Mengenal Lebih dari 40 buku karya Tere Liye

Koleksi buku-buku Tere Liye. Belum lengkap tanpa Mimpi-mimpi si patah hati, The Gogons, Cintaku antara Jakarta vs Kuala Lumpur, Senja bersama Rosie.

Pertama kali berkenalan dengan buku karya Tere Liye pada tahun 2012 (kalau tidak salah inget), dari sahabat saya. Ceritanya kami saling meminjamkan buku koleksi masing-masing. Dan sahabat saya ini menyodorkan buku berjudul Hafalan Shalat Delisa. Kesan pertama terhadap buku ini saya sangat tersentuh, ceritanya bagus sekali, tapi sayangnya tidak tahu siapa itu Tere Liye, karena  di halaman terakhir tidak ada keterangan tentang siapa penulisnya. Oh mungkin nama asing ini penulis dari luar negeri, pikir saya.

Lagi-lagi sahabat saya meminjamkan buku-buku karya Tere Liye berikutnya adalah: Bidadari-Bidadari Surga (buku yang paling menyentuh, banyak mengeluarkan air mata karena kisahnya mengharu biru dan sosok kak Laisa ini sangat inspiratif), kemudian menyusul buku Moga Bunda di Sayang Allah, Ayahku (Bukan) Pembohong, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Berjuta Rasanya, Sunset Bersama Rosie (yang kemudian di recover dan retitle menjadi Sunset dan Rosie). Menyusul, Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Saat itu, kami pernah berdiskusi bahwa buku paling menguras energi adalah Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Setelah itu beberapa tahun saya tidak menikmati karya Tere Liye karena tenggelam dengan kerjaan serta sahabat saya sudah jarang kontak, dan kami sibuk dengan urusan masing-masing.

Sekitar tahun 2017, saya melihat koleksi buku adik sepupu. Koleksi buku-buku Tere Liye! Aha, akhirnya saya izin untuk pinjam buku adik sepupu. Gak nyangka, adik sepupu yang saat itu masih berseragam putih abu-abu ternyata baca buku karya Tere Liye. Maka berkenalanlah saya dengan petualangan Serial Bumi lewat buku Bumi, Bulan, Matahari, Bintang. Lanjut baca Negeri di Ujung Tanduk, Negeri Para Bedebah, Pulang, dan Hujan.

Kemudian barulah saya searching buku-buku penulis ini apa saja, sih? Ternyata masih banyak buku yang belum saya baca, saudara-saudara! pas baca buku Burlian, Pukat, Amelia, Eliana, saya makin takjub. Wow, kok saya baru nemu penulis yang membuat saya tidak bosan baca karyanya, bikin nagih. Dari sana saya mulai menyesal, kanapa baru baca buku-buku bagus tersebut di saat sekarang. Saya jatuh cinta sama Serial Anak-Anak Mamak yang awalnya gak sepopuler serial bumi, tapi sepertinya setelah recover dan retittle serta serialnya diubah menjadi Serial Anak Nusantara di akhir tahun 2018, buku ini mulai dilirik banyak pembaca.

Sekitar dua puluh judul buku Tere Liye, saya hanya modal pinjam saja, karena budget jajan buku sedang terbatas hehe 😀 😀

Buku pertama yang saya beli pakai uang sendiri karena gak ada dikoleksi adik sepupu saya.  Langsung beli empat judul buku, yaitu: Tentang Kamu, Rindu, Harga Sebuah Percaya, dan Sepotong Hati yang Baru. Baca keempat buku ini berturut-turut saya dibuat terpukau oleh sang penulis yang mampu menyajikan cerita berbeda, genrenya juga beda. Dan anehnya gak bikin bosan.

Dari sinilah saya mulai benar-benar mencari tentang sosok Tere Liye itu siapa sih? Tidak banyak info yang saya dapat, hanya dari wikipedia  sama artikel dalam sebuah blog. Itu saja. Kok bisa ya penulis yang punya buku bagus-bagus susah dicari infonya. Bayangkan saja dari puluhan buku tidak ada keterangan tentang penulis bernama Tere Liye. Berkat Googling akhirnya saya tahu wajah beliau. Dan ketika menemukan video-video beliau di YouTube dari acara bedah buku yang upload berbagai channel, saya baru tahu suara beliau. Penulisnya terlihat sederhana sekali. Di mata saya, beliau membumi dengan karya melangit.

Beruntung anak-anak zaman sekarang jika sudah mulai membaca dan mengenal karya-karya Tere Liye. Di zamannya saya, sangat sulit sekali baca buku-buku seperti ini. Di usia remaja menjelang dewasa, kebanyak buku yang saya konsumsi adalah sastra mulai angkatan 1920 hingga buku-buku terjemahan penulis luar negeri.

Saya ikut berbahagia untuk adik-adik yang saat ini punya banyak variasi buku-buku bagus dan  mulai membaca buku-buku Tere Liye. Buku-bukunya bergizi, tema yang diangkat menarik, banyak pesan-pesan positif yang disampaikan lewat karakter-karakter dalam buku yang ditulisnya. Dari semua buku yang ditulisnya, saya bisa mengambil benang merahnya, entah itu serial bumi, serial aksi, serial anak nusantara, serta buku-buku lain karya beliau, poin utamanya mengajarkan tentang berbuat baik, menjadi orang baik, dan itu tidak mudah kawan. Makanya sang penulis terus menyampaikan pesan-pesan kebaikan.

Jadi untuk yang belum pernah membaca karya Tere Liye, semoga bisa meluangkan waktu untuk membaca dan meminjam bukunya entah dari teman, sahabat, perpustakaan sekolah atau perpustakaan online seperti iPusnas, dan sebagainya. Mulailah dengan membacanya, itu yang saya lakukan. Tapi pastikan kamu membaca buku original untuk menghargai dunia literasi agar tetap hidup dan berkembang. Mari menjadi pembaca buku yang cerdas.

Dulu awalnya saya membaca karya beliau dengan meminjam bukunya dari sahabat dan adik sepupu saya. Kemudian setelah jatuh hati pada karya-karyanya, alhamdulillah kini saya membaca dan mengoleksi serta membaca ulang lagi. Inilah kisah panjangku dalam menemukan penulis idola, panutan. Rasa-rasanya, ingin sekali menjadi penulis seluwes, sesantun, dan sebaik karyanya Tere Liye. Dan perjalanannya pasti akan sangat panjang. Puluhan tahun Tere Liye sudah menulis, maka karya-karyanya juga menarik sekali, sederhana. Ibarat makanan tulisannya sangat lezat. Buat saya, buku-buku bagus dan menarik tidak harus selalu yang memenangkan penghargaan prestisius.

Tulisan sederhana yang mampu dan menggetarkan jiwa serta menyadarkan diri lewat karakter-karakter yang dihidupkan dalam ceritanya, itu jauh lebih berarti.  Dan itulah yang saya temukan dari sosok penulis ini.

Saya senang dengan karya-karya penulisnya bukan karena ikut-ikutan, karena kata orang, atau rekomendasi orang. Tapi saya sudah memulai perjalanan menikmati buku-buku yang beliau tulis. Itu saja. Sederhana tapi bermakna, nilai-nilai kehidupan inilah yang saya dapatkan dengan membaca karya-karyanya. Buku menarik dalam pandangan saya, tidak harus dituturkan dengan bahasa berat yang sulit dipahami banyak orang, sejatinya disajikan dengan sederhana dan santun, itu akan memikat saya sebagai pembaca dan penikmat buku berbagai genre. Lewat artikel ini, saya akan ajak kamu mengenal sosok Tere Liye dan karya-karyanya dari kacamata seorang pembaca buku—bukan komentator.

Book lovers ❤️ lagi mengkhayal andai punya koleksi semua buku Tere Liye. Baik yang recover, retittle atau versi awal terbit. 😂😅 Adakah teman yang mau jual buku Ori secondhand dengan harga bersahabat? 😂

Siapakah penulis Tere Liye?

Buat kamu pembaca buku karya TL, tentu sudah tahu ya, bahwa kita tidak akan pernah menemukan biodata penulis ini di setiap buku. Tidak ada latar belakang penulis. Pertama kali baca buku penulis Tere Liye, saya pikir ini penulis dari luar negeri. Bertahun-tahun kemudian saya baru tahu kalau ini tenyata penulis Indonesia. Tere Liye itu penulis laki-laki, bukan perempuan.

Sumber foto: screenshoot dari Kelas.com salah satu kelas yang saya ikuti untuk kelas Dasar Kepenulisan 🤩🤩🤩

Menurut info dari sebuah bedah buku yang saya tonton di YouTube, Tere Liye merupakan nama pena dari seorang Akuntan lulusan Universitas Indonesia, bernama Darwis. Singkat sekali namanya. Beliau lahir di kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Sudah menulis sejak duduk di bangku sekaloh dasar. Tulisan pertamanya dimuat di Lampung post, ketika beliau duduk di bangku sekolah menengah atas.  Setelah kuliah, tulisannya sering dimuat di media cetak besar seperti Kompas, Republika, Media Indonesia dan lain sebainya. Baru sekitar tahun 2005, beliau banting stir menjadi penulis novel hingga saat ini.

Beliau sudah menulis puluhan tahun, pantas saja lezat sekali tulisan yang dihasilkannya. Kalau kehidupan pribadi dan keluarga beliau saya tidak tahu. Setahu saya, diberbagai akun media sosialnya, hanya tulisan yang beliau posting. Silahkan cek Instagram @tereliyewriter (akun ini di follow juga oleh kedua penerbit besar yang menerbitkan karya-karyanya: @bukuGPU dan @bukurepublika), kemungkinan ini akun asli beliau (sebab banyak juga akun lain, bahkan ada akun fans Tere Liye yang memposting quote-quotenya).

Di awal kepenulisannya, dua buku pertama beliau yaitu Mimpi-Mimpi si Patah Hati, Cintaku antara Jakarta vs Kuala Lumpur menggunakan nama pena Sendutu Meitulan. Kemudian buku Sunset dan Rosie salah satu genre romance yang disukai pembaca, awal terbit berjudul Senja Bersama Rosie dan muncul dengan nama Darwis Darwis. Lewat karya Hafalan Salat Delisa, Tere Liye mulai terkenal, buku ini juga sudah difilmkan. Untuk buku-buku lawasnya sudah masuk kategori langka, buat yang mau koleksi sangat sulit di dapat.

Penulis Multigenre

Membaca buku karya-karya beliau selalu menghibur, menemani, menginspirasi, dan meninggalkan kesan hangat setiap kali menutup lembar terakhir dari buku yang ditulisnya. Uniknya, membaca satu buku ke buku lain dengan genre berbeda, tidak membuat saya merasa bosan dan malas menyelesaikan hingga lembar terakhir. Tidak banyak penulis yang bisa menulis berbagai genre. Berhubung saya penikmat buku berbagai genre dan tidak stuck di satu genre, maka menikmati karya penulis ini ibarat disuguhi makanan lezat dengan variasi menu yang menarik, dan ketika dimakan rasanya ternyata bikin ketagihan.

Penulis ini sangat tekun mempelajari berbagai genre. Dikutif dari kelas yang saya ikuti dalam Dasar Kepenulisan, menurut penuturan Tere Liye “Dengan menulis berbagai genre akan meningkatkan kemampuan penulisnya, terus bertransformasi menjadi lebih baik dan menawarkan tulisan-tulisan yang lebih baru, atau pilihan alternatif bacaan yang lebih banyak kepada pembaca.”

Menurut saya, Tere Liye seorang penulis dengan bakat multitalenta, dan bisa menghasilkan tulisan multigenre yang sangat dinikmati pembacanya—Aisaidluv.

Berikut ini genre-genre yang ditulis oleh Tere Liye:

  1. Genre Anak-Anak dan Keluarga: Hafalan Salat Delisa, Ayahku (bukan pembohong) Moga Bunda di Sayang Allah, si anak special, si anak pintar si anak kuat, si anak pemberani, si anak cahaya, si anak badai
  2. Genre Romance: Daun yang Jatuh tak pernah membenci Angin, Sunset dan Rosie, Kau Aku dan Sepucuk Angpao Merah.
  3. Genre Sufisme (filsafat) : Rembulan Tenggelam di Wajahmu
  4. Genre Action: Pulang, Pergi
  5. Buku Kumpulan Puisi: dikatakan atau tidak dikatakan itu tetap cinta, kau sungguh boleh pergi
  6. Buku Kumpulan Quote: about love, about friendship, about life
  7. Buku Antologi—kumpulan cerpen : Berjuta Rasanya, Sepotong Hati yang baru
  8. Genre Fantasy : Harga Sebuah Percaya, Serial Bumi: Bumi, Bulan, Matahari, Bintang, Ceros dan Batozar, Komet, Komet Minor, Selena, Nebula.
  9. Genre Science Fiction: Hujan
  10. Genre Soasial, ekonomi dan politik: Negeri Para Bebedah, Negeri di ujung Tanduk
  11. Genre Sejarah : Rindu
  12. Genre Biografi : Tentang Kamu

Penulis produktif: Setiap tahun menerbitkan karya

Di Indonesia, penulis yang punya karya-karya keren itu cukup banyak. Tetapi, penulis yang setiap tahun menerbitkan buku baru, itu masih sangat jarang sekali. Saya selalu kagum dengan sosok penulis ini, sepertinya gak pernah kehabisan ide—addddddaaaaa saja. Dan ya itu, tulisannya gak monoton, seringkali loncat dari satu genre ke genre lain.  Selalu sukses membuat saya rasanya gak ingin beranjak dari bukunya sebelum tamat bacanya. Menyediakan buku untuk berbagai usia, dari buku anak-anak, keluaga, remaja, dewasa, dan yang suka cerita macho tersedia genre aksi serta genre social ekonomi dan politik.

Silahkan cek satu per satu daftar buku yang sudah ditulisnya mulai tahun 2005 – 2020, setiap tahun ada saja buku yang diterbitkannya. Menariknya, satu tahun lebih dari satu judul buku. Wow! Mantap jiwa.

Buku-buku fiksi karya Tere Liye

Buku Tere Liye yang sudah saya baca update per tanggal 17 July 2020: ada 45 buku. 4 buku unedited version yang belum terbit Pulang Pergi, Selamat Tinggal, Si Anak Pelangi, dan the Gogons 2. Dua buku Eath Series versi bahasa Inggris, dan 39 buku versi cetak. Buku karya Tere Liye yang belum saya baca tinggal buku Cintaku Antara  Jakarta dan Kuala Lumpur, dan buku Sun (Matahari versi bahasa Inggris).

Buku-buku yang diterbitkan GPU 

Daftar buku-buku  Tere Liye berdasarkan tahun terbit (2005 – 2020):

  1. Mimpi-Mimpi si Patah Hati (2005), masih dengan nama pena Sendutu Meitulan. Recover dan retitle menjadi Berjuta Rasanya (2012), dengan nama pena Tere Liye.
  2. Cintaku antara Jakarta & Kuala Lumpur (2006), masih dengan nama pena Sendutu Meitulan.
  3. The Gogons James & the Incredible Incident (2006)
  4. Hafalan Shalat Delisa (2007)  
  5. Moga Bunda Disayang Allah (2007)
  6. Bidadari – Bidadari Surga (2008), recover menjadi Dia adalah Kakakku (2018)
  7. Senja Bersama Rosie (2008), kemudian diubah judulnya jadi Sunset Bersama Rosie (2011), recover dan retitle menjadi Sunset dan Rosie (2018)
  8. Burlian (2009)  recover dan retitle dan recover Si Anak Spesial (2018)
  9. Rembulan Tenggelam di Wajahmu (2009)
  10. Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (2010)
  11. Pukat (2010), retitle dan recover menjadi Si Anak Pintar (2018)
  12. Eliana (2011)  retitle dan recover menjadi Si Anak Pemberani (2018)
  13. Ayahku (BUKAN) Pembohong (2011)
  14. Kisah Sang Penandai (2011), recover dan retitle  menjadi Harga Sebuah Percaya (2017)
  15. Sepotong Hati Yang Baru (2012)
  16. Negeri Para Bedebah (2012)
  17. Negeri di Ujung Tanduk (2013)
  18. Amelia (2013),  retitle dan recover menjadi Si Anak Kuat (2018)
  19. Dikatakan Atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta (2014)
  20. Rindu (2014)
  21. Bumi (2014)
  22. Bulan (2015)
  23. Pulang (2015)
  24. #AboutLove (2016)
  25. Hujan (2016)
  26. Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah (2016)
  27. Tentang Kamu (2016)
  28. Matahari (2016)
  29. Bintang (2017)
  30. #AboutFriends (2017)
  31. Pergi (2018)
  32. Ceros dan Batozar (2018)
  33. Komet (2018)
  34. Si Anak Cahaya (2018)
  35. Earth (buku bumi versi bahasa Inggris) – 2019
  36. Komet Minor (2019)
  37. Moon (buku bulan versi bahasa Inggris) – 2019
  38. #AboutLife (2019)
  39. Sungguh Kau Boleh Pergi (2019)
  40. Si Anak Badai (2019)
  41. Selena (2020)
  42. Nebula (2020)
  43. Sun (buku Matahari versi bahasa Inggris) – 2020

Selain versi cetak juga merilis versi belum di edit (unedited version) tanpa sentuhan edit dari penerbit di google play

Apakah kamu pernah membaca ebook resmi karya Tere Liye yang dijual di Google play tanpa sentuhan editing dari penerbit? Sebenarnya saya baru tahu tahun lalu ketika buku Selena dan Nebula yang belum di edit ternyata sudah bisa dibaca. Bahkan ada satu buku versi cetak yang saking susahnya dicari akhirnya saya beli di Google Play. Saya pernah menemukan buku berjudul The Gogons di marketplace, buku bekas yang dibanderol dengan harga Rp 400.000 (wow, rupanya ini buku sudah kategori langka dan dijual ke kolektor jadi mahal, maka saya mengurungkan niat membeli, hehe).

Koleksi ebook saya 🙂

Berikut ini buku-buku unedited version yang belum diterbitkan:

  1. The Gogons 2 Dito & Prison of Love ( di Google Play Book)
  1. Si Anak Pelangi (unedited version)
  2. PP – Pulang Pergi (unedited version)
  3. Selamat Tinggal (unedited version)
  4. Si Anak Badai (unedited version)
  5. Si Anak Cahaya (unedited version)
  6. Tentang Kamu (unedited version)
  7. Rindu (unedited version
  8. Komet Minor (unedited version)
  9. Dan sebagainya (silahkan langsung cek di Google Play).

Selebihnya, ke empat puluh buku yang sudah diterbitkan, sudah dijual dalam versi ebook juga. Lengkap banget deh. Silahkan cek Google play. Oh iya, ada satu buku yang belum dterbitkan juga yaitu The Gogons 2 Dito & Prison of Love. Sayangnya, The Gogons ini hanya sampai seri kedua.

Nomor urut 1-4 saya sudah baca versi naskah awal (asli) dari penulis, tanpa sentuhan editing, layout serta cover dari penebit, dan naskah ini tentu saja berbeda dengan versi cetak. Silahkan main-main ke google play, dan search penulis Tere Liye, temukan puluhan karyanya!

Top 5 buku favorit saya

Sejujurnya saya suka kesemua buku karya beliau. tapi kalau harus memilih 5 buku yang meninggalkan kesan mendalam di hati, ini dia pilihan saya:

  • Tentang Kamu, suka sama semua karakternya, dan geram dengan karakter antagonisnya!!! Ceritanya juga mengharu biru, dari buku ini saya benar-benar banyak belajar tentang hakikat bersabar, dari Sri Ningsih. Kisah inspiring yang sangat bergizi.
  • Rindu, saya juga suka banget sama buku ini. Genre sejarah yang disampaikan dengan sangat menarik lewat lima karakter utama.
  • Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Sebelum ada buku Tentang Kamu dan Rindu, buku-buku ini benar-benar bagus, dan waktu itu saya bilang salah satu karya masterpiece-nya Tere Liye. Sayangnya saya salah, karena Tere Liye ini penulis yang banyak kejutan. Sehingga setelah muncul buku Tentang Kamu dan Rindu, maka posisinya tergeser di hati saya.
  • Dia adalah Kakakku, sebelumnya buku ini berjudul Bidadari Bidadari Surga namun di recover dan retitle, saya baca kedua buku ini, dan tetap saja saya bacanya sambil sesegukan, nangis ngabisin tisu. Karakternya kakak beradik ini sungguh membuat hati saya sedih, terharu, bangga, campur aduk sekali. Ceritanya juga keren banget, inspiring pokoknya.
  • Hujan, novel remaja ini sangat indah sekali. Bahagia karena ending-nya sesuai yang diharapkan. Ceritanya juga keren: tentang persahabatan, cinta, perpisahan dan hujan.

Pengahargaan yang diraih

Berikut ini beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh Tere Liye:

  • Islamic Book Fair 2015 untuk buku Rindu
  • IKAPI AWARD Writer of The Year tahun 2016

Penerbit Buku

Mungkin kebanyakan dari kamu lebih banyak mengetahui kalau buku-buku Tere Liye diterbitkan oleh dua penerbit mayor: GPU dan Republika Penerbit, namun sebenarnya ada tiga penerbit lagi yang menerbitkan buku-buku beliau, yaitu: penerbit Grafidia dengan nama Darwis Darwis untuk buku yang awalnya berjudul Senja bersama Rosie (kini recover dan retitle jadi Sunset dan Rosie). Selengkapnya, info ini saya dapatkan dari seorang bookstagrammer yaitu @andikusumaaa, yang seorang pembaca buku-buku karya Tere Liye dan sekaligus kolektor karya-karyanya. Koleksi bukunya lebih lengkap daripada saya. (silahkan kamu follow akun Ig-nya).

View this post on Instagram

🗣️ Sudah lengkapkah koleksi buku Tere Liye yang kamu punya? Buku Tere Liye mana yang jadi favoritmu? . 👥 Banyak yang bertanya kepada saya, Kenapa sih suka sekali baca buku Tere Liye? Koleksinya banyak sekali, apa bukunya "sebagus" itu? . 🗣️ Ini bukan tentang bagus atau tidak bagus (bahkan kata "bagus" pun punya banyak sudut pandang kan? 🤔). Bagi saya membaca buku-buku Tere Liye menimbulkan kesan tersendiri. Setiap kali selesai membaca buku Beliau, perasaan saya selalu hangat, ada yang membekas disana. Ada pesan moral yang berusaha disampaikan bang Darwis melalui buku-bukunya, ada nilai-nilai kehidupan yang bisa kita ambil hikmahnya, pesan moral yang bisa jadi bahan renungan diri, nilai-nilai kehidupan yang diambil dari sudut pandang paling positif, agar kita para pembaca karya Beliau selalu merasa bersyukur atas kehidupan yang kita miliki. Terkesan berlebihan ya? Tapi itu yang saya rasakan. Kembali lagi ke masalah selera sih ya. Buku bagus bagi kita belum tentu bagus bagi orang lain kan, begitulah sebaliknya 😁. . 🗣️ Nah sudah terjawab ya kenapa saya suka bahkan sampai mengoleksi buku-buku yang Tere Liye tulis. Dan di postingan ini saya ingin melunasi janji saya untuk sharing daftar buku-buku Tere Liye yang sudah diterbitkan. Saya rasa daftar ini sudah lengkap, kalau ada yang kurang atau salah bisa dikoreksi di kolom komentar ya. Mungkin daftar ini akan membantu kalian. Daftar ini bisa jadi patokan kalau kalian berniat mengoleksi buku-buku Tere Liye yang jumlahnya tidak sedikit itu 😂. . 🗣️ Oh ya, bicara soal buku Tere Liye favorit, Top 3 buku Tere Liye favorit saya antara Lain: . 1. 🥇Dia adalah Kakakku Drama keluarga yang penuh pengorbanan, sukses bikin saya menangis sesegukan. Sekotak tisu sangat dibutuhkan ketika membaca novel ini. . 2. 🥈Tentang Kamu Novel Bang Darwis yang menurut saya paling kaya genre, alur ceritanya paling kompleks. Kisah perjalanan tokoh Sri Ningsih yang sangat inspiratif jadi daya tarik utama novel ini. . 3. 🥉Hujan Romance remaja yang mengharu biru, membuat saya gentar setiap kali membuka halaman berikutnya, cemas bakal seperti apa kelanjutan ceritanya, sukses membuat saya mengalami book hangover beberapa waktu.

A post shared by Andi Kusuma (@andikusumaaa) on

Berikut ini 5 penerbit yang pernah menerbitkan buku-buku Tere Liye

  1. Grafidia, dengan nama Darwis Darwis
  2. Add print, dengan nama pena Sendutu Meitulan
  3. Mahaka Publishing, dengan nama pena Tere Liye
  4. Gramedia Pustaka Utama, dengan naam pena Tere Liye
  5. Republika Penerbit, dengan nama pena Tere Liye.

Tahukah kamu, kalau ditelusuri dari segi bahasa, Tere Liye merupakan bahasa India yang artinya “Untukmu.” Indah sekali bukan? Menurut saya, nama pena yang indah dan seakan buku-buku yang ditulisnya merupakan persembahan penulis untukmu (iya, untuk kamu, pembaca bukunya), hehe.

Melalui artikel ini, saya ingin berterima kasih kepada sahabat saya yang sudah bersedia dan berbaik hati meminjamkan bukunya serta mengenalkan saya pada buku karya Tere Liye. Kepada adik sepupu yang sudah memperbolehkan saya meminjam buku-buku Tere Liye. Dan tak lupa, saya berterima kasih kepada penulis dengan nama pena Tere Liye. Terima kasih untuk karya-karyanya Bang Tere. Saya banyak belajar, dan termotivasi untuk latihan, latihan, dan latihan menulis. Keep writing Bang Tere, keep inspiring.

Kalau kamu, siapa penulis favoritmu?

Silahkan subscribe channel YouTube saya

With Love,

36 thoughts on “Mengenal Lebih dari 40 buku karya Tere Liye

      1. Kelas menulis Tere Liye di kelas.com sejak pertengahan Juni 2020, Kak. Sebelum-sebelumnya hanya latihan sendiri sesuai saran Tere Liye dalam bedah buku yg ditonton di YT.

        Like

      2. Alhamdulillah, wow langsung judul novel tersebut. Apakah setelah membaca satu buku jadi penasaran dengan judul buku lainnya, Kak?

        Like

      3. Semoga sempat baca buku lain Kak. Kalau saya tentunya rekomendasikan semua bukunya Kak. 😄
        Tapi saya kan tidak tahu selera baca Kakak seperti apa serta genre kesukaannya seperti apa hehe.

        Like

  1. Keren nih koleksinya mbak.
    Awalnya terinspirasi dari blog ini, waktu beli buku beliau pertama kali. Terus, anakku juga ternyata suka dan bilang ingin baca lagi yg lain. Berhubung bujet terbatas, aku bisanya beli yg second (tapi ori koq) aza. Kemarin ada beli 5 buku juga. Anakku sdh selesai baca, tapi aku satu pun belum kelar😀😀😀😀

    Liked by 1 person

    1. Terima kasih mbak Sondang, kuterharu mbak 😂😂😂
      Saya bahagia bila mbak bisa meluangkan waktu untuk membaca buku-buku Tere Liye. Dengan begitu anak-anak bisa menjadi contoh, panutan serta terinspirasi mommy-nya 🥰🥰🥰 salam untuk GASS, Happy reading. Jangan lupa mereka rekomendasikan buku serial anak Nusantara agar anak-anak mbak terinspirasi jadi orang-orang hebat ❤️
      Senangnya anaknya mbak Sondang juga suka 😍😍😍
      Kompak sekali mommy dan anak 😍
      Gpp secondhand Mbak yg penting ori, saya juga suka Beli buku secondhand ori 😊😊
      Mantaaap dan Selamat, salut banget sama mommy kece ini 👍👍👏👏
      Oya Mbak, saya awalnya malah pinjem buku-buku Tere Liye ke sahabat dan sepupu. Kalau mau praktis pinjem silahkan download iPusnas di sana sudah banyak buku-buku Tere Liye juga.
      Terima kasih untuk infonya Mbak Sondang saya senang sekali ❤️❤️
      Keep reading mommy cantik gassmom ❤️

      Like

      1. Terima kasih juga untuk selalu berbagi info dan rekomendasi mbak. Dari dulu memang aku penggemar second karena terjangkau he he he. Ipusnas adh pernah juga aku download, tapi entah kenapa (mungkin karena adh kebiasaan) rasanya membaca begitu kurang greget, tetap lebih asyik klo ada buku fisiknya.😀😀😁

        Liked by 1 person

      2. Sama-sama Mbak Sondang ☺️🙏
        Iya Mbak, setuju banget harganya terjangkau 😊
        Perihal kenikmatan membaca, saya juga sepakat lebih asik baca buku fisiknya 😀
        Kalau lagi pengen baca tapi gak mau koleksi, pada akhirnya saya tetap mampir dan meminjam di iPusnas 😁😂

        Like

  2. Novriana

    Waaa koleksinya lengkap banget, Ai! 😍
    Mbak juga suka banget novel2nya Tere Liye. Jadi inget sekitar 12 taun lalu nge-follow blognya jaman masih pakai Multiply *ketauan deh jadulnya 😁
    Tapi akhir2 ini udah jarang ngikutin karya2nya lagi, mungkin mesti nyobain nyari versi online-nya.

    Liked by 1 person

    1. Terima kasih Mbak 🤗😍😍😍😍
      Senangnya ketemu senior yang menyukai karya Tere Liye.
      Saya baru tahu kalau beliau dulu punya blog. Bukan jadul mbak tapi angkatan senior 😄

      Rasanya pengen kupinjamkan buku-buku koleksi saya tapi kejauhan kalau ke Jepang 😂

      Yuk, ikutin karya-karya Tere Liye. Kalau mbak suka baca versi ebook, buku-buku orinya sudah dijual di Google Play, puluhan buku Tere Liye hingga versi yang belum ada sentuhan edit dari penerbit.
      Ayo mbak baca bukunya lagi *sambil narik-narik lengan mbak Novri* 😂😁

      Silahkan ini dia link-nya, semoga tertarik mbak ☺️☺️
      https://play.google.com/store/books/collection/cluster?clp=2gENCgl0ZXJlIGxpeWUQBQ%3D%3D:S:ANO1ljILhSw&gsr=ChDaAQ0KCXRlcmUgbGl5ZRAF:S:ANO1ljIxXcI

      Liked by 1 person

      1. Novriana

        Hehe, iya ya, Ai, bahasa halusnya “senior” 😁
        Dulu mbak sampe beberapa kali nge-quote tulisan2nya Tere Liye di blognya *duh jadi kangen masa2 itu 😁

        Waaa lengkap juga ya e-book di Google Play. Makasih link-nya, Ai! Ntar mbak coba liat deh 😍

        Semoga kapan2 bisa pinjem koleksinya Ai juga, hehe..

        Liked by 1 person

      2. Ayo, kembalilah Kakak senior 🤗
        Saya butuh persepektif lain dari pembaca yang sudah lebih dulu mengenal karya Tere Liye.
        Kalau mbak membaca buku karya Tere Liye saat ini, Apakah “feel”-nya sama dengan dulu, berbeda atau gimana. Kumenantikan hal itu, dan semoga Mbak ada waktu untuk membaca buku Tere Liye saat ini.

        Iya, lengkap banget Mbak versi e-book nya di Google Play 😃
        Sama-sama, Mbak. Semoga tertarik melihat dan membacanya ☺️🤗

        Aamiin, Aamiin.
        Kalau pinjemin koleksinya, bisa jadi saya mesti merantau dulu ke Tokyo untuk bisa bertemu Mbak Novri 😁😂 😂 *ngayal* 😂

        Liked by 1 person

      3. Novriana

        Hehe, siap! Semoga mbak bisa segera mulai baca lagi karya2 Tere Liye 💪
        Yang paling recommended yang mana ni, Ai?

        Aamiiin, siapa tau nanti mbak bisa minjem langsung di Tokyo 😊

        Liked by 1 person

      4. Aamiin Mbak ❤️❤️
        Semua bukunya recommended Mbak 😂😂
        Tapi kalau suka bacaan berat ada buku berjudul Rindu, Tentang Kamu, Rembulan Tenggelam di Wajahmu.
        Kalau suka ekonomi politik ada Negeri Para Nedebah, Negeri di Ujung Tanduk.
        Kalau suka tema keluarga yg akan membuat hati terenyuh dan stok tisu ada Dia Adalah Kakakku.
        Saya gak tau selera baca Mbak, maafkan kalau menyebutkan banyak judul buku 😂
        Happy reading Mbak sayang ❤️

        Aamiin. Terima kasih sudah diaamiinkan oleh Mbak, semoga menjadi doa yg diwujudkan oleh-Nya. ❤️😇

        Liked by 1 person

      5. Novriana

        Waah, kayaknya mbak belum pernah baca yang Rindu sama Tentang Kamu. Dia Adalah Kakakku juga baru denger ni, ntar mbak cari deh 😍

        Mbak suka genre macem2, Ai 😁

        Liked by 1 person

      6. Rindu sama Tentang Kamu recommend banget. Dari judulnya saja sudah kece 😍 Buku Rindu bukan romance tapi genre sejarah (jangan terkecoh dg judul 😂). Sementara Tentang kamu genrenya biografi. Dia adalah kakakku, siapin tisu Mbak, kabari kalau sampai sesegukan bacanya 😂

        Alhamdulillah, Selamat bergabung dg saya pembaca macam2 genre 😅 😁

        Liked by 1 person

      7. Alhamdulillah kalau mbak penasaran ❤️❤️🌸🌸🤗🤗
        Sama-sama, Mbak 🥰🤗

        Mbak, adakah artikel mbak yg bahas tentang sakura? Mohon infonya 🙏

        Liked by 1 person

      8. Ayo mbak buat tulisannya di blog, saya yakin isi kameranya banyak koleksi foto sakura 🌸🌸😁😁

        Waduuuh, baru satu tulisan 😂
        Terima kasih mbak, saya akan mampir ke artikelnya.

        Belum mbak, tapi pengen 😂, beruntung awal tahun 2020 bisa lihat pohon sakura yg belum berbunga tapinya di Hokkaido 😅
        Saat ini sampai akhir tahun fokus hadapi korona dulu mbak 😂

        Liked by 1 person

      9. Novriana

        Hehe, iya ni kalau stok foto ada banyak banget kayaknya di hard disk, tapi belum dirapiin 😅

        Semoga nanti bisa kesampaian ke Jepang lagi pas musim semi ya, Ai, aamiiin…
        Iya ni, mesti nunggu dulu pandemi ini mereda baru bisa jalan2 lagi kayaknya, hiks..

        Liked by 1 person

      10. Alhamdulillah, saya turut berbahagia jika stok foto sakura banyak banget 😍🌸🌸😍
        Bisa buat stok tulisan juga 😄

        Aamiin Aamiin Aamiin 🙏
        Terima kasih untuk doanya Mbak 🙏❤️
        Iya mbak, insha Allah semoga kita bisa jalan2 lagi setelah pandemi. Aamiin

        Liked by 1 person

  3. Muhammad Rusydan Alfin

    Izin memberikan tanggapan. 🙏

    Akun media sosial penulis Tere Liye yang resmi (official) hanya akun facebook yang berupa halaman (page) dengan nama tereliyewriter. Selain itu, bisa dipastikan hanya mengutip atau hanya akun fanbase saja. Ini saya dapat dari penulisnya langsung di halaman Facebooknya.

    Terima kasih atas izinnya. Saya juga penikmat karya-karya Tere Liye. Salam. 😊

    Liked by 1 person

Leave a Reply to Novriana Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s