[Review Buku] : Faith and the City karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra

Judul Buku: Faith and The City
Penulis: Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra

Jumlah Halaman : 226 Halaman, Tahun Terbit: 2015
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis:

 

Setelah malam penganugerahan Hero of the Year untuk Phillipus Brown, semua wartawan menginginkan wawancara eksklusif dengan Phillipus Brown dan Azima Hussein beserta kedua anak gadis mereka, Sarah Hussein dan Layla Brown. Pasangan penyatu jembatan yang terpisah, Hanum dan Rangga, tak pelak ikut menikmati media frenzy. Bagi Hanum, New York City masih ingin menahannya. Tidak bagi Ranggatugas belajar dan riset telah menunggunya di Wina.

Out of the blue, Cooper dari Global New York TV (GNTV) hadir dalam hidup mereka. Ia menawarkan kesempatan yang mustahil ditolak Hanum: menjadi produser acara GNTV yang meliput dunia Islam dan Amerika.

Ini adalah secuplik dunia media yang gelap, dunia rating dan share yang manis sekaligus menjebak. New York yang elegan, namun mengintai soliditas Hanum dan Rangga. New York yang romantis, mengembuskan mantra magis, namun melahirkan kenyataan ironis.

Akankah Hanum mampu mengelak pesona Cooper dan New York City? Mampukah Rangga mempertahankan cinta sejatinya dari

impian yang membelitnya?

 Atau jangan-janganimpian yang menjadi kenyataan tetaplah ilusi, jika melupakan iman dan keyakinan?

Buku ini rasanya cukup berbeda dari dua buku pendahulu tulisan pasangan Hanum dan Rangga. Dua buku sebelumnya yaitu 99 Cahaya

di Langit Eropa dan Bulan Terbelah di Langit Amerika, yang cukup dipenuhi dengan cerita traveling dan fakta-fakta sejarah. Salah satu hal yang konsisten, buku ini tetap ingin menunjukkan bahwa Islam itu indah, juga menghilangkan beberapa hal buruk yang masih sering dilekat-lekatkan dengan Islam. Ya, terutama di kota latar novel ini, kota yang menjadi pusat perhatian dunia, dimana seperti diceritakan, kita bisa menemukan di setiap sudutnya insan yang mengejar impian dan kebanggaan, namun masih cukup sulit untuk menemukan iman dan cinta.

Ini adalah cerita dimana impian dan kebanggaan berbenturan dengan iman dan cinta, melalui sesuatu yang dinamakan kesempatan.

Mulai lembar pertama saya membacanya, buku ini membuat saya hanyut, sedih, juga tegang menikmati alur ceritanya, namun tetap ditutup dengan cerita happy ending yang membuat hati rasanya ikutan lega dan bahagia 😄

Dalam buku ini bercerita mengenai perjalanan Hanum dan  Rangga ketika di kota New York selama 3 minggu.  Lanjutan cerita Bulan Terbelah di Langit Amerika berlanjut di dalam buku ini dengan tema yang lebih spesifik lagi yaitu mengenai keluarga, cinta, impian dan keteguhan hati.

 Setelah malam terpenting yang dialami oleh Philipus Brown, Azima Hussein, Sarah Hussein dan Layla Brown karena jembatan terbaik yang dihubungkan oleh Hanum dan Rangga, semua menjadi berubah. Tidak hanya Azima Hussein yang kembali menunjukkan identitasnya sebagai seorang muslim dengan hijabnya, namun Hanum pun mengalami sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Hanum ditawari oleh idolanya yaitu Andy Cooper sebagai seorang jurnalis dalam sebuah stasiun televisi terkemuka di New York (GNTV) selama 3 minggu. 

New York, kota yang menjadi impian semua orang dengan hingar bingarnya, seperti memiliki kekuatan magis yang menarik semua orang untuk berada di kota ini.

Tonton juga video di berikut ini: 

SUBSCRIBE AISAIDLUV

Keputusannya untuk mengambil pelatihan dalam program televisi tersebut dengan tujuan menunjukkan Islam merupakan agama yang baik, mencintai kedamaian dan tercapainya cita-citanya menjadi jurnalis yang dapat diperhitungkan dengan pengalaman yang luar biasa di kota yang penting yaitu New York. Rangga dengan berat hati akhirnya mengikhlaskan hatinya untuk mendukung keputusan Hanum untuk extend selama 3 minggu di New York untuk mengikuti pelatihan di kantor berita GNTV. Dia tdak ingin Hanum berfikir bahwa ikatan pernikahan menghalangi istrinya dalam menggapai impiannya.  Dan, perubahan pun mulai mereka rasakan dalam kurun tiga minggu tersebut. Tak ada lagi, masakan istri yang tersedia bagi Rangga,  salat berjamaah yang mereka biasa lakukan biasanya, ataupun makan malam romantis di luar. Rangga menghabiskan waktunya di perpustakaan milik Mr Brown untuk membuat tulisan mengenai sejarah Islam di Spanyol dengan jurnal-jurnal yang telah dikumpulkan oleh Azzima dengan perasaan campur aduk memikirkan Hanum. Sedangkan Hanum dituntut untuk terus dapat menghasilkan acara yang mampu mencapai rating tertinggi dibandingkan kantor berita lainnya dalam acara Insights Muslim. Setiap episode, Hanum terus merasakan konflik batin, dia tidak ingin menghasilkan cerita seorang Muslim dengan cerita-cerita yang mendramatisir dan membuat obyek berita tersebut menjadi tersudut, namun kembali dia terus dituntut untuk dapat bekerja dengan profesional demi sebuah rating yang mampu menunjukkan kemampuannya sebagai seorang jurnalis yang dapat diperhitungkan tanpa mengenal rasa peduli terhadap objek cerita.  Bagaimana akhir dari aliran cerita ini? Apakah Hanum akan terus mengikuti ambisinya untuk mencapai impian dengan mengatasnamakan citra Islam di mata dunia, dan apakah Rangga akan terus membiarkan sang istri semakin jauh darinya? Azzima maupun Brown tidak menginginkan pasangang favorit ini menjadi hancur hanya karena ketamakan sesorang demi sebuah image berupa angka-angka rating, apakah yang akan mereka lakukan?  Silahkan temukan jawabannya dalam buku ini 😊

Baca: review buku Journey to Andalusia

Berikut kalimat dan bagian favorit dalam buku Faith and the City:

  1. Karena TV lain pun memperoleh hasil kurang-lebih sama. Nah! Insight Muslims harus bisa memiliki rating lebih dibanding acara itu. Sekaligus membuat TV yang lain jeblok! Itu tanggung jawabmu. Tanda tangani kontrak 3 minggu ini. …” (halaman 40)
  2. Misi apa? Misi mengubah dunia? Fine!  Itu mulia sekali. Tapi kau mengubah dunia dengan cara mengubah hubungan dengan suamimu sendiri…. Kamu enggak sadar? Kamu telah dimanfaatkan oleh dunia yang tidak memberimu apa-apa. Bahkan melupakan orang yang sudah memberimu apa-apa…” (hal 130)
  3. Time has a precise way to show what’s really precious to our life. -Philipus Brown- (halaman 141)
  4. “Life is a matter of choice after all, isn’t it?” (halaman 161)
  5. “I have faith in you. And I am sure you also have faith in me. But this city…. ” (halaman 175)
  6. Bercita-citalah setinggi mungkin.  Pernikahan bukan penghalang.  Aku akan selalu mendukungmu. Love. Rangga. (halaman 182)
  7. “Dan kejarlah apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, janganlah kamu melupakan (melenakan) bahagianmu dari (kenikmatan) dunia…” (QS. Al-ashshas: 77). Halaman 222
  8. Iqra bismi rabbika alladhi khalaq.  Baca kak dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.  Ini sesungguhnya perintah dari zaman azali untuk menghidupkan akal dengan lentera iman.
  9. Sungguh, bukanlah Tuhan yang mengharamkan kenikmatan dunia untuk kita reguk.  Firman-Nya pun jelas, Kejarlah akhirat dan jangan “lupakan” duniamu.  Perintah untuk tidak melupakan dunia, namun sekaligus peringatan untuk tidak dilenakan dunia. (Halaman 223)

Walaupun Mbak Hanum ini belum banyak bukunya, tapi saya selalu senang membaca buku-bukunya. Bawaanya begitu baca rasanya pengen terus saja sampai selesai 😂 asik, seru. Meskipun dalam bentuk novel, tapi buku yang disajikannya selalu mengandung unsur sejarah, nambah pengetahuan, dan kalau traveling, rasanya jadi kepengen traveling kayak Mbak Hanum sama Mas Rangga. Buku yang menarik sekali. Ditunggu buku The Converso-nya Mbak Hanum…. 😊

Baca juga review buku-buku karya Mbak Hanum dan Mas Rangga:

  1. 99 Cahaya di langit Eropa
  2. Bulan Terbelah di Langit Amerika
  3. I am Sarahza

Happy reading 📖😊

With Love ❤ 

SIMAK JUGA SERBA-SERBI BUKU ALA SAYA BERIKUT INI:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s