Jajan Buku

Sebagai pembaca buku, satu hal yang tak bisa dihindari tentu saja mau beli buku.  Kalau bisa, pengennya beli semua buku kesukaan, dan sekalian bikin perpustakaan pribadi.  Sayangnya, saya belum bisa sampai di tahap itu.  Belum bisa membeli semua buku yang saya inginkan, dan masih sering meminjam buku.  Maka, punya hubungan baik dengan sesama pembaca buku atau pengoleksi buku, menjadi berkah tersendiri, sebab saya bisa meminjamnya. 😀

Lantas yang bisa saya lakukan, salah satunya membeli buku yang benar-benar mau saya baca dan koleksi, agar sedikit terasa ringan di kantong.  Bukan saya perhitungan tentang buku, saya hanya perhitungan dengan keberlangsungan dompet saja.  Kan nggak asik, kalau sampai kalap buku saya jadi kena kanker (kantong kering alias gak punya uang) hehe.  Jadi, sebisa mungkin saya harus mengatur mana buku yang mau banget saya beli, mana buku yang sementara ini cukup baca dulu.  Siapa tahu suatu saat nanti kalau sudah ada rezekinya, bisa borong buku-buku tersebut, dan membuka perpustakaan (siapa tahu, sekarang mah bermimpi dulu saja sambil tiduran). 😀

Baca: Jajan buku di Gramedia PIM I

Untuk buku-buku luar negeri, saya jarang beli, karena harganya relatif mahal.  Beli satu masih ok-lah, lebih dari satu nanti dulu deh 😀 Buku-buku koleksi saya kebanyakan masih buku-buku dalam negeri.  Mari cintailah produk-produk Indonesia, dan sebagai pembaca buku yang berkewarganegaraan Indonesia, maka izinkan saya mengatakan “Cintailah buku-buku dan penulis Indonesia.”  Ngomong-ngomong, kalau bicara buku dalam negeri atau buku luar negeri mana yang lebih bagus , ini kembali ke masalah selera saja.  Ada yang memang senang membaca buku karya penulis-penulis luar negeri, ada yang senang membaca buku karya penulis dalam negeri, atau suka keduanya.  Saya tentu saja senang dua-duanya. Sebenarnya bebas kok mau baca buku karya penulis luar maupun dalam negeri. Jadi tak perlu protes dengan slogan saya, yaa 😀

Gramedia PIM I

Baca: Jajan Buku di Kinokuniya Plaza Senayan

Bicara harga buku, memang buku itu tidak murah dan ada banyak buku mahal karena kalau buku murah banget bisa saja bajakan, kecuali kalau belinya di pameran buku semacam IBF (Islamic Book Fair), IIBF (Indonesia International Book Fair), BBW (Big Bad Wolf), atau toko buku yang sedang cuci gudang, dan lain-lain.  Kalau di BBW biasanya banyak buku impor dengan diskon besar, kalau buku impor biasanya saya cari di BBW. Buku memang masih terasa mahal bagi saya, apalagi kalau baru terbit, karena prosesnya panjang dan melibatkan banyak hal, mulai dari penulis, penerbit, editor, illustrator dan sebagainya hingga distributor).  Saya tidak akan mengomentari tentang harga buku lebih jauh, karena setiap penerbit punya kebijakan masing-masing dalam menentukan harga buku.  Bagi saya, membeli buku banyak itu berat (berat bukunya sudah pasti, berat harganya juga lebih tepatnya hahaha).

Baca: 5 Cara Membaca Buku, tanpa harus membeli buku

Jajan buku di Kinokuniya Plaza Senayan

Baca: nongkrong di Cafe dengan konsep perpustakaan

Kalau tidak memanfaatkan momentum misal toko buku atau penerbit memberi diskon, atau sedang ada sale dalam rangka ulang tahun penerbitnya, atau buku baru launching dan kalau mau ikutan PO (Pre-Order)  bisa dapat diskon khusus, saya jarang beli buku tapi tetap rajin baca.  Kok bisa?  tinggal pinjam saja, mudah kan?

Tapi lagi-lagi saya tidak mau terus-terusan meminjam, masalahnya banyak buku yang saya inginkan justru tidak bisa dipinjam, secara tempat yang meminjamkannya pun belum punya koleksinya. Mau nggak mau harus beli. Maka dari itu, untuk menuntaskan rasa lapar baca, maka saya pun jajan buku.  Biar tidak terkesan berat mesti ngeluarin uang buat beli buku, maka saya lebih senang menggunakan kata “JAJAN BUKU.”  Kalau jajan makanan kan habis dalam sekejap, sementara jajan buku tidak akan habis-habis, kan habis dibaca bisa disimpan atau bahkan dipinjamkan ke orang yang mau pinjam dan baca. 😛

Baca: jajan buku di Big Bad Wolf Jakarta 2019

Urusan jajan buku, kalau boleh memilih sebenarnya saya lebih senang datang ke toko bukunya langsung sambil menghirup aroma buku, aaaaah…. sedaaap.  Hanya saja, kalau sudah mampir ke toko buku, saya lupa waktu dan kalap.  Buat saya satu jam rasa lima menit, saking cepatnya waktu berlalu di toko buku dan betah di sana.  Yang lebih heran, niatnya cuma mau  mampir ngecek buku-buku baru, eh malahan kecantol buku.  Atau niatnya beli buku satu saja, eh bisa lebih dari satu.  Maka dari itu, dengan berat hati saya jarang main ke toko buku tiap minggu, lagian nggak ada budget juga kalau tiap minggu.  Maaf ya, toko buku, saya jarang mengunjungimu dan jajan sama kamu, sebab saya telah menemukan pujaan baru tempat jajan buku.

Baca: Jajan buku di Gramedia AEON BSD

Beruntungnya zaman sekarang, beli buku tidak harus ke toko buku, saya bisa jajan buku ke TBO (Toko Buku Online).  Saya bisa mengatur uang jajan buku, jika pun terjadi kalap jajan buku itu hanya di saat-saat tertentu, salah satunya di momen “Hari Belanja Online Nasional”  lumayan banget bisa borong buku dengan harga ramah.  Selain itu, kalap beli buku terjadi saat pameran buku seperti Big Bad Wolf Jakarta yang pernah saya datangi beberapa kali.  Atau kalau TBO sedang mengadakan sale tanggal 17 Agustus dapat diskon buku sekian persen, lumayan banget kan, jadi hemat jajan buku dan bisa dialokasikan dananya untuk beli buku lain (kalau kayak gini, gimana mau hemat ya kalau hobinya jajan buku terus).

Pokoknya kalau ada rezeki, saya lebih sering jajan buku ketimbang produk skin care.  Saya termasuk setia pada  satu brand, kalau sudah cocok nggak mau coba lagi dan baru beli kalau sudah habis.  Nah kalau buku, nggak bakal nunggu habis baru beli, bahkan kadang stok bacaan masih ada, giliran nemu buku yang saya banget dan pas ada uang, tetep jajan buku deh! Kalau nggak ada uang ya nggak jajan dong.  Jajan buku sungguh menyenangkan. Belinya pengen sekarang, bacanya kapan-kapan. Kan mesti nunggu antrain daftar bacaan mana buku yang mau di dahulukan untuk dibaca, dan mana yang nanti saja, yang penting semua dapat giliran dibaca.

Kalau gitu, wahai para pembaca buku, mari membaca buku, dan ayo jajan buku, tapinya bayar masing-masing, ya 😀

“Kalau kamu, sukanya jajan apa?”

Happy Shopping!  Selamat berbelanja BUKU 📚 📖😊

With Love, ❤️💙

15 thoughts on “Jajan Buku

    1. Mantaap Kak.
      Memang jajan buku pas ada momen diskonan itu bikin bahagia sekali Kak, bikin kalap borong buku 🙄😆
      Shopee 10.10. saya belum pernah Kak.

      Like

  1. Dulu waktu kuliah kalo mau jajan buku minta sama ortu, kalo bukunya kepingin bgt dibeli tetep bilang itu buku wajib dibeli.. pas udh kerja aku bebas beli buku yang aku pingin hehehe.. sampai nggak mikir ulang walau mahal, yang penting bahagia bisa baca buku yg diingin, bahaya sih kalo ke toko buku.. dulu pernah kalap sampai habis 500rb cuma buat beli buku.. tapi belakangan aku batasi sebulan cuma 1-2 buku belinya jd budget 150rb aja per bulan..

    Like

    1. Wah Kak, bisa aja nih idenya haha 😀
      Alhamdulillah, bahagianya ya bisa jajan buku yg diinginkan dan beli sendiri. Iya Kak, memang mesti di budget-in biar gak kalap jajan buku 😀

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s