kami beli jas hujan. Mantap banget deh, hujan-hujanan di taman bermain yang luas banget. Hujan tak menghentikan semangat kami, malah makin seru rasanya. Berasa jadi bocah kecil lagi main hujan, bedanya saat itu main hujannya di Disneyland.

Tour guide kami memberikan kebebasan kepada rombongan untuk  memilih permainan, mereka hanya menentukan meeting point saat kami harus berkumpul lagi. Sehingga rombongan kami pun terpisah-pisah. Seperti biasa, saya masih dengan formasi yang sejak awal, berlima menikmati hujan sambil ikut antrian.

Kami mencoba wahana space monuntain tomorrow land, ini salah satu wahana favorit di Tomorrow Land. Kami merasakan rasanya naik roller coaster futuristic melintasi tata surya. Biasanya sensasi naik roller coaster itu seram, tapi di sini tidak, seru sekali! Pengen naik lagi cuma lelah ngantrinya. Sebenarnya saya pengen nyobain wahana mountain runaway mine big grizzy, wahana toy soldier parachute drop di Toy Storyland, tapi apalah daya hujan gerimis membuat beberapa permainan juga tidak beroperasi. Alhasil di Toy Storyland saya hanya jalan-jalan saja tanpa menikmati wahananya.

Habis itu, ditengah hujan gerimis kami menyaksikan show, terus mampir jajan camilan dan minuman hangat, terus ke toko-toko buat beli pernak pernik Disney. Sebetulnya bukan hujan yang menghentikan kami mengeksplor Disneyland. Namun karena ada badai, maka dengan sangat terpaksa melalui suara pengeras mengumumkan kepada kami bahwa Disneyland ditutup. Praktis setelah ada pengumuman sambil hujan-hujanan ditambah badai pula, asli super horror banget, kami lari-lari menuju tempat berteduh kemudian bergabung dengan rekan-rekan satu rombongan dan kembali ke meeting point terus naik bus ke hotel lagi.

Alhamdulillah kami semua selamat, tidak ada korban jiwa. Tapi seram juga badai sepanjang hari itu terus menerjang. Meskipun saat ke Disneyland berharap bisa menyaksikan  “Disney in The Stars” Firework, kembang api yang paling spektakuler di Disneyland Hong Kong yang dimulai pukul 20.00 –  21.00.  Praktis hari itu kami tidak boleh pergi keluar. Acaranya bebas, karena kami berlima bosan di kamar, kami sepakat dan minta izin tour guide untuk main ke mall dan malamnya kita habiskan berbelanja di Mall yang tersambung dengan hotel, jaraknya sangat dekat. Kami tidak jadi mati kutu berjamaah. Di mall juga ada Uniqlo, tentu saja saya menemani Laras rekan sekamar saya untuk berbelanja. Di  mall itu saya pun masih berjuang mencari lego titipan yang tak kunjung dapat.

Hari keenam, selasa 24 September 2013 : HONGKONG-JAKARTA

Hari keenam, setelah sarapan pagi di hotel. Pukul 09.00 roses check out hotel. Kemudian lanjut  shopping tour mengunjungi Tung Chung Citygate Outlet Mall. Mall empat lantai ini banyak menjual barang bermerek. Ada hampir delapan puluh merek kenamaan dari seluruh dunia yang memberikan diskon besar. Saya sempat mampir ke The Body Shop, beli satu paket pembersih wajah dengan packaging yang sangat unik. Setelah itu focus saya tetap cari lego. Setelah muter-muter akhirnya ketemu juga dan dapat yang dicari. Bicara tentang Hong Kong, kata belanja memang sangat identik sekali dan tidak bisa dipisahkan dari negera ini. Kalau kamu tanya belanja di mana, jawabannya adalah dimana-mana. Saya baru kali ini traveling terus belanja melulu, lagian memang dijadwal perjalanan juga kebanyakan ke tempat belanjanya. 😛

Karena waktu belanja sudah habis dan uang pun menipis, perjalanan kami lanjutkan  menuju Hongkong International Airport.  Take off  menuju Jakarta dengan GA 863. Dan kami pulang ke rumah masing-masing. Trip yang sangat menyenangkan bersama teman-teman yang menyenangkan pula! J

Beberapa hal yang bisa disiapkan bila akan traveling ke Hongkong :

  1. Dapat menggunakan Handphone GSM – 3G dengan fasilitas langganan tetap (abodemen), dan telah membuka Roaming Untuk lebih jelasnya silakan menghubungi Operator seluler masing-masing. Voltase listrik di CHINA adalah 220 volt.
  2. Sesuaikan jumlah baju dengan acara perjalanan. Usahakan tidak membawa baju berlebihan.
  3. Mengingat di Hongkong dan Shenzhen, maka kami disarankan untuk membawa dan memakai: casual, sun glases / kacamata, sepatu kets /sepatu olah raga tidak tembus air, payung (mengantisipasi turunnya hujan).
  4. Voltase listrik di CHINA adalah 220 volt. Colokan listrik di sana adalah kaki dua.
  5. Mata uang yang digunakan selama tour ini adalah Hongkong Dollar & Yuan. Jika kesulitan untuk mendapatkan KHD & Yuan dapat membawa US DOLLAR yang dapat ditukarkan dengan mata uang setempat dengan Kurs yang berlaku di sana.  Disarankan membawa uang dalam recehan kecil seperti pecahan 5, 10, 20, dan 50 US Dollar.
  6. Jangan lupa bawa tisue basah secukupnya untuk persediaan selama di sana, sama sanitizer, biar tidak kaget kalau masuk ke toilet. Toiletnya berbeda dengan di Indonesia, tidak menyediakan air, jadi mesti pakai tisue. 

Tonton juga video berikut ini:

SUBSCRIBE: AISAIDLUV

 

Happy traveling,

With Love,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s