[Review Buku] ORIGIN Karya Dan Brown

“Terkadang, yang perlu kau lakukan adalah memutar balik sudut pandangmu untuk dapat melihat kebenaran orang lain.” (halaman 487).

Judul                    : ORIGIN
Genre                    : Thriller
Penulis                  : Dan Brown
Penerbit                : Penerbit Bentang Pustaka
ISBN                      : 978-602-291-442-6
Tahun Terbit        : Cetakan sembilan, Oktober 2019
Jumlah Halaman: 516 halaman; 23,5 cm
Penerjemah          : Inggrid Dwijani Nimpeon, Reinitha Amalia Lasmana, Dyah Agustine

Sinopsis:

Robert Langdon diundang menghadiri acara pengungkapan penemuan Edmond Kirsch, seorang miliader sekaligus ilmuan komputer di Museum Guggenheim, Spanyol. Kirsch yang ateis, sesumbar temuannya akan mengubah wajah dunia selamanya. Temuan yang akan diklaim akan menjawab dua pertanyaan fundamental eksistensi  manusia itu digelar secara langsung melalui internet dan disiarkan ke seluruh dunia.

Namun, terjadi kekacauan. Kirsch terbunuh, sementara Langdon malah ditubuduh terlibat dalam pembunuhan dan menculik tunangan calon raja Spanyol. Langdon harus berkejaran dengan waktu untuk membuktikan bahwa dia tak bersalah, sekaligus mengungkap apa sebenarnya temuan Kirsch yang membuat pria itu harus kehilangan nyawa. Menyusuri koridor-koridor gelap rahasia sejarah dan agama, Langdon harus berpikir cepat untuk mengungkap rahasia sekaligus menghindari musuh yang sepertinya tahu segala dan mendapat dukungan dari Istana Kerajaan Spanyol.

Berhasilkah Langdon memecahkan teka-teki temuan Kirsch yang sepertinya menyalakan api konspirasi jahat di seluruh dunia? Tokoh-tokoh agama terbunuh, kaum fanatik menebarkan ancaman, sementara musuh tersembunyi terus bisa menebak langkah mereka. Pada saat sepertinya tak ada jalan keluar, satu sosok misterius membantu Langdon di sepanjang jalan. Siapakah sosok dingin tanpa emosi ini?  Akankah dia benar membantu Langdon mengungkapkan temua Kirsch atau malah menjebak Langdon dalam kelindan konspirasi yang akan menghancurkan kemanusiaan?

“Bergembiralah para penggemar The Da Vinci Code! Robert Langdon kembali lagi untuk memecahkan misteri semesta.”—People Magazine

“Brilian … ini tidak hanya akan mengguncang apa yang kau percaya selama ini, tetapi akan menghancurkannya.”—Janet Maslin, The New York Times

“Robert Langdon kembali terlibat dalam peristiwa global yang mengguncang dunia. Seperti novel-novel sebelumnya, riset Dan Brown dalam bidang seni, arsitektur, dan sejarah bersinar di setiap halamannya.”—Entertainment Weekly

Apakah kamu suka membaca buku genre Thriller? Suka buku yang bikin kamu deg-degan, tidak tahu mau dibawa ke mana cerita ini? Mau di bawa ke lokasi mana lagi setelah ini? Butuh referensi genre thriller? selamat menikmati review buku Origin 🙂

Sudah lebih dari 10 tahun yang lalu saya membaca buku karya Dan Brown. Buku pertama yang saya baca berjudul The Da Vinci Code, berikutnya menyusul Angels and Demons, keduanya saya pinjam. Nah, berhubung buku Origin tidak ada di perpustakaan tanteku dan juga iPusnas(jadi gak bisa pinjam), maka pas harbolnas saya beli buku ini di mizanstore, dan  semalam saya baru menyelesaikannya. Buku-bukunya Dan Brown yang bergenre Thriller membuat saya rasanya gak pengen berhenti baca. Jika The Davinci Code lokasinya di Perancis, Angels and Demons di Italia, maka untuk Origin lokasinya di Spanyol. Dulu pas baca untuk dua buku sebelumnya, saya belum tahu lokasi-lokasinya (dan dulu bacanya belum bisa sambil searching di Google cari gambar yang dimaksud saking penasarannya karena walaupun ini fiksi, biasanya novel-novel karya Dan Brown mengambil lokasi nyata).  Bertahun-tahun kemudian, alhamdulillah saya berkesempetan untuk melihat langsung salah satu museum favoritnya Robert Langdon, yaitu Museum Louvre di Paris, walaupun saat mau masuk ke museumnya ternyata sedang tutup.  Dan dua tahun yang lalu, saya pun tanpa direncakan tur ala Langdon 😀 ketika traveling ke Italia, ternyata mendatangi tempat-tempat yang menjadi lokasi novel Angels & Demons, seperti Pantheon di Roma,  St. Peter’s Square, St. Peter’s Basillica. Kemudian, pas baca buku ini ternyata ada lokasi di Barcelona, yang pernah saya kunjungi. Sebenarnya nggak nyangka juga, akhirnya baca bukunya Dan Brown di mana beberapa lokasinya pernah saya lihat secara langsung, seperti karya-karyanya Gaudi yang sangat disukai oleh salah satu karakter dalam novel ini, diantaranya Casa Mila (sayangnya saya gak masuk ke apartemennya Kirsch Edmond 😀 kemudian La Sagrada Familia (walaupun saya nggak masuk ke dalamnya karena waktu itu lagi penuh), terus disebutkan juga lokasi FCB dan di dekat salah satu klub bola terbesar, dan dekat dengan klub bola tersebut ada hotel bernama Grand Hotel Princesa Sofia. Pas mendengar hotel ini saya kaget dong, karena nama hotel itu merupakan hotel di mana saat saya ke Barcelona menginap di sana. Ya, tempat Robert Landon dan Edmond dulu pernah makan siang (eh tapi dalam novel Origin, ya). Kebetulan yang sangat wow, sih. Sebab saya tidak menyangka saja, lokasi di novel-novel Dan Brown beberapa sudah saya kunjungi, terus di akhir-akhir cerita juga menyebut lokasi yang pernah saya kunjungi yaitu Montjuic–lokasi akhir di mana Robert Langdon mengetahui siapa sesungguhnya otak dibalik semua kejadian yang dialaminya serta tragedi yang dialami sahabatnya, Edmond.

Pada bagian epilog, dibuka dengan lokasi yang memukau: Montserrat. Di sini, Edmond bertemu dengan tiga tokoh dunia untuk memberitahu penemuannya, sebelum dipublikasikan. Ya, Edmond diterima di ruang perpustakaan Montserrat yang legendaris untuk membicarakan penemuannya, hanya dengan tokoh penting  yang sedang menghadiri konferensi Parlemen Agama-Agama di Dunia, diantaranya: Uskup Valdespino, Rabi Koves dan Syed Al-Fadl. Pembicaraan seperti apa yang didiskusikan oleh mereka berempat?

Review Buku Ikigai Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur Ala Orang Jepang 

Sumber foto: http://baltyra.com/2012/02/22/montserrat/

Baca juga: Jalan-Jalan ke Barcelona, Spanyol

Tiga hari kemudian, setelah pertemuan dengan tiga tokoh agama, Edmond akan mengabarkan kepada dunia tentang hasil penemuannya yang bertempat di Museum Guggenheim Bilbao. Malam itu, ada banyak tamu undangan yang datang. Salah satunya, Robert Landon dari universitas Harvard, mantan dosennya. Tentu saja, pengunjung yang datang ke sana sangat ketat sekali. Namun, ada yang luput dari perhatian. Sebelum acara di mulai, ada salah satu nama yang terakhir di daftarkan, mantan panglima perang angkatan laut. Dan yang memperbolehkan masuk, kurator dari museum tersebut bernama Ambra, seorang wanita cantik, calon ratu Spanyol. Apa yang terjadi malam itu? Sesaat Edmond akan mengungkapkan hasil penemuannya kepada para tamu, dan disiarkan live streaming ke seluruh dunia, makan terjadilah pembunuhan yang menewaskan Edmond dihadapan para tamunya, termasuk Langdon, yang belum sempat mengetahui apa hasil penemuan Edmond tersebut.  Siapakah pembunuh Edmond? Bagaimana dia berhasil kabur dari museum? Bagaimana nasib Langdon dan Ambra? Bagaimana cara memecah teka teki tentang hasil penemuan Edmond? Apakah pihak kerajaan Spanyol bertanggun jawab atas peristiwa yang terjadi malam itu? Apakah Uskup Valdespino ikut terlibat? Maka dimulailah kisah seru tentang perjalanan Langdon yang harus berpacu dengan waktu untuk menemukan jawaban atas teka teki yang sedang dihadapinya.

source: https://www.basquecountry-tourism.com/directory/guggenheim-museum-bilbao/

Mulai dari Museum Guggenheim di Bilbao, akhirnya Langdon dan Ambra bersepakat untuk menuntaskan misi memecahkan misteri demi membantu Edmond mengungkap hasil penemuannya. Dibantu asisten Edmond bernama Winston, si cerdas yang banyak tahu ini, membantu mereka berdua memecahkan misteri. Melanjutkan perjalanan menuju apartemen Edmond yang berada di Barcelona, tepatnya di Casa Mila.

Review buku Hidup Minimalis Ala Orang Jepang

Ini dia Casa Mila, yang pernah saya kunjungi di akhir desember 2018. Lokasi dalam buku yang menjadi apartemennya Edmond sang ahli Komputer

Setelah apa yang mereka cari, teka tekinya belum terpecahkan. Maka Landon dan Ambra melanjutkan perjalanan, dengan helikopter menuju La Sagrada Familia karya Antoni Gaudi, mereka bertemu Bapa Bena, untuk mencari potongan puisi karya Blake.

Lihat juga:

Ini penampakan salah satu gereja tertinggi di Eropa, yang masih dalam tahap pembangunan (foto diambil pada desember 2018, saat ke sana)

Apakah di gereja ini mereka menemukan potongan puisi sebanyak 47 karakter untuk memasukan kata sandi yang akan mengantarkan kita kepada penemuannya Edmond?

Penemuan penting Edmond, akan menjawab:

DARI MANA ASAL KITA? KE MANA KITA AKAN PERGI?

Tema yang diangkat dari novel Origin yang pertama kali terbit tahun 2017 ini adalah: Agama Vs Ilmu Pengetahuan. Mari berkenalan dengan karakter-karakter dalam buku ini:

  • Robert Langdon, sang tokoh utama yang akan menggiring kita menguak misteri dan memecahkan serta memaknai dan membaca simbol-simbol yang akan menuntutnya menemukan teka teki yang dicari
  • Ambra Vidal, seorang kurator di museum Guggenheim Bilbao. Wanita yang cerdas, calon Ratu Spanyol, tunangan Pangeran Julian.
  • Edmond Kirsch: ilmuwan komputer yang sangat terkemuka, ahli game theory, inventor, dan semacam nabi dalam dunia teknologi. Mantan muridnya Robert Langdon di Harvard Univesity, dan seotang ateis. Penggemar berat seni dan teknologi.
  • Winston, salah satu pengikut setia Kirsch. Pemandu sintesis
  • Pangeran Julian
  • Uskup Antonio Valdespino
  • Syed al-Fadl
  • Rabi Yehuda Koves
  • Bapa Bena
  • Laksamana Angkatan Laut Luis Avila
  • Marco
  • Sang Regent
  • Diego Garza
  • Agen Fonseca sang Guardian Real
  • Agen Diaz
  • Suresh
  • Monica, dan lain-lain

Review Buku Terapi Berpikir Positif karya dr. Ibrahim Elfiky

Siapakah karakter favorit saya? Tentu saja Robert Langdon, dong! Saya juga suka dengan karakter Ambra, kemudian Edmond yang ternyata dia adalah pecinta buku, kawan! Oh, saya ingin sekali bekunjung ke apartemennya Edmond di Casa Mila, melihat tumpukan koleksi buku-bukunya di perpustakaan.  Saya juga suka sekali kisah cintanya Ambra dan Pangeran Julian, manisss sekali 🙂 🙂

Lost in Paris

Yang menarik dari buku Origin

  • FAKTA. Semua karya seni, arsitektur, lokasi, sains, dan organisasi keagamaan dalam novel ini nyata.
  • Setting dalam buku ini di empat kota di negara Spanyol, yaitu: Bilbao, Seville, Madrid dan Barcelona.
  • Kamu harus tekun membacanya, untuk tahu tokoh antagonis yang sesungguhnya dibalik nama monte@iglesia.org dan “Sang Regent”
  • Seperti biasa, Dan Brown selalu menyajikan cerita dengan piawai, membuat saya sebagai pembacanya, ingin segera berada di halaman terakhir untuk tahu kisahnya, tak peduli setebal apa pun bukunya 😀
  • Dalam Origin kita akan mengenal rekan baru  dan musuh baru Langdon. Siapakah dia? Silahkan baca bukunya.
  • Cukup sulit ditebak siapa tokoh antagonisnya. Asli, saya nggak nyangka kalau ternyata, dialah tokoh antagonisnya -_- (kamu baca sendiri ya, saya nggak usah sebut nama) 😀
  • Tidak seperti di Inferno di mana Langdon dan teman wanita yang biasanya membantu menyelesaikan misi ternyata berbelok, di sini mereka tetap bekerjasama dengan baik. Saya senang Langdon dan Ambra tetap menyelesaikan misi, hingga Ambra pun bisa mengatasi masalahnya dengan pangeran Julian. Mereka seperti kawan baik yang solid, padahal baru saja kenal.
  • Baca buku Dan Brown ini, meski baru tiga buku dari tujuh buku yang sudah ditulisnya. Sensasi membacanya selalu meciptakan “theater of mind“. Jadi, sambil baca, sambil berfikir dan seolah diajak berpetualang bersama Robert Langdon untuk memecahkan misteri dan kasus yang dihadapinya. Membaca simbol-simbol yang ditemukannya. Kadang bacanya bikin ngos-ngosan. Tapi untuk buku Origin, tidak terlalu ngos-ngosan. Yang spesial dari buku ini menurut saya adalah tokoh antagonis sang pencetus ide dalam mengekskusi rencana-rencana jahat melalui orang-orang suruhannya untuk membunuh target yang akan menjadi korbannya. Menyebut kata Langdon, tentu saja saya teringat dalam bayangan saya siapa lagi kalau bukan Tom Hanks sang pemeran Robert Langdon dalam buku Dan Brown yang sudah filmkan diantaranya: The Da Vinci Kode, Angels and Demons, dan Inferno.
  • Saya buka penikmat seni, bahkan tidak paham, justru lewat buku-bukunya Dan Brown saya jadi tahu tentang Da Vinci Code, Michelangelo, Antoni Gaudi, serta karya-karya masterpiece milik para pesohor yang karyanya hingga kini masih dihormati para pecinta seni di seluruh dunia. Bagi saya pribadi, penting untuk tahu dan menambah wawasan, apa pun keyakinan yang dimiliki setiap orang, karena pada dasarnya saya harus belajar toleransi dan saling menghargai. Meskipun karya-karya Dan Brown bagi yang tidak suka, seringkali menjadi kontroversi, tapi bagi saya yang melihat bukan berdasarkan kepentingan tertentu, melainkan dari sudut  pandang seorang pembaca yang belajar menikmati buku-buku dari berbagai genre, dan saya rasa bukunya Dan Brown memang menarik, selalu.
  • Di buku ini, mungkin sudah terbiasa dengan kita saat ini, ada layanan Uber yang digunakan salah satu penjahat untuk kabur dari tempat kejadian. Rasanya, buku ini seperti nyata, padahal jelas-jelas fiksi. Jadi secara cerita tentu saja fiksi, hanya lokasi-lokasinya yang real.
  • Dalam buku Origin, banyak menyebutkan karya-karya hebat yang berhubungan entah itu dengan temuan atau kesukaan Edmond. Yang banyak disebut dalam buku Origin yaitu: Winston Chruchill dari Inggris, Friedrick Nietzsche dari Jerman, dan William Blake dari Inggris.
  • Misi kali ini: Langdon harus menemukan kata sandi komputer yang terdiri dari 47 karakter. Petunjuk pada buku kali ini adalah: puisi yang berhubungan dengan pemilik sandi.

Review buku Pulang dan Pergi

Walaupun saya baru baca tiga bukunya Dan Brown, tapi ada ciri khas unik yang ditampilkan Dan Brown dalam menulis novelnya. Berikut ini ciri khasnya:

  • Ada tokoh utama pendamping Langdon, tapi selalu berbeda di tiap bukunya, dan tokohnya selalu perempuan. Misalnya ada Sophie Neveu di buku The Da vinci Code, ada Vittoria Vetta seorang ilmuwan di buku Angels and Demons, atau Sienna Brooks di buku Inferno (saya baru nonton filmnya, belum baca bukunya). Dan untuk buku Origin, yang menemani Robert Langdon adalah Ambra Vidal.
  • Ciri khas karya-karya Dan Brown, selalu ada kode-kode, simbol, yang biasanya akan dituntaskan atau dipecahkan misterinya oleh kecerdasan professor Langdon, yang cerdas mengartikan simbol-simbol.
  • Biasanya setiap kali membaca bukunya Dan Brown, rasanya seperti habis melakukan perjalanan dan dibawa berpetualang oleh professor Langdon 😀 mengunjungi tempat-tempat yang ada di bukunya. Berkat baca buku-bukunya Dan Brown, saya jadi tahu tentang Museum Louvre tentu setelah membaca buku The Da Vinci Code, jadi tahu gereja-geraja dan suasana di Vatikan dari bukunya Angels and Demods. Dan, untuk buku Origin, saya jadi kangen Barcelona, kebetulan sudah pernah melihat langsung karya-karya Gaudi seperti Casa Mila, Sagrada Familia, hanya saja kini jadi penasaran pengen masuk langsung ke lokasi-lokasi yang ditelusuri Langdon 😀 terus sama penasaran lokasi yang di Madrid, juga museum Guggenheim di Bilbao. Yah, beginilah sensasi membacadari buku-bukunya Dan Brown. 😀
  • Biasanya dalam buku-buku Dan Brown seringkali menyebutkan tokoh-tokoh terkenal para seniman, penyair, hingga ilmuwan yang hebat dan berjaya di zamannya.
  • Selalu ada misi menyelesaikan masalah, berdasarkan sebuah clue. Dari satu petunjuk biasanya akan berhubungan ke petunjuk berikutnya. Jadi, ketika menemukan satu petunjuk tidak berarti kasus selesai, melainkan selalu ada petunjuk berikutnya yang entah sampai petunjuk berikutnya, pokoknya silahkan kamu saja ceritanya sampai usai 😀

Review buku The Life Changing Magic of Tyding Up

Kalimat-kalimat favorit dalam buku ORIGIN:

  1. Semua orang menghormati mereka yang hidup berdasarkan peraturan. (halaman 28)
  2. “Aku tahu aku kuno, tapi aku juga realistis, sama sepertimu. Bersama-sama kita akan mencari tindakan terbaik. Aku punya keyakinan terhadap hal itu.” (halaman 133)
  3. “Bimbinglah dia. Jadilah bintang utaranya. Letakkan tangan mantapmu di atas tangannya pada kemudi, khususnya saat lautan bergelora. Yang terutama ketika dia menyimpang dari jalur, aku memohon kepadamu agar membantunya menemukan jalan kembali… kembali pada semua yang murni.” (halaman 135)
  4. “Ilmu komputer tak pernah menuliskan kata-sandi.”  (halaman 148)
  5. “Aku tidak bisa menjaga keamanannya jika tidak tahu di mana dia berada!” (halaman 150)
  6. Apa yang dulu pernah menjadi kesempatan untuk momen-momen kontemplasi–beberapa menit ketika sendirian di dalam bus, saat berjalan ke tempat kerja, atau menunggu janji-temu–kini terasa tak tertahankan, dan secara impulsif, orang meraih ponsel, headset, dan permainan elekstronik mereka, tak mampu melawan daya pikat teknologi yang adiktif. Keajaiban di masa lampau memudar, tersapu bersih oleh rasa lapar tak terpuaskan terhadap segala yang baru. (halaman 164)
  7. Keberhasilan adalah kemampuan untuk maju dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan antusiasme.–Winston Churchill (halaman 412)
  8. “Terkadang, yang perlu kau lakukan adalah memutar balik sudut pandangmu untuk dapat melihat kebenaran orang lain.” (halaman 487).

    Bagaimanakah ending dari buku Origin? silahkan baca langsung 🙂

    Happy reading! 📖📚😊

    With Love, ❤️

    SIMAK JUGA SERBA-SERBI BUKU ALA SAYA BERIKUT INI:

8 thoughts on “[Review Buku] ORIGIN Karya Dan Brown

      1. Setuju Kak, selalu lebih seru bukunya 😍
        Berarti baru The Da Vinci Code, Angels and Demons sama Inferno.
        Saya nungguin banget nih Origin diangkat ke layar lebar 😁
        Penasaran nantinya kayak gimana karakter Winston 🤔🤔

        Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s