[Review Buku]: Way Back Into Love Karya Fitri Gita Cinta

Source: cabaca.id

Sinopsis:

Ayahnya pernah bilang, “Tidak semua perempuan sama seperti ibumu. Pasti ada satu gadis yang bersedia hidup bersamamu sampai kematian memisahkan kalian.” Maliq berusaha mempercayainya. Namun perasaan tidak aman kerap kali menghantuinya setiap kali menjalin hubungan dengan perempuan. Maliq belum  pernah jatuh cinta seperti yang diperkirakan kebanyakan orang hanya karena lebih sering melihatnya berganti pacar. Dulu, sewaktu Maliq menganggap meninggalkan pacar-pacarnya pada saat mereka sedang jatuh cinta sejatuh-jatuhnya akan memberikan kepuasaan tersendiri.

Sampai suatu ketika, lelaki itu bertemu dengan perempuan pemilik toko kerajinan tangan di seberang toko aquascape-nya. Namanya Shena. Di hadapan perempuan itu, lidahnya terasa kelu. Ia bahkan sangat gugup ketika Shena memintanya bersama-sama membuat aquascape pesanan kawan ayah Shena.

Dan kisah dua orang yang belum pernah jatuh cinta, sejatuh-jatuhnya, pun dimulai

Novel karya Fitri Gita Cinta ini merupakan novel genre romance pertama yang saya baca di tahun 2020, lewat cabaca.id. Ceritanya menarik. Saya menyukai karakter Maliq dan Shena. Mereka sama-sama anak tunggal, mandiri, meski memiliki orang tua yang bisa menyediakan semuanya, mereka punya pendirian sendiri. Misal Shena, tidak mau dipaksa Papa-nya untuk meneruskan usahanya. Dia lebih baik keluar dari perusahaan Papa-nya dan membuka usaha yang sangat disukainya, meski harus bersitegang dengan orang tuanya. Problem yang dimiliki Shena dan Maliq, hubungan  dengan salah satu orang tua dari mereka masing-masing terjalin tidak harmonis. Shena bersitegang dengan Papa-nya. Maliq dengan Ibunya. Sementara Ibunya Shena dan Ayahnya Maliq, sudah meninggal. Maliq belum bisa memaafkan masa lalu juga Ibunya yang tega meninggalkannya bersama ayahnya.

Baca: Kau, Aku dan Sepucuk Angpao Merah

Setelah Shena dan Maliq bertemu. Sedikit demi sedikit hubungan dengan orang tuanya membaik. Bagaimanakah Maliq dan Shena bisa bertemu? Momen apa yang membuat keduanya semakin dekat? Kejadian apa yang membuat hubungan dengan orang tua masing-masing membuat hubungan dengan orang tua-nya bisa diperbaiki? Bagaimana hubungan Maliq dan Shena, saat Shena tahu ternyata Maliq tidak jujur padanya? Apakah Shena dan Malik bisa bersatu? Temukan jawabannya dengan membaca bukunya 🙂

Yang menarik dari novel yang terdiri dari 22 bab ini, pekerjaan yang dipilih oleh Shena dan Maliq. Dalam novel ini dijelaskan bagaimana Shena sangat menyukai kerajinan tangan, sementara Maliq dengan aquascape-nya. Kemudian  konflik diantara mereka berdua. Hubungan dengan orang tuanya. Sebetulnya, cerita di novel ini sederhana, tetapi manis 🙂 Semanis pertemuan, pertemanan, serta hubungan Shena dan Maliq.

Baca: tetralogi empat musim

Salah satu bab dan setting kesukaan saya, saat Shena dan Maliq berada di CaffeeBus. Maliq memesan kopi, Shena memesan teh. Kalau ada real-nya, saya jadi pengen datang ke CaffeBus 😀

“Kafe itu didominasi warna merah. Merujuk pada warna double decker, bus bertingkat di London, yang digilai Hann sejak masih kanak-kanak. Jendela-jendela kacanya dihiasi dengan stiker bergambar gedung-gedung bertingkat. Di sudut pajang pintu terpajang telepon koin berwarna merah yang sering menjadi spot berfoto kesukaan pengunjung kafe. Sebagian dindingnya memajang foto-foto Hann dan istrinya ketika mengunjungi London. Foto-foto mereka di atas double decker menjadi foto paling epik di dinding itu…”

Pesan moralnya: pertama, jika memiliki hubungan buruk dengan orang tua, maka berusalah untuk memperbaikinya. Sebab jika dibiarkan berlalu begitu saja, maka akan menjadi masalah yang berkepanjangan, baik dari sisi anak maupun orang tua sama-sama terluka. Tapi jika diperbaiki oleh kedua pihak baik anak dan orang tua, hasilnya akan indah, hubungan membaik lagi, bahkan bisa jadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Kedua, tentang memaafkan masa lalu. Ketiga, cinta itu tidak bisa dipaksakan, tapi kalau sudah menemukan jalannya, maka cinta bisa dipersatukan.

“Mama enggak tahu bagaimana menjelaskannya, karena itu seperti sesuatu yang terjadi begitu saja. Seolah ada yang berbisik, itu dia belahan jiwamu. Kamu enggak ingin berjauhan dan kalau pun harus berpisah, rasanya enggak sabar menunggu pertemuan berikutnya. Rindu setengah mati…”

Buku-buku yang saya baca di tahun 2019

Berikut ini beberapa kalimat favorit saya dalam buku Way Back Into Love:

  • “Mamaku bilang, hujan adalah hadiah langit untuk hati yang sedang bersedih.” “Mungkin di suatu tempat ada seseorang yang butuh dihibur Tuhan.”
  • “Papa tidak memintamu melakukan hal yang besar, She. Papa yakin, kamu akan berhasil karena kamu melakukan apa yang kamu sukai.”
  • “Jangan mengambil keputusan gegabah. Memutuskan sesuatu dalam keadaan emosi itu tidak benar.”
  • “Dan aku akan membuktikan ke Papa kalau hal sepele seperti kerajinan tangan juga bisa menyelamatkan hajat hidup orang banyak.
  • “Papaku pernah bilang, aku boleh memiliki impian. Tapi aku tidak boleh lupa kalau sebagai orang tua, Papa juga mengharapkan aku menjadi seperti apa yang diinginkannya. Aku bisa mengerti itu, hanya saja… kami tidak selalu bersepakat dalam banyak hal.”
  • “Jangan dianggap hutang. Setiap tamu harus dilayani dengan baik.”
  • “Mama enggak tahu bagaimana menjelaskannya, karena itu seperti sesuatu yang terjadi begitu saja. Seolah ada yang berbisik, itu dia belahan jiwamu. Kamu enggak ingin berjauhan dan kalau pun harus berpisah, rasanya enggak sabar menunggu pertemuan berikutnya. Rindu setengah mati…”
  • Ayahnya pernah bilang, “Tidak semua perempuan sama seperti ibumu. Pasti ada satu gadis yang bersedia hidup bersamamu sampai kematian memisahkan kalian.”
  • “Suatu hari, Maliq. Kau akan mengerti bahwa mencintai bukan memiliki. Mencintai itu membebaskan. Memberi jalan bagi siapa pun yang kau cintai menemukan kebahagiaannya.”
  • “Pegawai kantoran terikat jam kerja. Aku lebih suka mengatur waktuku sendiri.”
  • Teringat kata ayahnya, “Masa lalu seharusnya hanya menjadi sepenggal kisah. Ia tak boleh lagi memiliki tempat di masa kini, apalagi sampai merebutnya.”
  • “Seperti hubungan yang buruk. Terkadang kita mengira, dengan membiarkannya berlalu begitu saja, dia akan membaik dengan sendirinya. Tapi tidak begitu yang seharusnya. Hubungan buruk membutuhkan usaha untuk mengubahnya menjadi hubungan yang baik.
  • “Kita terkadang perlu mengambil risiko untuk mendapat apa yang kita inginkan. Iya, kan?”
  • “Ketika seorang anak tumbuh menjadi dewasa, dia bukan anak ibunya lagi. Mungkin suatu hari nanti kau juga akan merasakan betapa sepinya menjadi orang tua ketika anak-anak mereka sudah mampu hidup mandiri.”
  • “Ada bakat yang memang sudah dibawa sejak lahir, ada juga bakat yang harus diasah dulu biar cemerlang.”
  • “Kalau kita sudah memilihi menyebur ke laut, jangan cuma berenang tapi menyelam sekalian. Biar bisa melihat keindahan di dalamnya. Tapi, jangan menyelam tanpa persiapan atau pengetahuan tentang lautmu. Nanti kamu bisa kehabisan napas, lalu… mati.”
  • “Ketika kamu menjadi seorang ayah, kamu akan menjadi ayah yang hebat bukan hanya karena kamu bisa menyediakan kehidupan yang layak, tapi juga menunjukkan pada mereka bahwa kamu menyayangi dan mencintai mereka.”
  • “Bisnis adalah bisnis. Kita tidak boleh mencampurkan pekerjaan dengan kesenangan. Aku punya hak yang sama dengan pelanggan yang lainnya.”
  • “Mungkin kamu hanya perlu memberitahunya tentang perasaanmu. Bagaimana kamu menyayanginya. Perempuan selalu bertekuk lutut kalau kamu melakukannya dengan sungguh-sungguh.”
  • “Aku tidak berencana untuk mematahkan hatimu atau meninggalkanmu. Aku berencana untuk selalu bersama denganmu. Sampai kapan pun.”

Selamat menikmati bukunya.

Happy reading! 📚 📖😊

With Love, ❤️💙

2 thoughts on “[Review Buku]: Way Back Into Love Karya Fitri Gita Cinta

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s