Buku-buku Series Karya Penulis Luar Negeri yang Sukses difilmkan

Dear Potterhead. Welcome to Hogwarts! (dokumen pribadi)

Halo sahabat pembaca buku. Apakah kamu suka membaca buku seri? Berikut ini saya akan membahas buku-buku series luar negeri yang sukses diangkat ke layar lebar. Mungkin beberapa dari kamu lebih tahu film daripada bukunya. Atau bisa jadi sebagai pembaca buku, kamu mengetahui serta membaca buku-buku serinya sekaligus menonton filmnya.

  1. SERIAL HARRY POTTER 

Salah satu buku series yang sangat laku seluruh dunia dan ditulis oleh seorang wanita berkebangsaan Inggris, dan bernama lengkap Joanne Kathleen Rowling dan kini tinggal di Edinburgh, Skotlandia. Serial yang dimulai sejak tahun 1997 ini sangat mendunia dan menjadi salah satu buku fiksi genre fantasi yang paling terkenal sepanjang sejarah. Bahkan, kisah tentang penyihir Harry Potter yang memiliki bekas sambaran petir  di dahi ini telah diangkat ke layar lebar. Serial Harry Potter terdiri atas tujuh buku  dengan judul: (1). Harry Potter and the Philosopher’s of Stone, (2). Harry Potter and the Chamber of Secret, (3). Harry Potter and The Prisoner of Azkaban, (4). Harry Potter and The Goblet of Fire, (5). Harry Potter and The Order of Phoenix, (6). Harry Potter and The Half-Blood Prince, dan (7). Harry Potter and The Deathly Hallows.

Ini merupakan salah satu seri favorit saya sepanjang masa. Pertama kali baca fiksi series, dan pertama kali pula nonton film series sampai selesai. Saya pertama kali baca dipinjamkan oleh sahabat yang baik, dan untuk buku ketujuh saya dihadiahi buku oleh sahabat saya berbeda. Jadi, makin berkesan karena dua sahabat wanita saya ini benar-benar baik sekali. Selain karena ceritanya memang seru dan bagus, berkat mereka pula, saya mengenal dan makin suka dengan seri ini.

Gara-gara baca dan nonton filmnya tentu saja jadi pengen banget datang ke The Wizarding World of Harry Potter yang waktu itu di tahun 2010 baru ada di Florida,  Amerika. Beruntung  wahana tersebut sudah ada USJ Osaka sejak pertengahan tahun 2014, jadi mimpinya pengen ke sana saja. Meskipun Harry Potter sudah berlalu, saya masih tetap suka sampai sekarang, saking berkesannya. Dan sebelum pandemic covid 19 melanda dunia, di awal Januari 2020, alhamdulillah impian itu jadi nyata. Main ke Wizarding World of Harry Potter di Universal Studio Japan yang berlokasi di Osaka, Jepang.

Tonton juga video berikut ini:

SUBSCRIBE: Aisaidluv

Saya rasa, siapa pun yang pernah membaca buku seri Harry Potter dan menonton keseluruhan filmnya, bisa jadi mereka tidak bisa move on kayak saya? 😛 Hahaha *nyari temen.

Anehnya, setiap menonton ulang filmnya kalau diputar di cabel tv berlangganan, saya tidak pernah bosan menontonnya. Suka tiba-tiba lupa, ini bagian yang mana ya? Menghibur sekali, karena kadang-kadang pas lagi nontonnya suka pengen baca ulang bukunya. Walaupun bertemakan dunia sihir, banyak pesan moral yang disampaikan, misalnya tentang betapa besarnya kasih sayang orangtua pada anaknya, tentang persahabatan sejati yang sangat indah, tentang bagaimana memanfaatkan kekuatan yang baik untuk melawan kejahatan dunia sihir, dan banyak lagi. Sekarang saya berharap serial ini ada di Netflix biar bisa nonton ulang lagi dan lagi. 😀

Dan yang paling bikin penasaran, ingin rasanya suatu hari nanti berada di The Elephant’s House. Sebuah lokasi tempat lahirnya Harry Potter di mana penulisnya selama bertahun-tahun menulis novel Harry Potter di Edinburgh, Skotlandia. Berbeda dengan Trilogy The Lord of The Ring yang difilmkan sesudah penulisnya wafat. Untuk serial Harry Potter, penulisnya masih ada hingga kini.

  1. SERIAL THE LORD OF THE RINGS 

Selain seri Harry Potter, salah satu seri terbaik menurut saya yang tak terlupakan adalah trilogi THE LORD OF THE RING karya penulis John Ronald Reuel Tolkien, atau lebih dikenal dengan J.R.R. Tolkie.  Di zamannya, menurut saya waktu menonton film ini, special effect yang sangat keren. Gak nyangka filmnya bisa sekeren itu. Padahal waktu itu saya belum membaca bukunya (karena tidak ada di perpustakaan, tidak bisa pinjam ke teman karena mereka belum punya, serta waktu itu belum bisa beli sendiri karena uang jajan ya pas saja untuk jajan makanan bukan jajan buku 😀 )

Filmnya terdiri dari: (1) The Lord of The Rings The Fellowship of the Ring, The Lord of The Ring The Two Towers, dan The Lord of The Ring The Return of The King. Berkisah tentang cerita hobbit Frodo Baggins. Ketika dia dan sembilan pembawa cincin melakukan perjalanan untuk menghancurkan one ring, dan dengan itu menghancurkan pembuatnya.

Baca juga: cerita perjalanan ke Selandia baru dan menikmati pemandangan spektakuler di Moun Cook National Park di Selandia Baru (New Zealand)

Syuting film ini dilakukan di Selandia Baru. Apa yang terjadi setelah nonton ketiga trilogi ini? Sudah jelas, saya terpesona dengan alam yang indah khas Selandia Baru, dan bermimpi bisa ke sana. Tak disangka, alhamdulillah impian itu terwujud di akhir tahun 2016. Yang jelas Selandia Baru bentang alamnya sangat spektakuler, dan novel trilogi kisah fantasi epik yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1954 dan 1955. Kisahnya ditulis pada tahun 1937 dan 1949 serta menjadi salah satu karya sastra abad ke-20 yang paling popular.

  1. THE CHRONICLES OF NARNIA 

Novel ini terdiri dari tujuh novel, sama seperti Harry Potter. Ditulis oleh penulis asal Irlandia yaitu C.S. Lewis, yang bercerita tentang petualangan sekelompok anak kecil ke sebuah negeri yang bernama Narnia. Tiga seri awal film ini yakni The Lion, The Witch, The Witch and The Wardrobe, Prince Caspian, dan The Voyage of Dawn Trader telah diangkat ke  layar lebar. Sementara kini setelah hiatus selama beberapa tahun, kabarnya seri keempat dari novel ini yakni The Silver Chair  sedang dalam proses pengembangan untuk menyusul tiga seri sebelumnya. Untuk film Narnia, saya hanya menonton dua filmnya saja. Selebihnya, saya harus mengakui bukan penggemar serial ini. Dan penulis serial ini yaitu C.S. Lewis merupakan sahabat karib Tolkien, penulis The Lord of The Ring.

  1. THE MAZE RUNNER TRILOGY 

Novel ini ditulis oleh James Dashner dan terdiri dari tiga seri yakni Maze Runner, The Scorch Trial, dan The Death Cure. Novel ini bercerita tentang seorang pemuda yang ditempatkan di sebuah labirin bersama beberapa orang lainnya dan berusaha bertahan hidup di dalamnya. Ketiganya sudah difilmkan dan tergolong sukses. Saya juga nonton ketiga filmnya. Ceritanya menarik dan seru. Kalau nonton ulang lagi filmnya, juga gak ngebosenin.

  1. THE HUNGER GAMES TRILOGY

Novel karya Suzane Collins, penulis asal Amerika Serikat ini dikenal dengan novel trilogy The Hunger Games yang terdiri dari: (1). The Hunger Games, (2). Catching Fire, dan (3). Mockingjay. Ketiga novelnya sudah diadaptasi ke layar lebar. Filmnya juga laris di pasaran. Bercerita tentang seorang gadis berusia 16 tahun bernama Katniss Everdeen yang menggantikan adiknya untuk melakukan sebuah kompetisi maut yang diadakan di ibu kota negara yang bernama Capitol. Kompetisinya bernama The Hunger Games. Ceritanya menurut saya cukup seru. Meskipun sudah menonton ketiga filmnya, habis nonton ya sudah, gak pengen ngulang lagi.

6. PERCY JACKSON AND THE OLYMPIANS SAGA

Saga yang terdiri dari lima novel ini ditulis oleh Rick Riordan, penulis berkebangsaan Amerika Serikat. Bercerita tentang seorang pemuda yang merupakan demigod/setengah dewa. Saga ini lebih beruntung dari saga-saga sebelumnya karena dua dari lima novel ini sudah diadaptasi ke layar lebar, yakni Percy Jackson: The Lightning Thief pada tahun 2010 dan Percy Jackson: Sea of Monster pada tahun 2014. Namun kedua film ini tidak terlalu sukses di pasaran sehingga kabar mengenai kelanjutan adaptasi novelnya masih belum jelas sampai sekarang. Saya juga menonton dua film seri Pearcy Jackson, cukup menarik dan saya senang menontonnya.

7. TWILIGHT SAGA

Novel yang ditulis oleh Stephanie Mayer, penulis asal Amerika Serikat ini memiliki empat buku yang terdiri dari: (1). Twilight, (2). New Moon, (3). Eclipse dan (4). Breaking Down. Cerita yang diangkat adalah kisah seorang manusia yang jatuh cinta pada vampir. Saya hanya bertahan satu buku, enggan melanjutkan buku-buku berikutnya. Sepertinya bukan buku selera saya -_- filmnya juga sempat nonton, tapi kurang berkesan, B saja. Meskipun filmnya cukup sukses dikalangan para penikmat filmnya. Namun sayangnya, meski di seri awal film ini cukup ngehits, namun seri terakhirnya cukup banyak dikritik. Hal tersebut dibuktikan dengan rating yang di dapat oleh seri terakhir dari adaptasi novel ini, yaitu 5,5.

Dari ke tujuh seri yang sudah disebutkan di atas, favorit saya kalau harus nonton ulang dan gak bakal bosan, saya pilih serial Harry Potter, trilogy The Lord of The Ring, serta The Maze Trilogi.

Kalau kamu, apa serial favoritmu?

Note: sumber referensi Wikipedia. Untuk info lebih detail terkait buku, film, juga penulisnya, silahkan cek dan baca di Wikipedia.

SIMAK JUGA SERBA-SERBI BUKU ALA SAYA BERIKUT INI:

6 thoughts on “Buku-buku Series Karya Penulis Luar Negeri yang Sukses difilmkan

  1. Saya suka Harry Potter, Lord of The Rings dan The Hunger Game. Kalau yang enak diulang Harry Potter dan LOTR. The Hunger Game bagus tapi apa ya terlalu dark..The Maze Runner filmnya ok banget

    Btw mbak kenapa ya nggak bisa komen di reader. Apakah pakai jetpack?Pernah alamin hal sama dulu lalu jetpacknya aku re install…

    Liked by 1 person

    1. Huwa gak nyangka Mbak Phebie juga suka 😍😍😍 horeeee 🤩
      Gak nyangka karena mbak Phebie yang lebih banyak referensi film-film bagusnya daripada saya ternyata suka 😁

      Dark, ah ya, kata itu yg tepat buat menggambarkan The Hunger Games, terima kasih mbak. Iya The Maze Runner filmnya ok, pemainnya kece 😃

      Iya mbak, pakai Jetpack. Sudah jalan tiga bulan seperti ini 😂
      Noted, mbak. Terima kasih info dan sarannya 🙏

      Like

    1. Mantaaap Mbak Rahma 🤩🤩🤩 Horeee sama juga Harry Potter yg melekat 😁

      Keren Mbak sampai rela rental bukunya 😊

      Nonton semuanya Mbak 🥰🥰

      Like

  2. Saya suka banget LOTR film maupun novelnya udah saya baca berulang kali dan masih sering ternganga dengan ceritanya. Kalau HP saya suka, cuma film dan bukunya baru sampai seri 5 yg saya tamatin, makin kesini makin tebel dan makin rumit konfliknya karena saya sering lupa jalan cerita sebelumnya jadi kurang minat mau lanjut hehe

    Liked by 1 person

Leave a Reply to Phebie | Life Essentially Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s