[Review Buku] Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta Karya Alvi Syahrin

Mencintai, menghargai–mulai dari dirimu, untuk dirimu sendiri. Jika kamu saja tidak bisa mencintai diri sendiri, bagaimana orang lain bisa jatuh cinta kepada dirimu? Hidup terlalu singkat untuk meratapi kekurangan. Fokuslah pada kelebihanmu dan rangkul dirimu secara utuh. (halaman 34)

Judul Buku             : Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta
Penulis                    : Alvi Syahrin
Tahun Terbit          : Cetakan pertama, Oktober 2018
Jumlah halaman   : viii + 224 hlm; 13 x 19 cm
Penerbit                  : Gagas Media
ISBN                        : 978-979-780-934-8

Sinopsis:

Jika kita tak pernah jatuh cinta, kita tak akan banyak belajar dari masa lalu. Bagaimana ia mengajari kita untuk tetap kuat ketika hati terserak. Kita tak akan menjadi tangguh.

Jika kita tak pernah jatuh cinta, akankah kita pernah merasa berharganya waktu bersama dengan seseorang yang kita cinta?

Jika kita tak pernah jatuh cinta, mungkinkah kita bisa lebih menghargai diri sendiri dengan melepaskan dia yang selalu menyakiti?

Terkadang, cinta memang sakit dan rumit. Namun, bisa pula membuat bahagia dan senyum tidak ada habisnya. Keduanya bersimpangan, tetapi pasti kita rasakan. Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta dituliskan untukmu yang pernah merasa terpuruk karena cinta, lalu bangkit lagi disebabkan hal yang sama.

Apakah kamu pernah jatuh cinta? Pernah patah hati? Bagaimana cara mengatasi patah hati? Bagaimana kamu bisa bangkit dari patah hati? Patah hati memang menyakitkan, tapi satu hal yang pasti, bangkit dari keterpurukan, sangat dianjurkan.

Sudahkah kamu membaca buku Terapi Berpikir Positif?

Buku karya Mas Alvi, pemuda kelahiran 1992 ini  sangat menarik.  Buku yang tampil sederhana, sarat makna yang akan membuka mata dan melihat jauh lebih dalam tentang keadaan diri. Hai kamu, diri kamu sendiri, bagaimana kabarmu? Jika kau sedang tidak baik-baik saja dan patah hati, mari membaca buku ini. Semoga buku ini bisa menghiburmu dan kamu mulai sadar, bahwa hanya kamu yang bisa membuat diri kamu bahagia. Bukan bahagia menurut versi orang lain tentang kamu. Namun bahagia karena kamu mengetahui bahwa kamu berharga dan pantas berbahagia. Jika kamu belum menemukan versi bahagia menurut kamu, “Just look at your self,  be your self, and then love your self.” 

Eh tapi, pas saya baca buku ini saya tidak sedang patah hati 😀 Hanya saja, saya malah bisa tersenyum dan berterima kasih pada diri sendiri, ketika saya patah hati, saya masih bisa berpikir realistis. Sakit? pasti. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, patah hati itu bisa disembuhkan, jika kita bisa belajar menerima dan bersikap dewasa. Benar kata Mas Alvi, saya sependapat dengan ini:

Namun, ada satu hal yang aku tahu: Hanya karena dia memberimu harapan, hanya karena dia menyukaimu, tak lantas berarti dia akan jadi jodohmu. (halaman 16)

Sudahkah kamu baca buku Reclaim Your Heart karya Yasmin Mogahed?

Buku yang terdiri dari 45 bab ini, bahasanya mudah dipahami. Penulisnya menyampaikannya dengan bahasa yang sangat menyenangkan. Tidak menggurui, tidak mengkritik, tidak menghakimi. Penulis melihatnya dengan persepsi yang sangat berbeda, mudah diterima, namun untuk urusan pilihan tidak memaksakan, penulis mengembalikannya kepada pembacanya.   Malah sebenarnya kita diajak berpikir realistis. Bahkan penulis juga memberikan pandangan-pandangan positif, namun tidak memaksakan kepada pembacanya. Bagaimana pun, kamu, pembaca buku ini, berhak untuk menentukan jalan hidup yang kamu pilih. Namun, pastikan jalan yang kamu pilih sudah benar, agar tidak tersesat. Tapi, jika kamu pernah mengalami hal-hal yang menyakitkan dalam hidupmu, kamu masih punya pilihan untuk membuat hidupmu menjadi lebih baik dengan menentukan arah langkah hidupmu, berada pada jalan benar.

“Di sepanjang buku ini, aku selalu menyarankamu untuk berdoa, berdoa, berdoa. Kepada Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Yang Menjaga Keamanan, Pemeliharaan Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Diam-diam, itu menenangkan hatimu.” (halaman 2016)

Bagaimana pun, kekuatan doa menurut saya lebih utama–apa pun keyakinan yang kita miliki, berdoa selalu membuat hati terasa tenang, damai, dan tenteram. Penyampaian dalam buku ini terasa halus banget, ibaratnya penulis ini bagaikan sahabat lama yang sangat mengenal kawannya–diri kita, dan memberikan masukan dengan cara halus. Menarik sekali. Saya suka cover-nya yang keliatan misterius, sederhana, tapi bikin tertarik pengen baca. Desain layout-nya juga menarik. Buat kamu yang sedang dalam kesendirian, buku ini sangat saya rekomendasikan, siapa tahu kamu bisa menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan yang bersarang di benakmu. Semoga setelah membaca buku ini, hatimu merasa lega dan bisa tersenyum kembali 🙂 🙂

Sudahkah kamu baca buku Imperfect karya Meira Anastasia?

Berikut ini kalimat-kalimat favorit saya dalam buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta:

  1. Padahal, ketika kita menua, ketika kita terimpit, ketika kita diambang kematian, kita akan selalu mempertimbangkan agama sebagai jalan kembali. (halaman 23)
  2. Jatuh cinta diam-diam telah mengajarkanmu untuk menjaga hati dari hal yang tak pasti. (halaman 25)
  3. Namun percayalah, jatuh cinta yang paling indah adalah jatuh cinta diam-diam. (halaman 27)
  4. Setelah semua rasa sakit ini, jatuh cinta diam-diam akan kembali ke asalnya: bersembunyi di lubuk hati paling dalam. Lalu, menciut, semakin kecil, lama-lama memudar, lama-lama terlupakan. (halaman 30)
  5. You’ve just save your heart, and it’s the most beautiful thing that you’ve ever done to yourself. One day, you’ll teach your kids this lesson. (halaman 30)
  6. Mencintai, menghargai–mulai dari dirimu, untuk dirimu sendiri. Jika kamu saja tidak bisa mencintai diri sendiri, bagaimana orang lain bisa jatuh cinta kepada dirimu? Hidup terlalu singkat untuk meratapi kekurangan. Fokuslah pada kelebihanmu dan rangkul dirimu secara utuh. (halaman 34)
  7. Aku hanya ingin kau sedikit lebih realistis. Bahwa cinta tidak seperti yang mereka pertontonkan di Instagram. (halaman 39)
  8. Kembali buka bukumu, belajarlah lebih giat. Lakukan berbagai hal untuk menemukan hal yang kau sukai, dan kejar mimpimu. Masa-masa sekolah dan kuliah hanya berlangsung sekali seumur hidup. Tak ada yang mau membersamai seorang pemalas yang mudah putus asa. See you on top. (halaman 54)
  9. Pada akhirnya, ini akan jadi pelajaran terbesar dalam hidupmu: bahwa kita tak akan pernah bisa mengubah seseorang. Apalagi dalam kondisi jatuh cinta. (halaman 58)
  10. Don’t change him. Don’t change her. Change yourself. Love will come. (halaman 60)
  11. Hidup tidak selalu tentang dia yang kamu cintai. You have your own life, and it doesn’t always have to do anything with him. (halaman 72)
  12. … bahwa agama, entah bagaimana, selalu menjadi prinsip paling mendasar dalam kehidupan seseorang, mengakar teramat kuat, baik kau sadari, maupun tanpa kau sadari. (halaman 91)
  13. Orangtuamu sangat berprinsip, dan mari kita hargai itu. Mungkin, caranya menyakitimu. Tetapi, orangtua juga manusia, mereka tak sempurna, kau juga manusia, tak sempurna. (halaman 105-106)
  14. Teruslah mencari, teruslah berdoa kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta, yang Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu, Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, agar kau senantiasa berada di jalur yang tepat, menuju misi terbesar dalam hidup. (halaman 117)
  15. Tuhan sudah tahu nama siapa yang akan bersanding dengan namanu di kartu undangan pernikahan. Santai saja. Lebih baik kau persiapkan dirimu untuk menjadi lebij baik. Bukankah orang baik hanya untuk orang baik juga? (halaman 155)
  16. Sekarang, lihatlah ke depan, melangkahlah dengan berani, berhenti berlagak bagai korban, berperanlah layaknya pahlawan. (halaman 159)
  17. Jangan sampai cinta jadi agamamu. Jangan sampai dia menjadi tempatmu bertumpu. Jangan sampai hidupmu untuk cinta dan dirinya. Sedetik setelah kematianmu, dia sudah tak bisa membantumu. (halaman 175)
  18. Dan, cinta yang benar tidak akan menyakiti siapa pun. (halaman 183)
  19. Jangan tergila-gila dalam mencintai. Jangan tergila-gila dalam membenci. Jangan tergila-gila dalam mengagumi. Jangan tergila-gila pada apa pun di dunia ini. Dunia fana. (halaman 210)
  20. Kesendirian membuka mataku bahwa, pada dasarnya, kita akan selalu sendiri; lahir sendiri, berjuang menyelesaikan masalah sendiri, mati sendiri, dibangkitkan sendiri, dengan amalan masing-masing. (halaman 217)

Baca: Buku Bajakan rugikan diri sendiri dan banyak pihak

Note: buku ini saya beli online melalui website http://www.mizanestore.com

Happy reading! 📚 📖😊

With Love, ❤️💙

3 thoughts on “[Review Buku] Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta Karya Alvi Syahrin

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s