[Review Buku]: RUDY Kisah Masa Muda Sang Visioner Karya Gina S. Noer

Buku yang menemani perjalanan saya di awal tahun 2020

Buku ini didekasikan kepada tiap orangtua yang terus memberikan usaha terbaiknya mendidik anak mereka agar tumbuh berguna demi bangsa, kepada setiap anak yang berusaha demi bangsa yang lebih baik, kepada mereka yang terus percaya bahwa bangsa ini selalu punya harapan. Kalian adalah Sang Visioner. Kalian adalah titik mula kebaikan untuk sesama.

Judul Buku            : RUDY Kisah Masa Muda Sang Visioner
Penulis                    : Gina S. Noer
Tahun Terbit          : Cetakan kesepuluh, November 2019
Penerbit                  : Bentang Pustaka
Jumlah Halaman   : 294 halaman
ISBN                        : 978-602-291-111-1

Sinopsis:

Ini adalah kisah perjalanan Rudy menjadi B.J. Habibie.

Rudy adalah kisah yang disusun dari cerita-cerita B.J. Habibie yang belum diceritakan sebelumnya. Ini adalah kisah tentang perjalanan tumbuh dewasa seorang anak laki-laki dan Indonesia yang masih belia.

Tak banyak yang tahu bahwa cita-cita membangun industri pesawat terbang untuk Indonesia justru berawal dari ketakutan Rudy akan pesawat pada masa Perang Dunia Kedua. Tak banyak juga yang tahu kisah cinta tersembunyi Rudy sebelum akhirnya ia bertemu Ainun, cinta sejatinya, dan fakta bahwa Rudy tak terlalu suka kata “mimpi” sebagai kata ganti apa yang sangat ia inginkan. Baginya, “cita-cita” adalah kata yang lebih menjejak dan nyata.

Dalam buku ini kita akan temukan alasan kenapa Rudy jengah bila dipanggil genius, tapi lebih senang bila disebut sebagai pekerja keras yang setia. Setia pada cita-citanya. Setia pada cintanya. Kita akan mengikuti  perjalanan bagaimana B.J. Habibie yang kita kenal datang dari bentuk visi besar orangtuanya, pengorbanan keluarganya, dukungan para sahabatnya, dan inspirasi terbesarnya Indonesia.

Jika perjalanan jauh saya sebelumnya membawa buku fiksi, maka pada perjalanan jauh saya di awal dekade ini, saya ditemani buku non fiksi genre biografi. Tentang kisah seorang ilmuwan yang namanya harum di dalam dan di luar negeri. Dengan prestasi dan karyanya. Beliau dijuluki Mr. Crack. Dalam buku ini, berkisah tentang perjalanan Pak Habibie yang dikenal dengan Rudy, panggilan untuk beliau yang diambil dari kata Bacharudin, dengan nama panjang Bacharudin Jusuf Habibie. Mulai dari masa kecilnya, pendidikannya hingga beliau luluh pada seorang gadis bernama Ainun.

Buku ini dibagi dalam tiga babak yang akan menghantarkan kita pada perjalanan Rudy, kisah masa kecil bersama Mami, Papi, Adik, Kakak dan keluarganya. Kisah sekolah, merantau dan masa remajanya, hingga kuliah. Juga tentang sahabatnya, dan kisah cintanya dengan Ilona.  Tentang sakitnya Rudy selama di Jerman.Dan tentang menemukan cinta sejatinya, Ainun.

Keberhasilan membuat pesawat beberapa minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-19. (pesawat yang ada dalam foto dan menjadi cover buku ini). Tentang persahabatannya dengan Ken Leharu (Kim Keng Kie) yang semakin dekat sejak kuliah di Jerman.

Orang-orang Jerman bertepuk tangan atas keberhasilan Rudy. Salah satu dari mereka berkata bahwa Rudy harus dipotret bersama pesawat itu. Rudy menuruti saran itu. Dengan mata menatap tajam ke arah kamera, tangan kirinya memegang ekor pesawat, sementara yang kanan memegang kepala pesawat. Itu adalah salah satu hari yang dia terus ingat dalam hidupnya. (halaman 112) 

Menurut penulis buku ini: “Rudy adalah buku yang ditulis berdasarkan kisah-kisah diceritakan oleh B.J. Habibie kepada penulisnya, yang dimulai dari satu pertanyaan: “Mengapa saat Eyang sekarat dulu, Eyang malah menulis sumpah untuk berbakti kepada Indonesia?” Eyang, begitu kami memanggil beliau, selalu menjawab titik mula persoalan, benih dan jawabannya.

Jawaban beliau berkisar pada sebagian dari masa hidup beliau–dari lahir, masa muda yang mandiri, hingga beliau memutuskan untuk membagi hidupnya dengan Hasri Ainun Habibie. Pertanyaan itu juga menjawab mengapa B.J. Habibie memilih pesawat sebagai hal yang dia tekuni serta pengabdiannya untuk Indonesia. Masa ini adalah bagian hidup yang menunjukkan bahwa orang besar tak serta merta besar karena dia memang genius sejak kecil, melainkan harus dibentuk oleh luka, kegagalan, serta kesalahan. Tumbuh memang tak melulu soal perayaan dan menjadi benar. Karena itulah setiap manusia bisa mempunyai kesempatan yang sama untuk jadi berguna.

Penulis dan timnya berharap buku ini tak cuma menemukan pembacanya, tetapi juga membawa nilai tambah dalam hidup mereka. Buku ini diharapkan bisa menambah “mata air” untuk bangsa ini, mereka yang akan membawa perubahan baik untuk bangsa, agar Indonesia bisa berbangga bahwa kita tak hanya hidup dari kenangan soal Habibie, tetapi juga dari semangatnya yang tak pernah padam untuk berkarya dan mengabdi pada bangsa. (halaman xii)

Pada semua kisah penemuan sains dan teknologi yang dibacanya itu, Rudy menemukan benang merah yang menautkan kisah-kisah itu: ketekunan, kerja, dan keberanian untuk gagal. Keberhasilan adalah buah dari semua itu. Dalam perjalanan menuju bandara, Rudy menggenggam tangan Ainun. Baginya, ada yang lebih berani, nekat, dan gila dibandingkan Sang Visioner. Mereka adalah para pendamping hidup Sang Visioner. Mereka yang mau terus percaya dan bersama menantang dunia yang ragu pada cita-cita mereka. (halaman 259-260)

Mr. Crack dari Pare Pare

Yang menarik dari buku ini:

  • Kisah kehidupannya Rudy-lah yang justru menarik sehingga menjadikan buku ini lebih dari menarik, tapi spesial.
  • Meskipun ini merupakan buku biografi, tapi isinya menarik, kisahnya inspiratif. Rasanya pengen cepat-cepat selesai baca. Tapi yang saya alami, justru sebaliknya, saya lama membacanya karena saya sangat menikmati buku ini lembar per lembarnya. Seolah sedang menyaksikan langsung masa kecil beliau, masa remaja, masa kuliah, masa mendapatkan belahan jiwanya.

Moral of the story: dalam buku ini, saya seakan diajak  melihat perjalanan panjang Pak Habibie untuk bisa menjadi seorang ilmuwan dan menjadi “mata air” dan memberi manfaat bagi negara yang amat dicintainya dijalani beliau dengan kesungguhan. Sungguh-sungguh belajar, disiplin, tekun, pantang menyerah. Tidak hanya cerdas, namun Pak Habibie mengimbanginya dengan iman dan takwa. Yang saya salut sekali, meskipun Rudy itu sangat cerdas, tapi ternyata sangat menyukai baca buku, sejak kecil. Masha Allah, bagaimana tidak semakin cerdas kalau hobinya baca buku. Ini pelajaran bagi saya, bahkan orang yang sangat cerdas saja masih suka baca buku. Bagaimana dengan saya? Saya tidak cerdas seperti beliau, tapi sebaiknya minimal saya juga tetap membaca buku, mencontoh hal kecil ini. Jadi ternyata, resep rahasia Rudy selain dasarnya cerdas, punya kemauan keras, cita-cita yang mulia, Mami dan Papi yang sangat memperhatikan dan mendukung dunia pendidikan bagi anak-anaknya, dan salah satu kebiasaan kecil lain yang bisa dicontoh adalah membaca buku. Sebagai wujud kecintaannya dengan dunia membaca, bahkan beliau memiliki perpustakaan yang diberi nama The Habibie & Ainun Library, yang memiliki ribuan koleksi buku.

Buku menjadi cinta pertama Rudy dan membaca adalah hidupnya. (halaman 19)

Buku-buku yang saya baca di tahun 2019

Beberapa kalimat favorit dalam buku Rudy Kisah Masa Muda Sang Visioner:

  1. Dia jadi ingat Mami dan almarhum papinya yang bila sudah pusing dengan pertanyaannya, maka akan memberikannya buku agar diam. (halaman 6-7)
  2. Selama ini hanya satu hal yang membuat Rudy selalu gelisah, yaitu pertanyaan-pertanyaan yang tak ditemukan jawabannya. (halaman 7)
  3. Rudy sungguh-sungguh tak peduli dengan hal lain. Baginya hidup cuma dua hal: bermain dan memecahkan masalah. (halaman 14)
  4. Bagi Rudy, matematika itu hanya bahasa, sedangkan fisika adalah kata yang merangkai keindahan hidup agar bisa dimengerti manusia. (halaman 16)
  5. Buku menjadi cinta pertama Rudy dan membaca adalah hidupnya. (halaman 19)
  6. Papi suka cerita pada Rudy kalau sekolah itu sangat penting. Kakek yang menanamkan pada anak-anaknya kalau sekolah bukan hanya lambang kehormatan, melainkan juga jadi pembuka mata, bahwa dunia tak selebar daun kelapa di perkebunan keluarga yang akan diwariskannya kepada mereka. Papi selalu memegang teguh kata-kata itu. Dia selalu serius belajar. (halaman 36)
  7. Di sini, menjadi cerdas saja tak cukup, mereka harus menjadi pribadi yang disiplin dan siap bekerja keras. (halaman 38)
  8. Rudy belajar satu hal bahwa pendidikan dan ilmu yang tinggi bisa membuat hidupmu aman dalam kondisi apa pun atau setidaknya kedudukanmu tetap dianggap istimewa. (halaman 46)
  9. ….. “Benar, karena itu kamu harus jadi mata air.” “Kalau kamu baik, semua yang ada di sekelilingmu juga akan baik. Kalau kamu kotor, semua yang di sekitarmu akan mati.” … “Itu artinya mata air memberi kebaikan tanpa plih-pilih.” (halaman 50)
  10. Butuh ilmu untuk membuat puluhan tanaman  di sana tumbuh dan berhasil. Lagi -lagi, terbukti bahwa ilmu pengetahuan adalah dasar dari semuanya. (halaman 54)
  11. Baginya, lebih penting membiarkan anak mencari jawaban sendiri. Jawaban yang datang dari pencarian akan lebih bermakna dibanding yang sekedar “disuapkan.” (halaman 56-57)
  12. Mami dan Papi menjadi refleksi keterbukaan pikiran anak-anaknya. (halaman 59)
  13. Papi dan Mami percaya bahwa kesuksesan adalah buah dari pendidikan. (halaman 61)
  14. Kelak, ketika Rudy dewasa pun, suara Papi mengaji akan selalu jadi pengingat buat Rudy bahwa setiap kali dia lelah Tuhan selalu bersamanya. Saat dia sendiri dan jauh dari rumah, Tuhan tak pernah meninggalkannya. Dia tinggal memejamkan mata dan suara-suara lantunan itu kembali membuatnya tenang dan bergairah. (halaman 63)
  15. Di rumah Rudy, kegiatan untuk dunia dan akhirat, dua-duanya berjalan dengan seimbang. Tak ada ketimpangan. Salah satu kegiatan yang mereka lakukan pada sore hari adalah salat berjamaah. (halaman 64)
  16. Saat itu Mami tentu tak berpikir kalau sumpah yang dia tujukan untuk suaminya akan membawa perubahan untuk Indonesia dan bahkan dunia.  Kalau pada saat itu Mami pasrah dan hanya menyekolahkan Rudy seadanya, Indonesia tak akan pernah punya pesawat buatan negeri sendiri. Indonesia tak akan punya pemuda genius yang dielu-elukan oleh bangsa-bangsa lain. (halaman 66)
  17. Papi bukan hanya orangtuanya, melainkan juga orang yang selama ini menjadi pendukung, kunci jawaban, dan kawan berdiskusi. (halaman 67)
  18. Seusia itu, Rudy telah terbiasa berpegang pada doa-doa yang dia warisi dari keluarga dan guru-gurunya. (halaman 71)
  19. “Rudy, kalau kamu sedih, doa ini akan menguatkan kamu, kata Pastor itu, “Di mana pun di masa depan, saya akan dipegang oleh tangan Tuhan. Dengan keberanian saya buka mata, ke masa depan yang saya tidak tahu. Tuhan, ajari saya untuk mengikuti jejak-Mu tanpa saya bertanya. Tuhan, apa yang Kamu laksanakan adalah yang terbaik. Berikan saya kekuatan untuk menghadapinya dengan kekuatan-Mu. (halaman 72)
  20. Rudy bahkan bercerita tentang keinginannya untuk membuat pesawat. Cita-cita yang tak banyak dia ceritakan ke orang lain. Om Besari mendukung dan berkata bahwa Rudy harus mendapatkan ilmu di tempat yang terbaik. Hanya di tempat terbaik orang bisa tumbuh dengan maksimal. Namun, tempat terbaik tak sama dengan kenyamanan terbaik. Pesan itu diingat baik-baik oleh Rudy. (halaman 92)
  21. “Jadilah anak yang berani, Rud, jadilah pemberani!” bisik Mami (halaman 102)
  22. Dari kecil, Rudy sudah percaya kalau Tuhan adalah “mata air” kebaikan yang utama, dari-Nya mengalir kebaikan dari jalur-jalur yang berbeda. (halaman 130)
  23. Bagi Rudy, inilah alasan dia tak bisa berpisah dengan Tuhan. Selalu ada bagian dari hidupnya yang tak bisa dia jelaskan dengan ilmu pengetahuan. (halaman 130)
  24. Manusia adalah manusia. Jabatan, bangsa, suku, agama, ras, dan kelamin hanyalah bungkus belaka. Memang, lebih mudah melihat orang dari “bungkus”-nya saja karena memahami manusia pada dasarnya memang melelahkan. Namun, semuanya tinggal masalah kemauan. (halaman 132)
  25. Rudy ingat sumpah ibunya. Memori buruknya tak boleh menghambatnya untuk menggapai hal yang lebih penting. (halaman 196)
  26. “Cari perempuan itu yang bisa membuat dirimu diam dan berpikir. Otakmu sekali-sekali butuh ditaklukan, Rud.” (halaman 208)
  27. “Jangan sebut cita-cita itu mimpi. Cita-cita besar itu harus menjadi bagian dari jjiwa. Cita-cita almarhum Papi dan Mami, ya, kalian berarti buat bangsa ini.” (halaman 228-229)
  28. “Saya ingin membangun bangsa ini supaya kualitas hidupnya meningkat, bukan hanya pangan dan rumah, melainkan pendidikan. Rakyat bisa punya wawasan.” (halaman 240)

Baca: Perikardia dan traveling di Jepang

Note: buku ini bisa pesan lewat http://www.mizanestore.com atau di toko buku kesayanganmu.

Happy reading! 📚 📖😊

With Love, ❤️💙

SIMAK JUGA SERBA-SERBI BUKU ALA SAYA BERIKUT INI:

13 thoughts on “[Review Buku]: RUDY Kisah Masa Muda Sang Visioner Karya Gina S. Noer

    1. Alhamdulillah. Saya tau buku ini waktu liat daftar bacaan Kak Ra, tahun 2018. Dari judulnya aja udah tertarik. Dan ternyata pas baca luar biasa menarik dan inspiratif 💝
      Iya, Kak. Yang belum baca mesti baca buku bergizi nan lezat isi pesannya juga ceritanya ❤️

      Like

      1. Alhamdulillah ada juga yang masukin ke lis bacaan, mba ai salah satunya. 😎
        Buku ini termasuk buku paling inspiratif yang Indonesia punya, menurut saya. Heheheh
        Mesti baca! Ayo yang belum jangan sampai melewatkan buku ini. Buku bernilai gizi tinggi. 😄
        Ternyata eyang Habibie gagap bicara karena lebih suka berinteraksi dengan buku. 😄

        Liked by 1 person

      2. Iya Kak. Buku-bukunya Kak Ra termasuk yg susah dicari lho. Saya nunggu buku ini cukup lama, krn nunggu cetak ulang.
        Setuju , Kak. Jarang sekali menemukan buku seperti ini, lagi pula ilmuwan seperti pak Habibie juga sangat langka. Kisahnya pun inspiratif pula. Mesti dibaca oleh siapa pun termasuk para Ibu-Ibu yang sudah punya anak juga, biar bisa mendidik generasi seperti Eyang. Salut sama Mami dan Papinya, Eyang.
        Iya, ternyata oh ternyata 😁
        Untuk bagian baca buku, rasanya kita harus meneladani beliau yang dunianya dari masa kecil tidak jauh dari buku

        Ayo yang belum, dibaca, dibaca buku ini 👍😊 Setuju Kak, ini merupakan buku bernilai gizi tinggi 👍

        Like

      3. Hahahha. Saya kayaknya faktor keberuntungan deh. Kakak saya dulu suka beli buku2 klasik. (Novel angkatan 2000-an beli pada heboh). Sekarang saya tinggal nikmati aja. 😅
        Yap, setuju. Sangat jarang. Banyak pelajaran dari buku ini. Saya jadi pengen baca ulang. Maminya eyang itu luar biasa. Jadi ibu yang sangat mandiri.
        Alhamdulillah, kita udah memulai meneladani eyang, suka baca. 🤭
        Buku ini sungguh membuat otak sehat. Heheheh

        Liked by 1 person

      4. Alhamdulillah, Kak Ra sangat beruntung. Asik dan seru ya, punya Kakak yg juga suka baca. Buku-buku klasik pula, yang sudah langka dan jarang di cetak ulang. Selamat menikmati hasil perjuangan kakak yg udah beli buku-buku klasik 🤩😎
        Kalau saya cuma ngiler liat koleksi klasiknya Kak Ra 😅

        Iya, Kak. Saya merasa bersyukur dan beruntung banget bisa baca dan koleksi buku ini ❤️
        Serasa bertemu Eyang langsung, meski belum pernah ketemu 😂
        Ayo baca ulang, Kak 🤗
        Sangat setuju, Maminya Eyang, benar-benar wanita hebat dan luar biasa tangguh.
        Alhamdulillah, saya bersyukur bisa meneladani Eyang, meski baru sebatas baca buku bukan ilmuwan. Key word yang masih terngiang-ngiang di alam bawah sadar saat baca buku ini, menemukan kata “mata air.”
        Semoga kita bisa menjadi “mata air” yang jernih, sekecil apa pun hal yg kita lakukan. Aamiin 🤲

        Setuju Kak, buku yang membuat otak sehat, jiwa sehat ☺️

        Oya Kak, sejujurnya baca buku ini mengingatkan saya akan sosok Mamak-nya Kak Ra, dimata saya, beliau juga wanita hebat. Mohon sampaikan salam hormat saya untuk Mamak 😊

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s