[Review Buku] Sebentang Kearifan dari Barat Karya Oki Setiana Dewi

Karena itu, budaya membaca memang harus terus dibiasakan. Agar diri dapat mengetahui dunia yang lebih luas dan ilmu yang lebih banyak dari berbagai genre. Membaca bisa mengubah masa depan dan menambah kecerdasan akal pikiran. Output itu bergantung input-nya. Hingga ada sebuah kalimat , menarik, you are what you read! (halaman 75)

Judul Buku            : Sebentang Kearifan Dari Barat
Penulis                    : Oki Setiana Dewi
Tahun Terbit          : Cetakan I, April 2018
Penerbit                  : Mizania
Jumlah Halaman  : 256 halaman
ISBN                        : 978-602-418-17-34

“Kearifan terbentang di arah mana pun, datang dari siapa pun. Itulah pesan dahsyat penulis lewat perjalanan geografis dan esoteris dalam karya ini.” –Prof.Din Syamsudin, Chairman of Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations.

Saya sebetulnya sudah lama ingin membaca buku karyanya Oki Setiana Dewi, namun selalu ter-skip -_-, karena masih banyak buku yang belum saya beli dan pengen baca juga. Nah, pas harbolnas akhir tahun 2019 di Mizanstore, tak sengaja melihat buku ini dan saya langsung tertarik untuk beli. Setelah baca bukunya, tentu saja saya tidak menyesal baca 😀 Ini merupakan buku  kesekian yang telah dilahirkan Oki, setelah sebelumnya ada buku Melukis Pelangi (2011), Sejuta Pelangi (2011), Cahaya di Atas Cahaya (2012), Hijab I’m in Love (2013), Dekapan Kematian (2014), dan lain-lain (dan tentu saja buku-buku tersebut belum saya baca) -_-. Ternyata Oki ini sangat produktif dalam sekali dalam menulis buku. Pemeran utama Ketika Cinta Bertasbih ini ternyata sempat vakum beberapa tahun menulis buku, dan kemudian di tengah kesibukannya, melahirkan buku berjudul Sebentang Kearifan Dari Barat. Setelah baca buku ini, saya jadi penasaran dengan buku-buku Oki sebelumnya, hehe 🙂

Review Buku Terapi Berpikir Positif

Yang menarik dari buku ini:

  • Buku ini lebih dari sekedar travel account; Oki mengambil refleksi dari perjalanannya. Itulah yang dia sebut sebagai “Sebentang Kearifan dari Barat.” Dengan kandungan yang kaya dan reflektif, karya ini merupakan sumbangan signifikan untuk memperkuat hubungan yang lebih harmonis dan damai di antara masyarakat Muslim dengan dunia Barat.
  • Buku ini inspiratif, di mana Oki selain sebagai fublic figure, tetap mengurus rumah tangga, aktif berdakwah, kemudian tetap melanjutkan sekolah hingga S3, dan yang saya salut tentu saja Oki masih menyempatkan diri untuk menulis buku, menuliskan kisah perjalannya ini. *tepuk tangan* Dan saat Oki menerima dua beasiswa di tahun 2017, dia sedang dalam kondisi hamil anaknya yang ketiga. Salut dan super mantap 🙂
  • Jadi tahu tentang bagaimana Islam berkembang di negara Barat khususnya Australia dan Jerman, sebab penulisnya mengikuti Muslim Exchange Program (Program Pertukaran Muslim), yang memungkinkan dia mendapat pengalaman  berharga bertemu dan bertukar pikiran  dengan saudara-saudara Muslim di Australia serta memperoleh kesempatan untuk merasakan sendiri bagaimana Islam tumbuh dan hidup di Australia. Pada 2017, Oki mendapatkan dua beasiswa dari – Indonesia Institute (AII) melalui program Muslim Exchange Program (MEP) dan The Goethe Institute (Lembaga Budaya Republik Federal Jerman) melalui program Kehidupan Kaum Muslim di Jerman, yang bekerjasama dengan Universitas Paramadina. Melalui kedua lembaga tersebut, Oki memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dalam denyut nadi kehidupan masyarakat Muslim di Australia dan Jerman. Selain itu, Oki bersama beberapa sahabat dari Malaysia dan Singapura menjelajah bumi Andalusia (Spanyol), dalam program sebuah pembangunan masjid di Sevilla.

“Inilah tahadduts bin ni’mah yang kulakukan. Kugambarkan kebahagianku atas kenikmatan yang telah kudapatkan. Atas anugerah itu, aku perlu menceritakan kepada orang lain sebagai implementasi rasa syukur yang mendalam. Upaya menceritakan ulang ini merupakan bentuk pengingatku atas ucapan Al Hasan bin Ali, “Jika engkau mendapat kebaikan atau melakukan kebaikan, maka sebutlah dan ceritakanlah di depan saudaramu yang kamu percayai bahwa ia akan mengikuti jejak yang baik tersebut.” (halaman xxv)

Seperti yang dikatakan oleh penulisnya, “Selamat membaca sahabat! Selamat merasakan apa yang aku rasakan, melihat apa yang kulihat, mendengar apa yang kudengar, lewat tulisan sederhana ini. (halaman xxix). Kalau kamu suka baca buku-buku perjalanan yang inspiratif, buku ini salah satunya. Disajikan dengan bahasa ringan, dan sensasinya seperti sedang mengikuti perjalanan Oki yang penuh hikmah serta membuka wawasan tentang bagaimana Islam tumbuh di negara yang dikunjungi. Lewat buku ini pun saya seakan diajak untuk belajar menghargai, menghormati dan menjadi tahu bagaimana perjuangan para Muslim di Barat (khususnya di negara yang Oki kunjungi) dalam mempertahankan keimanan serta bagaimana tumbuh di lingkungan minoritas tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai Muslim.

Review Buku PERIKARDIA karya dr. Gia Pratama

Berikut ini kalimat-kalimat favorit saya dalam buku Sebentang Kearifan dari Barat:

  1. “Kita harus jadi Muslim yang berkualitas. Kita adalah duta Islam. Orang melihat Islam dari diri kita. Kita harus memiliki karakter yang bagus dan itulah dakwah kita. Orang bisa mengikuti karena kita berakhlak baik. Anakku contohnya. Dia pandai di sekolah, tidak minum, dan sangat menjaga pergaulan. Padahal dia bersekolah di sekolah umum. (halaman 19)
  2. … Dan disitulah dakwah dimulai. Menyebarkan kebaikan-kebaikan terkadang lebih mudah dengan menjadikan diri sebagai teladan terlebih dahulu,”… (halaman 20)
  3. … Ya, kita sebagai umat Islam harus menampilkan wajah yang kaffah, yang rahmatan lil alamin, karena orang akan melihat Islam dari perilaku para pemeluknya. (halaman 20)
  4. Tugas kita bukan men-jahanamkan seseorang. (halaman 20)
  5. … “Orang bisa dengar dakwah kita kalau kita sudah bersahabat dengannya, dia nyaman, dan percaya pada kita. Kita perlu saling mengenal  dan berteman dulu. Dengan begitu, kita bisa saling mengerti dan membagi nilai-nilai kebaikan.” (halaman 22)
  6. Maka, dapat disimpulkan, dakwah dengan al-mau’izhah al-hasanah dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti nasihat, kisah-kisah, pengajaran, kabar gembira, dan peringatan yang disampaikan dengan bahasa yang baik sehingga dapat masuk ke dalam hati pendengarnya dengan penuh kasih sayang. (halaman 23)
  7. … Ingat, di dunia Barat perlu dai yang memahami kondisi mereka. Ketika kamu berada di sini, paling tidak kau akan mengetahui strategi dakwah apa yang bisa kau pakai.” (halaman 25)
  8. “Persoalan di sini bukanlah mengajak mereka masuk Islam, melainkan membuat mereka tidak memiliki perspektif negatif tentang Islam dan mengerti Islam. Namun, pastikan kokoh dulu akidahnya. Kembalikan sesuatu pada Al-Quran dan hadis, sehingga berbagai macam ilmu yang masuk, serta lingkungan yang ada di sekitar membantumu semakin saleh, bukan justru menjeremuskanmu.” (halaman 25)
  9. … Sementara bangsa Barat dikenal dengan kepribadiaan individualistik. Individual di sini kupahami sebagai sikap seseorang yang meyakini bahwa setiap orang memiliki ruang privat, khususnya hak dan urusannya masing-masing. Namun, menjaga ruang privat ini bukan berarti tak peduli urusan orang lain. Karena itu, individualis yang kuyakini di negeri Barat ini bukan mengarah pada sifat egois, melainkan mengarah pada memahami dan menghormati kepentingan orang lain. (halaman 29)
  10. “Kami sama seperti kalian yang menginginkan hidup  dengan tenang, tenteram, penuh cinta, dan kasih sayang. Jika ada teman kalian yang melakukan  kejelekan atau keburukan, maka jangan benci orangnya, tspi bencilah perbuatannya. Sama halnya jika ada orang Islam atau agama apa pun melakukan kesalahan, maka jangan salahkan Islamnya atau agamanya. Karena pada dasarnya semua agama mengajarkan untuk berbuat baik, untuk menciptakan kedamaian, untuk menebarkan cinta kasih kepada sesamanya.” (halaman 44)
  11. … “Maafkan. Berbuat baik, dan abaikan. Tinggalkan saja. Tak usah dilayani…. (halaman 63)
  12. Pesanku, teruslah membaca buku. Buku adalah jendela dunia. Walau zaman telah modern, kalian bisa membaca buku bahkan lewat telepon genggam kalian, aku tahu buku-buku ini takkan pernah punah. Setiap lembarannya yang kalian sentuh dengan jemari kalian  memiliki sensasi sendiri. (halaman 74)
  13. Karena itu, budaya membaca memang harus terus dibiasakan. Agar diri dapat mengetahui dunia yang lebih luas dan ilmu yang lebih banyak dari berbagai genre. Membaca bisa mengubah masa depan dan menambah kecerdasan akal pikiran. Output itu bergantung input-nya. Hingga ada sebuah kalimat , menarik, you are what you read! (halaman 75)
  14. Bagi kami, semua informasi ini adalah data yang sangat berharga untuk dibagikan kepada banyak orang. Sebagaimana dikatakan oleh Sayyid Quthb, “Satu peluru hanya dapat menembus satu kepala, tetapi satu tulisan dapat menembus seribu kepala.” Kami bertekad membuat tulisan bermanfaat mengenai pengalaman kami selama di sini. (halaman 99)
  15. Karenanya aku menganjurkan para generasi muda untuk melangkah ke bumi Allah lainnya, yang luas, yang penuh daya tarik, sarat sejarah, agar segala prasangka kita memudar. (Halaman 130)
  16. Ya, tanggung jawab pemuda Islam dalam pengembangan masyarakat di mana pun mereka berada memang tak pernah usai. Setidaknya dengan saling bertukar cerita seperti ini, kami akan saling memberi semangat untuk bisa berkontribusi bagi agama ini. (Halaman 136)
  17. “Jangan sampai mereka semakin merajalela karena prasangka buruk mereka tentang Islam adalah benar. Itu sebabnya aku tak pernah menunjukkan kemarahanku saat dilecehkan atau dihina secara verbal,” … (halaman 142)
  18. Aku jadi teringat pada pesan Profesor B.J Habibie saat suatu hari berkunjung ke rumahnya, untuk membantu Kampanye Pesawat R80 yang hendak diluncurkan di Indonesia. Beliau berpesan agar semua anak bangsa, laki-laki maupun perempuan, harus sekolah setinggi-tingginya. Tak hanya Iman dan takwa yang terpatri dalam diri seorang Muslim, tapi juga ilmu pengetahuan dan teknologi. (Halaman 165)
  19. Aku berharap siapa pun yang melakukan perjalanan Demi perjalanan, menjadikan kita kian takjub akan Kemahabesaran Allah atas segala perbedaan yang ada. Lalu, kita semakin teguh  dalam keimanan,tapi menghormati dan menghargai perbedaan di sekeliling kita. (Halaman 170)
  20. Itu sebabnya aku setuju dengan ungkapan bahwa orang Islam harus kaya. Kekayaannya bisa digunakan untuk menolong banyak orang, menjaga harga diri, dan kehormatan Muslim lainnya. 💙💙💚💚 (halaman 189)
  21. Rangkaian perjalananku menjelajah Bumi Barat ini nyatanya bukan menggerus keyakinanku, tetapi justru memperkaya dan mengokohkan keimananku. Allah menginginkanku untuk berkenalan dengan hamba-hamba-Nya yang lain. Hal ini untuk menyadarkanku atas segala sesuatu. Aku menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang telah menciptakan segala perbedaan dan menjadikannya begitu Indah penuh warna. (Halaman 230)

Happy reading! 📖📚😊

With Love, ❤️

SIMAK JUGA SERBA-SERBI BUKU ALA SAYA BERIKUT INI:

2 thoughts on “[Review Buku] Sebentang Kearifan dari Barat Karya Oki Setiana Dewi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s