[Review Buku]: Summer In Seoul Karya Ilana Tan

BUKU PERTAMA:  SUMMER IN SEOUL

Judul Buku          : Summer In Korea
Penulis                 : Ilana Tan
Penerbit               : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit       : 2006.  Cetakan ke-30, April 2018
Jumlah Halaman  : 280 Halaman

Sinopsis:

Jung Tae-Woo—penyanyi muda terkenal Seoul yang muncul kembali setelah empat tahun menghindari dunia showbiz. ‘Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai pacarku,’ kata Jung Tae-Woo pada gadis di hadapannya. Sandy alias Han Soon-Hee—gadis blasteran Indonesia-Korea yang sudah mengenali Jung Tae-Woo sejak awal, namun sedikit pun tidak terkesan. Sandy mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu, lalu berkata, ‘Baiklah, asalkan wajahku tidak terlihat.  Awalnya Jung Tae-Woo tidak curiga kenapa Sandy langsung menerima tawarannya. Sementara Sandy hanya bisa berharap ia tidak akan menyesali keputusannya terlibat dengan Jung Tae-Woo. Hari-hari musim panas sebagai ‘kekasih’ Jung Tae-Woo dimulai. Perubahan rasa itu pun ada. Namun keduanya tidak menyadari keberadaan kisah empat tahun lalu sedang mengejar mereka.

Baca juga : Menikmati Musim Panas di Sydney

Ngomong-ngomong pas baca buku ini, entah kenapa karakter Sandy, Jung Tae Woo, Kang Young-Mi, dan Park Hyun-Shik, mengingatkan saya pada film Chicago Typewriter (walaupun temanya sangat berbeda) 😂😂.  Jung Tae Woo mengingatkan saya pada Han Se Ju, Shandy mengingatkan saya pada Jeon Seol, Kang Young -Mi mengingatkan saya pada sahabat Jeon Seol, dan Park Hyun-Shik mengingatkan saya sama Bosnya Han Se Ju, terus saya kebayang rumah Han Se Ju pas Sandy nginap di rumah Jung Tae Woo.  Hahaha 🤣 ampuuun nih!  Maklum pengetahuan saya akan korea mungkin hanya sebatas film favorit saya tersebut.  Secara keseluruhan, ide ceritanya menarik kok! 

Baca : review buku Berhenti di Kamu

Tidak perlu seperti saya yang sepanjang membaca membayangkan drama.  Karena buku ini beda dengan drama. Yang pasti masih sekitar menguak masa lalu karakter utama,  hingga kedua tokoh utama setelah bisa menerima kisah masa lalu, berakhir dengan happy ending!

Baca juga : Buku Serial bumi, Serial Anak Nusantara dan Serial Anak-Anak Mamak

Berikut ini beberapa kalimat favorit saya dalam buku Summer in Seoul:

  1. Konon ketika seseorang dalam keadaan hidup dan mati, ia akan bisa melihat potongan-potongan kejadiaan dalam hidupnya, seperti menonton film yang tidak jelas alur ceritanya.  Benarkah begitu?  —Sandy (Halaman 7)
  2. Kadang-kadang orang jenius memang sukit dibuat senang.  —Sandy kepada Mister Kim (Halaman 37)
  3. Padahal kita baru bertemu kemarin, kenapa rasanya seolah sudah lama sekali aku tidak melihatmu.  —Jung Tae Woo kepada Shandy
  4. “Katanya aku harus mengawasi makanmu karena kau sering lupa makan kalau sudah sibuk bekerja.  Katanya aku harus banyak bersabar menghadapimu, apalagi kalau kau sedang uring-uringan.  Katanya sebenarnya kau anak yang baik dan tidak akan membuatku kecewa.  Ibumu juga bilang ingin bertemu denganku dan memintamu membawaku ke Amerika untuk menemuinya.” —Sandy kepada Jung Tae Woo (Halaman 105)
  5. “Sudah lama aku tidak melihatmu, tidak mendengar suaramu, rasanya aneh sekali.  Sepertinya semua yang kulakukan tidak ada yang benar.  Lalu aku berpikir, mungkin kalau aku meneleponmu dan mendengar suaramu, aku akan merasa lebih baik.  Sekarang setelah mendengar suaramu, aku memang merasa lebih baik, tapi timbul masalah lain.  Aku jadi semakin ingin melihatmu.   —Jung Tae Woo kepada Shandy
  6. “Terima kasih.” “Karena menyukaiku.” “Untuk segalanya.  Terima kasih.” —Sandy kepada Jung Tae Woo (Halaman 201)
  7. “Aku bisa melupakan semuanya, tapi aku tidak akan kembali kepada orang yang sudah meninggalkanku.” —Sandy kepada Lee Jeong-Su (Halaman 206)
  8. “Kalau suatu saat nanti kau rindu padaku, kau mau memberitahuku?” …. “Supaya aku bisa langsung berlari menemuimu.” —Jung Tae Woo kepada Sandy (Halaman 209)
  9. “Baiklah, aku akan memberitahumu kalau suatu saat nanti aku rindu padamu.  Tapi kau tidak berlarimenemuiku, nanti kau capek.” —Sandy kepada Jung Tae Woo (Halaman 220)
  10. ….Karena dalam hidup ini, ada seseorang yang sangat berharga baginya.  Karena dalam hidup ini, ia ingin selalu bisa melihat dan bersama orang itu.” —Jung Tae Woo (Halaman 255)
  11. “Dalam bisbol ada sembilan pemain.  Kurang satu saja tidak bisa.  Sembilan artinya lengkap.  Kenapa aku menyimpan nomor Sandy di nomor sembilan?  Itu karena kalau dia ada, aku baru merasa benar, merasa lengkap.  Dia nomor sembilanku.” —Jung Tae Woo kepada Park Hyun-Shik (Halaman 276)

Recommended book 📚

Happy reading! 📚📖😊

With Love, ❤️

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s