[Review Buku] IKIGAI Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur Ala Orang Jepang

Cepat atau lambat, kita semua harus menghadapi saat-saat sulit, dan cara kita melewatinya bisa membuat perbedaan besar pada kualitas hidup kita. Latihan yang tepat bagi pikiran, tubuh, dan ketahanan emosional sangat penting untuk menghadapi pasang surut kehidupan. (halaman 183-184)

Judul                    : IKIGAI Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur Ala Orang Jepang
Genre                    : Self Improvement
Penulis                  : Hector Gracia dan Francesc Miralles
Penerbit                : Penerbit Renebook
Penerjemah          : Krisnadi Yuliawan
Tahun Terbit        : Cetakan I, Desember 2019
Jumlah Halaman: 232 halaman
ISBN                      : 978-602-1201-80-0

Sinopsis:

Merasa lelah dengan hidupmu dan ingin lebih bahagia serta panjang umur? Pertama dan utama, jangan percaya omongan motivator! Kesuksesan dan kebahagiaan hidup tak semudah itu. Cobalah resep hidup bahagia orang Jepang yang sudah terbukti ini: Ikigai!

Orang-orang Jepang percaya, setiap manusia memiliki Ikigai-nya sendiri-sendiri, yakni alasan kita hidup di dunia ini. Semacam tugas kehidupan yang membuat kita selalu semangat menjalani hidup, apa pun kondisinya. Maka tak heran, menurut WHO, Ikigai telah membuat bangsa Jepang masuk dalam deretan manusia dengan rata-rata harapan hidup tertinggi di dunia dan bahagia.

“Ikigai menjadi salah satu cara menjelaskan rahasia umur panjang orang Jepang. Buku ini memaparkan sejumlah rahasia hidup sehat para centenarian, baik dari Jepang maupun dunia—Koran Jakarta

Ikigai memungkinkanmu menyongsong masa depan, bahkan jika hidupmu saat ini sengsara. Buku ini akan membantumu menjalani kehidupan yang lebih memuaskan—BBC

Anda mungkin sudah mencoba Lagom dan Hygge, tetapi nyatanya Ikigai-lah kunci utama kebahagiaan Anda.—The Independen

Roadtrip ke Jepang di awal januari lalu, benar-benar sangat mengesankan, terutama ketika bertemu banyak orang Jepang yang kebanyakan saat saya temui mereka sangat menyenangkan. Saya jadi semakin mencari tahu tentang Jepang (berasa kayak mau persiapan ke Jepang lagi -_-) atau entah ini karena saya belum move on dari Jepang, ya? Alhasil, saya searching  referensi buku-buku yang menyangkut Jepang tapi yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dua buku sudah dalam genggaman dan sudah selesai saya baca, yang sebelumnya berjudul Hidup Minimalis Ala Orang Jepang dan yang kedua buku Ikigai ini. Saya searching bukunya pas masih di Jepang, dan ketika sampai di Indonesia langsung cari di toko buku online. Yang lainnya? masih dalam wishlist daftar buku incaran 😀

Buku ini ditulis oleh dua orang penulis, dan  dipersembahkan penulisnya, Hector Garcia:  “Untuk saudaraku, Aitor, yang paling sering mengatakan kepadaku dibandingkan orang lain, ‘Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan pada hidup saya.” Dan juga dipersembahkan Francesc Miralles: “Untuk semua masa lalu, masa kini, dan masa depan saya karena telah menjadi rumah dan motivasi saya sepanjang jalan.”

Baca juga: review buku SUTERU! GIJUTSU Seni Membuang Barang Karya Nagisa Tatsumi

Sangat menyenangkan bisa membaca buku ini. Saya baru tahu, bahwa perfektur  Okinawa ternyata memiliki angka harapan hidup yang tinggi.

“Menurut organisani Kesehatan Dunia (World Health Organization), Jepang memiliki tingkat harapan hidup yang tinggi bila dibanding negara lain, 85 tahun untuk pria dan 87,3 tahun untuk wanita. Selain itu, Jepang juga memiliki rasio centenarian tertinggi di dunia, lebih dari 520 untuk setiap juta orang (per September 2016). (halaman 135)

Ikigai berasal dari konsep Jepang, yang bisa diterjemahkan kira-kira sebagi “Berbahagia dengan tetap menyibukkan diri. Ikigai kita berbeda satu sama lain. Namun, satu hal yang sama adalah bahwa kita semua mencari makna.

Buku ini membahas aturan Ikigai diantaranya sebagai berikut:

  1. Terus aktif, jangan pensiun
  2. Perlahan saja
  3. Jangan penuhi perutmu
  4. Kelilingi dirimu dengan teman baik
  5. Bugar untuk ulang tahunmu yang akan datang
  6. Senyumlah
  7. Berhubungan kembali dengan alam
  8. Bersyukurlah
  9. Hiduplah pada saat ini
  10. Ikuti Ikigai-mu
Suasana dan kehidupan di salah satu sudut kota di Tokyo, Jepang

Buku ini juga membahas rahasia umur panjang ala IKIGAI:

  1. Mengonsumsi makanan yang seimbang dan menyerap lebih banyak kalsium
  2. Menjemur diri di bawah sinar matahari secukupnya setiap hari
  3. Tidur nyenyak yang cukup
  4. Menghindari stress, alkohol, tembakau dan kafein

Kemudian, rahasia hidup bahagia ala IKIGAI adalah:

  1. Jangan khawatir
  2. Tumbuhkan kebiasaan baik
  3. Peliharalah kebiasaan baik
  4. Hiduplah dengan tidak tergesa-gesa
  5. Selalu optimis

Membaca buku ini membuat saya banyak berpikir ulang tentang hal-hal yang sudah dan belum saya lakukan. Memikirkan tentang apakah saya sudah on track dalam menjaga kesehatan.  Seperti konsep yang menarik di Jepang yang terkenal sebagai hara hachi bu, aturan makan hanya 80 persen. Konsep ini rasanya sudah tak asing bagi saya, hal ini dalam  keyakinan saya sebagai muslim sudah diajarkan Rasulullah tentang berhentinlah makan sebelum kenyang. Hanya berbeda istilah, bedanya orang Jepang khusunya Okinawa menerapkan konsep ini dengan baik. Sementara saya, masih harus mendisiplinkan diri, kalau ada banyak makanan seringkali kalap dan makan sampai kenyang -_-, padahal seharusnya saya berhenti makan sebelum kenyang. Perlahan saya harus mendisiplinkan diri lagi. 🙂

Alternatif lain untuk mengikuti untuk mengikuti aturan 80 persen ialah dengan berpuasa satu atau dua hari setiap minggu. Diet 5:2 merekomendasikan dua hari puasa (mengonsumsi kurang dari lima ratus kalori) setiap minggu dan makan dengan normal pada lima hari lainnya. Diantara banyak manfaatnya, puasa membantu membersihkan sistem pencernaan dan memungkinkan sistem pencernaan untuk beristirahat. (halaman 142)

Pada saat membaca pembahasan ini, saya cukup kaget juga, alternatif ini jauh lebih mudah. Dan sebagai muslim, saya mengenal puasa ini sebagaimana sudah dicontohkan Rasulullah Saw untuk melaksanakan puasa sunnah senin – kamis. Dulu, saya tahunya hanya sunnah saja, dan saya sudah membiasakan diri sejak masa sekolah menengah pertama. Saya tidak tahu kalau secara ilmu kesehatan ini sangat bagus. Kalau di pikir-pikir, saya memang belum mencapai usia lansia, jadi belum tahu apakah dengan mempraktikan ini bisa menambah acuan untuk hidup lebih lama. Namun, manfaat langsung yang saya rasakan saat ini dengan melakukan alternatif ini atau biasanya saya puasa senin-kamis, alhamdulillah jarang sakit. Baiklah, saya masih harus mendisiplinkan diri untuk aturan makan sebelum kenyang namun sambil terus mempertahankan yang sudah menjadi kebiasaan saya. Baca buku ini pokoknya saya banyak merenung.

Sebenarnya, walaupun Jepang penduduknya bukan mayoritas muslim, namun cara hidup mereka melekat hal-hal yang sangat baik dan seperti menerapkan atau mengadaptasi hal-hal yang biasa dilakukan para muslim, seperti tentang menjaga kebersihan (Jepang ini salah satu negara yang bersih dan aman, untuk urusan semisal toilet, saya salut banget, mereka sangat bersih), makannya berhenti sebelum kenyang, kalau makan mereka fokus pada makanan, dan konsep 5:2 yaitu dengan melakukan puasa untuk kesehatan. Secara personal, orang-orangnya juga ramah dan helpful, dan masih banyak lagi.

Yang menarik dari buku ini:

  • Saya sangat suka design dari bukunya, keren! Terasa Jepang sekali, apalagi ada bunga sakuranya. Jepang sangat identik dengan bunga sakura (padahal sebetulnya bunga sakura tidak hanya di Jepang saja).
  • Di bab bergerak sederhana, hidup lebih lama dilengkapi dengan contoh gerakan-gerakan sederhana yang bisa kita contoh (disesuaikan saja dengan minat dan kebutuhanmu) pada saat membaca buku ini.
  • Buku self improvement yang sangat inspiratif. Sesuai dengan judulnya rahasia hidup bahagia dan panjang umur ala orang Jepang, lewat buku ini saya semakin terbuka wawasan bahwa tidak sulit melakukannya, hanya butuh tekad yang kuat saja untuk menemukan ikagai dalam diri masing-masing.
  • Membahas tentang diet okinawa, caranya cukup mudah, dan dikasih tau juga makanan apa saja (silahkan baca bukunya)
  • Terdapat palajaran dari dan cerita dari para master umur panjang (silahkan baca bukunya).
  • Dalam buku ini tidak memasukkan unsur kebahagian berdasarkan jumlah kekayaan yang kita miliki, yang seringkali menjadi tolak ukur. Kita diajak untuk menemukan ikigai masing-masing pembaca yang pada dasarnya ikigai setiap orang itu berbeda. Namun, sejatinya apa pun bentuk kebahagiaan yang kini cari, ketahuilah bahwa bahagia itu ada di dalam hati setipa orang. Ini semua tentang sudut pandang dan bagaimana cara kita memaknai kata “bahagia.” 🙂 🙂
  • Sungguh buku self improvement yang bergizi dan akan membuka wawasan kita untuk mengetahui rahasia hidup bahagia dan umur panjang ala orang Jepang.
  • Habis baca buku ini, saya jadi pengen ke Jepang lagi -_-
  1. Jika Anda pergi ke Jepang, Anda akan menyaksikan ganbaru secara langsung di hampir setiap bidang. (halaman 73)

Suasana di salah satu kota di Jepang dilihat dari sebuah tower

SUBSCRIBE AISAIDLUV

Baca juga:

Berikut ini kalimat-kalimat favorit saya dalam buku ini:

  1. Salah satu ucapan yang paling umum di Jepang adalah “Hara hachi bu”, yang diulang sebelum atau sesudah makan dan berarti “isi perut Anda sampai 80 persen.” Kearifan kuno mereka menyarankan agar makan tidak sampai kenyang. Inilah sebabnya warga Okinawa berhenti makan ketika merasa perut mereka mencapai 80 persen dari kapasitasnya. (halaman 10)
  2. Mengunsumsi kudapan tambahan tersebut hanya memberikan kesenangan jangka pendek. Akan tetapi, tidak memakannya akan membuat kita lebih bahagia di masa depan. (halaman 10)
  3. Ada banyak hikmah dari ungkapan klasik mens sana in corpore sano (dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat). Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa baik pikiran maupun tubuh sama penting dan bahwa kesehatan seseorang terhubung dengan orang lain. (halaman 17)
  4. Memiliki pikiran muda juga mendorong Anda menuju gaya hidup sehat yang akan memperlambat proses penuaan. (halaman 17)
  5. … lebih jauh lagi, pandangan yang lebih positif akan memberikan keuntungan mental yang lebih besar. (halaman 19)
  6. … meskipun tantangan itu bagus untuk menjaga pikiran dan tubuh tetap aktif, kita harus menyesuaikan kebiasaan memiliki stress tinggi untuk menghindari penuaan dini pada tubuh. (halaman 23)
  7. Pikiran memiliki kekuatan luar biasa atas tubuh dan seberapa cepat ia menua. Kebanyakan dokter setuju bahwa rahasia menjaga tubuh tetap awet muda adalah menjaga agar pikiran tetap aktif—elemen kunci ikigai—dan tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan. (halaman 30)
  8. … dengan kata lain, mereka yang menghadapi tantangan dengan pandangan positif dan mampu mengelola emosinya berada di jalur yang benar dalam perjalanan menuju umur panjang. (halaman 30)
  9. Banyak centenarian dan supercentenarian memiliki profil yang sama: mereka sempat memiliki kehidupan yang sangat sulit. Namun, mereka tahu cara melalui tantangan itu dengan sikap positif dan tidak terbebani oleh rintangan yang mereka hadapi. (halaman 31)
  10. “Segala sesuatu dapat diambil dari seorang manusia, kecuali satu hal; yaitu kebebasan manusia untuk memilih sikap dalam situasi tertentu, untuk memilih jalan sendiri.” Itu adalah sesuatu yang harus dijalani sendiri tanpa bantuan. (halaman 37)
  11. Terapi Morita tidak dimaksudkan untuk menghilangkan gejala. Sebailknya, ia mengajarkan kita untuk menerima keinginan, kecemasan, ketakutan, dan kekhawatiran, lalu membiarkannya pergi. Morita menulis dalam bukunya Morita Theraphy and the True Nature of Anxiety-Based Disorders, “Dalam hal perasaan, lebih baik menjadi kaya dan murah hati.” (halaman 47)
  12. Temukan tujuan hidup. Kita tidak bisa mengendalikan emosi, tetapi bisa mengendalikan tindakan kita setiap hari. (halaman 49)
  13. Namun, jika sebuah buku sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan, serta menambahlan sesuatu pada apa yang sudah kita ketahui, kita akan membenamkan diri dalam bacaan, dan waktu pun mengalir. Kesenangan dan kepuasan merupakan bukti bahwa kita tengah selaras dengan ikigai (halaman 61)
  14. Sebuah kompas yang baik, akan selalu membawa Anda ke arah yang Anda tuju. Hal itu tidak berarti bahwa Anda harus memulai perjalanan tanpa tujuan yang sudah ditetapkan. Maksudnya adalah memahami bahwa jalan menuju tujuan mungkin tidak lurus, tetapi Anda bisa selesai lebih cepat dan lebih efisien jika Anda berjalan melalui rute sulit yang tak direncanakan sebelumnya. (halaman 63)
  15. Begitu Anda mengambil langkah kecil pertama, kecemasan akan hilang, dan Anda akan mengalir, melaksanakan kesenangan dalam aktivitas yang Anda lakukan. (halaman 64)
  16. Kita sering berpikir menggabungkan beberapa pekerjaan sekaligus akan menghemat waktu. Namun, bukti ilmiah menunjukkan sebaliknya. Bahkan orang yang mengaku pandai multitasking sebenarnya mereka tidak terlalu produktif. Mereka justru orang-orang yang paling tidak produktif. (halaman 66)
  17. Berkonsentrasi pada satu hal pada satu waktu mungkin faktor terpenting untuk mengalir, untuk meraih flow. (halaman 66)
  18. Terknologi itu bagus, asalkan kita bisa mengendalikannya. Tidak begitu bagus jika teknologi yang mengendalikan kita. Bagus misalnya, saat Anda harus menulis makalah penelitian, lalu duduk di depan komputer dan menggunakan Google untuk mencari informasi yang Anda butuhkan. (halaman 66)
  19. Satu stereotif yang tersebar luas tentang orang Jepang ialah mereka pekerja keras dan sangat berdedikasi, meskipun beberapa orang Jepang mengatakan bahwa kelihatannya saja mereka bekerja keras dari yang sebenarnya. Namun, tidak diragukan lagi, mereka memiliki kemampuan untuk benar-benar terserap dalam suatu tugas, atau super tekun bila ada masalah yang harus dipecahkan. Salah satu kata pertama yang dipelajari saat memulai pelajaran bahasa Jepang ialah ganbaru, yang berarti ‘tekun’ atau ‘tetap teguh melakukan yang terbaik.” (halaman 73)
  20. Jika Anda pergi ke Jepang, Anda akan menyaksikan ganbaru secara langsung di hampir setiap bidang. (halaman 73)
  21. Orang Jepang memiliki bakat unik dalam menciptakan teknologi baru sembari melestarikan teknik dan tradisi lama. (halaman 76)
  22. Pendiri Apple Steve Jobs adalah penggemar berat negeri Jepang. Ia tidak hanya mengunjungi pabrik Sony di tahun 1980-an dan mengadopsi banyak metode mereka saat mendirikan Apple, dia juga terpukau oleh kesederhanaan dan kualitas porselen Jepang di Kyoto. (halaman 76-77)
  23. Apa kesamaan pengrajin Jepang, insinyur Sony, filsuf Zen, dan sushi? Kesederhanaan dan perhatian terhadap detail. Hal ini merupakan kesederhanaan canggih yang selalu mencari batas-batas baru, selalu membawa objek, tubuh dan pikiran, atau masakan ke tungkat berikutnya, sesuai dengan ikigai-nya. (halaman 79)
  24. Bila seseorang—entah seniman, insinyur, atau koki—berketetapan hati menciptakan sesuatu, tanggung jawabnya adalah menggunakan alam untuk memberinya kehidupan sambil menghormati alam itu setiap saat. (halaman 81)
  25. Orang Jepang terampil membawa alam dan teknologi secara bersama-sama. Bukan manusia versus alam, melainkan gabungan keduanya. (halaman 81)
  26. Bahkan Bill Gates pun mencuci piring setiap malam. Dia mengaku menikmatinya karena mencuci piring membantu dirinya untuk rileks dan menjernihkan Triknya, Bill Gates mencoba melakukannya sedikit lebih baik setiap hari, mengikuti tatanan terukur atau seperangkat aturan yang dia buat untuk dirinya sendiri: pertama piring, kedua garpu, dan sebagainya. (halaman 86)
  27. Saat berbisnis di Jepang, proses, tata krama, dan cara mengerjakan sesuatu lebih penting daripada hasil akhir. (halaman 90)
  28. Orang yang paling bahagia bukanlah orang yang paling banyak pencapaiannya. Orang yang paling bahagia adalah orang yang menghabiskan lebih banyak waktu dalam flow; dalam keadaan mengalir. (halaman 91)
  29. Flow itu misterius. Persis seperti otot, semakin Anda melatihnya, semakin banyak Anda memiliki flow, dan semakin dekat Anda dengan ikigai Anda. (halaman 93)
  30. Osamu Tezuka, bakap manga Jepang modern, punya semangat yang sama. Sebelum dia meninggal pada 1989, kata-kata yang ia ucapkan saat menggambar kartun terakhirnya adalah, “Tolong, biarkan saya bekerja.” (halaman 98)
  31. Mereka bukan pahlawan super, tetapi kita bisa melihat mereka seperti pahlawan super karena telah menghabiskan lebih banyak waktu di planet ini daripada harapan hidup rata-rata manusia. (halaman 97)
  32. “Jika pikiran dan tubuh Anda sibuk, Anda akan lama ada di sini.” (halaman 102)
  33. “Jangan tajut mati. Karena Anda terlahir untuk mati.” (halaman 103)
  34. Tak ada yang ragu, superstar internasional umur panjang adalah Jepang, yang memiliki tingkat harapa hidup tertinggi disbanding Negara manapun. Selain diet sehat yang akan kita jelajahi secara rinci nanti dan sistem perawatan kesehatan terpadu tempat orang terbiasa pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan rutin mencegah penyakit, umur panjang di Jepang sangat terkait dengan budayanya. (halaman 109)
  35. Rahasia umur panjang adalah tidak perlu khawatir. Jaga agar hatimu tetap muda, jangan biarkan dia menjadi tua. Bukalah hatimu pada orang-orang dengan senyum manis di wajah. (halaman 112)
  36. “Hal-hal penting untuk kebahagiaan hidup ini adalah adanya sesuatu yang harus dilakukan, sesuatu untuk dicintai, dan sesuatu yang bisa diharapkan. (halaman 122)
  37. “Saya menanam sayuran sendiri dan memasakna sendiri. Itulah ikigai” (halaman 125)
  38. “Makanlah sayuran, itu membantu hidup Anda hidup lebih lama.” (halaman 126)
  39. “Rahasia untuk hidup panjang adalah tidur lebih awal, bangun pagi-pagi, dan berjalan-jalan. Hidup damai dan nikmati hal-hal kecil. Berkumpul bersama dengan teman. Musim semi, panas, gugur, atau musim dingin, nikmati setiap musim dengan gembira.” (halaman 128)
  40. “Setiap hari saya berkata pada diri sendiri, “Hari ini akan penuh dengan kesehatan dan energy. Hiduplah sebahagia mungkin.” (halaman 129)
  41. “Umur saya Sembilan puluh delapan, tetapi saya anggap diri saya masih muda. Masih banyak yang harus dilakukan.” (halaman 129)
  42. “Hal-hal pentinh untuk kebahagiaan dalam hidup ini adalah adanya sesuatu untuk dicintai, dan dilakukan, sesuatu yang bisa diharapkan—Washington Burnap (halaman 131)
  43. Studi di kawasan Zona Biru menunjukkan bahwa orang-orang yang hidup paling lama bukanlah mereka yang melakukan olahraga paling banyak, melainkan orang yang paling banyak bergerak. (halaman 151)
  44. Penduduk Ogimi banyak berjalan, pergi menikmati karaoke dengan tetangga, bangun pagi-pagi sekali, dan segera setelah sarapan pagi—atau bahkan sebelumnya—mereka keluar untuk menyiangi kebun. Mereka tidak pergi ke gym atau berolahraga secara intens, tetapi mereka hampir tidak pernah berhenti bergerak dalam rutinitas sehari-hari. (halaman 151)
  45. Cepat atau lambat, kita semua harus menghadapi saat-saat sulit, dan cara kita melewatinya bisa membuat perbedaan besr pada kualitas hidup kita. Latihan yang tepat bagi pikiran, tubuh, dan ketahanan emosional sangat penting untuk menghadapi pasang surut kehidupan. (halaman 183-184)
  46. “Jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali.—pepatah Jepang (halaman 184)
  47. Tuhan, beri kami anugerah untuk menerima dengan tenang hal-hal yang tidak dapat diubah. Keberanian untuk mengubah hal-hal yang harus diubah. Dan kebijaksanaan untuk membedakan dua hal itu. (halaman 184)
  48. Orang bijak dapat hidup dengan kesenangan, tetapi harus selalu sadar betapa mudahnya diperbudak oleh kesenangan itu. (halaman 185)
  49. Kebahagiaan selalu ditentukan oleh hatimu. (halaman 204)
  50. Pada saat hidup Anda memiliki tujuan, Anda akan mencapai keadaan bahagia, mengalir dalam segala yang Anda lakukan, seperti kaligrafer dengan kanvasnya atau koku yang bahkan setelah setengah abad, masih menyiapkan sushi untuk pelanggannya dengan cinta yang sama. (halaman 204)
  51. Tidak ada strategi yang sempurna untuk terhubung dengan ikigai Akan tetapi, apa yang kita pelajari dari orang-orang Okinawa adalah bahwa kita tidak perlu khawatir dalam proses menemukannya. (halaman 205)

Selamat menikmati buku self improvement ini. Dan buku ini bisa jadi salah satu koleksi yang bisa kamu miliki.

Happy reading! 📖📚😊

With Love, ❤️

SUBSCRIBE Aisaidluv

SIMAK JUGA SERBA-SERBI BUKU ALA SAYA BERIKUT INI:

6 thoughts on “[Review Buku] IKIGAI Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur Ala Orang Jepang

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s