[Review Buku] 5 CM Aku, Kamu, Samudera, dan Bintang-Bintang Karya Donny Dhirgantoro

SEBUAH SEKUEL DARI 5CM

“Buku selalu membawamu ke tempat-tempat yang tidak pernah kamu kunjungi sebelumnya, ke perasaan yang tidak pernah kamu rasakan sebelumnya, ke pembelajaran yang belum pernah kamu pelajari sebelumnya.” (halaman 266)

Cinta tanpa syarat, cinta tanpa balas, cinta dengan segala keindahannya yang tak terbatas, cinta tanah ini kepadamu.

Judul                     : 5 CM AKU,  KAMU, SAMUDERA, DAN BINTANG-BINTANG
Penulis                  : Donny Dhirgantoro
Penerbit                : Grasindo
Jumlah halaman : 501 halaman
Tahun Terbit        : Cetakan pertama, Juli 2020. Cetakan kedua, Juli 2020
ISBN                       : 9786020524665

Sinopsis:

Ia di sini sekarang, perjalanan pulang, setelah Mahameru—Perjalanan Hati—puncak tertinggi Jawa dan segala tentangnya. Alih pandangnya sekarang melihat jendela kereta Matarmaja yang melaju membawanya pulang menuju Jakarta. Pejaman mata dan tarikan nafasnya, seakan mencoba menjawab segala pertanyaan besar yang terus memenuhi benaknya semenjak kemarin Ranu Kumbolo hilang dari pandangannya. Pertanyaan-pertanyaan yang bukan dari siapa-siapa, tapi dari dirinya sendiri.

Teruntuk yang tidak lain adalah diriku sendiri…

Zafran, manusia paling idealis, humanis dan fantastis…

Manusia paling keren ditongkrongan ini…

Sebenarnya, untuk siapa kamu melakukan semua yang ingin kamu lakukan di dunia ini? untuk kebahagian diri kamu? Atau untuk kebahagiaan orang lain? Apakah kamu seorang manusia yang hanya hidup untuk ngabis-ngabisin waktu aja? Celingak-celinguk, berbagi tanah air, udara, namun tanpa tujuan. Menjadi manusia hanya untuk menuh-menuhin bumi, ngabisin airnya, ngabisin oksigennya. Hanya menjadi seongok daging yang bisa berbicara, berjalan, dan punya nama—tanpa punya makna?

Apakah kamu telah menjalani hidup yang kamu mau? Hidup yang kamu inginkan? Bukan yang orang lain inginkan dari kamu? Apakah kamu mencintai diri kamu sendiri? Apakah ada seseorang yang kamu cintai, lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri? Adakah cintamu yang terbalas? Atau mungkin tak terbalas? Atau ada yang begitu mencintaimu, tapi kamu tidak bisa membalasnya.

Pernahkah kamu mengalami kesedihan yang luar biasa dalam hidup kamu? Pernahkah kamu mengalami kebahagiaan yang luar biasa dalam hidup kamu? Apakah kamu hidup dalam ketakutan-ketakutan kamu? Atau dalam harapan-harapan kamu?

Apa yang harus kamu perbuat?

Zafran termenung sejenak, namun beban pertanyaan yang baru saja menghujam itu terasa ringan saat di bangku kereta, tak jauh darinya, ia melihat Genta, Riani, Ian, Arial, dan Dinda tersenyum kepadanya.

Aneh bin ajaib, gak biasanya baca novel sepanjang cerita, imajinasi saya terhadap keenam karakter di buku ini terbayang wajah para pemain film yang memerankan tokoh Genta, Zafran, Riani, Ian, Arial, serta Dinda (adiknya Arial). Padahal ini buku yang sangat baru, terbit di tanggal 17 Agustus 2020 dan saya sudah dapat buku cetakan kedua, semoga laris manis di pasaran.

Sepanjang membaca bukunya, bayangan saya benar-benar menyatu dengan para karakter dan pemain film. Adakah pembaca buku ini merasakan sensasi yang sama? Hahaha, apakah efek dari kesan nonton film 5 cm ini belum hilang juga setelah bertahun-tahun? Kok gak bisa move on, ya? 😛  Jadi, pas cerita tentang Zafran, yang kebayang dibenak saya saat Herjunot Ali berperan sebagai Zafran. Dan sepanjang cerita tentang Genta, bayangan saya melihat sosok Fedi Nuril yang berperan sebagai Genta, begitu seterusnya, Riani yang diperankan Raline Shah, Dinda yang  diperankan Pevita Pearce, Arial diperankan Denny Sumargo, dan Ian yang diperankan Saykoji. Apakah keenam pemain ini telah melekat dengan karakter-karakter dalam novel ini? Bisa jadi. Tapi, yang pasti saya jadi nungguin buku sekuel ini difilmkan dengan pemain yang sama. Biarlah para pemainnya reunian gitu, hahaha  *pembaca yang ngarep, pengen buku ini dijadikan film* 😀 😀

Kalau sekuel 5 cm difilmkan lagi, saya mau nonton kalau formasi pemain utamanya masih sama. Kalau beda, bakalan gak semangat. Karena akting keenam pemain utamanya bener-bener menyatu dengan karakter di bukunya, keren. Sumber foto dari sini
Sang Lelaki dan Sang Perempuan, sumber foto dari sini

Baca juga: Buku pertama, 5 CM Karya Donny Dhirgantoro

Soalnya, meskipun sebenarnya di buku ini bercerita tentang bagaimana kondisi kelima sahabat sejati ini setelah mendaki puncak Mahameru yang diceritakan di buku pertama. Dengan rentang waktu 15 tahun setelah buku pertamanya terbit, dibuku ini tidak diceritakan bagaimana kelima sahabat ini mendapat jodoh (kan di ending buku pertama sudah pada tahu dong ya, nanti Zafran nikah sama siapa). Melainkan bagaimana persahabatan mereka terjalin, meskipun setelah pendakian itu mereka jadi jarang ketemu. Berbagai konflik berat bermunculan. Buku ini juga terasa relate dengan zaman sekarang. Kalau di buku sebelumnya, Ian suka banget main PS, atau nonton film. Di buku ini Ian lebih suka main game Mobile Legend, PUBG, dll. Konflik yang paling terasa banget tentu saja bagaimana cara Zafran tidak kehilangan sahabat sejatinya sekaligus tidak kehilangan cinta sejatinya, masa depannya hingga ajal menjemputnya. Ribet gak sih, sahabatan sudah belasan tahun. Tahu-tahu dua pria  menyukai satu wanita.

Buku sekuel 5 CM ini, baru rilis tepat di hari kemerderkaan Republik Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 2020 ini, saya dapat yang cetakan keduanya.

Sebetulnya saya tidak berharap banyak dari buku sekuel ini. Bagi saya, buku 5 cm untuk yang senang berpetualang menjelajah kekayaan alam Indonesia, atau suka dengan cerita persahabatan ada di buku karya Donny D. ini. Setelah baca buku pertamanya, satu hal yang sangat ingin saya ketahui bagaimana persahabatan Genta dan Zafran. Bagaimana perasaan Zafran sesungguhnya terhadap Riani? Sebab di buku sebelumnya, setelah malam di Ranu Kumbolo berpayungkan bintang-bintang di angkasa, Genta harus menghadapi kenyataan pahit yang sangat menyakitkan. Cintanya selama belasan tahun untuk Riani, tidak terbalas. 😥 😥

… kita berlima belasan tahun lamanya, no statement, tapi emang sudah kayak saudara. (halaman 42)

Persahabatan kadang memang tanpa pernah ada tujuan yang jelas. Mungkin itu membuat yang namanya persahabatan selalu bertahan lama, bahkan melebihi kisah cinta. Kamu memang tak bisa memilih keluarga kamu, tetapi indahnya persahabatan adalah kamu bisa memilih orang asing yang tidak pernah kamu kenal untuk menjadi keluarga kamu. Karena persahabatan yang sejati tak pernah memberi alasan untuk meminta, ia hanya terus memberi. Sahabat adalah orang asing yang datang dan menetap di hati, kadang tanpa alasan yang jelas pun kadang kita tidak ada. Sahabat hanya seorang yang selalu ada buat kita, tanpa balas, tanpa pernah diminta.” (halaman 43)

Dalam buku ini, diungkapkan dengan detail, bagaimana Genta jatuh bangun menerima kenyataan pahit. Setelah kejadian itu, dia tidak bisa berhenti mencintai Riani. Di sisi lain, ternyata Zafran punya cerita tersendiri bagaimana akhirnya dia yakin bahwa Riani-lah masa depannya. Sayangnya, Zafran adalah pria yang fakir sinyal-sinyal perempuan. Jadi ribet deh, urusan perasaannya. Dan keribetan lain yang harus dihadapinya tentu saja bagaimana cara dia mengungkapkan pada Genta tentang perasaannya pada Riani, tidak menyakiti sahabat sejatinya. Hiyaaaa, makin pelik deh! -_-

Kalau secara konflik, lebih berasa di buku ini ketimbang di buku sebelumnya. Walaupun buku setebal 501 halaman ini menyajikan konflik yang menarik, bagaimana persahabatan tidak hancur, bisa berjalan bersisian dengan cinta yang terbalas vs cinta tak terbalas. Kebanyakan memang seringkali persahabatan itu rusak jika ada cinta segitiga. Tapi tidak dikisah buku ini. Kamu gak bakal nyesel menghabiskan waktu membaca buku setebal ini, sebab kisah persahabatannya dapat, kisah cintanya dapat. Kocak, sedih, terharu, dan siap-siap saja bikin kamu ngakak dengan berbagai candaan ala lima sahabat sejati ini. 😀 😀 Siap-siap bikin baper. Dan yang pasti, ayo siapkan diri untuk ikut berpetualang bersama lima sahabat dan Dinda. Mereka akan overland!!!!!

Baca juga:

Jalan-jalan ke Lombok, NTB, Jalan-jalan ke Bali, dan jalan-jalan ke Semarang

Overland ala mereka berenam ini salah satu hal yang berbeda dari buku sebelumnya dan sangat menarik di buku ini. pokoknya saya berasa diajak overland bareng the leader—Genta bersama para sahabatnya. Di buku ini, kelima sahabat masing-masing punya konflik pribadi yang lebih kompleks, dan uniknya tidak mereka ungkap. Yang super kocak juga seringkali Zafran beradu pendapat dengan Minime-nya. Penasaran? silahkan baca bukunya 😀

Ini dia sang penyair, Zafran. Puisi-puisi yang ditulisnya menjadi nyata. Mantap jiwaaaa. Sumber foto dari sini

Yang menarik buku dan kisah persahabatan Genta, Zafran, Riani, Ian, dan Arial:

  • Dari judulnya saja sudah puitis banget. Dan tahukah kamu? Puisi favorit Riani dari segala puisi Zafran adalah “Aku, Kamu, Samudera, dan Bintang-Bintang. Kalau kamu suka baca buku romance, petualangan, persahabatan, juga jalan-jalan, buku ini paket lengkap.
  • Di buku ini, saya juga senang mendapati penulis yang lewat karakter Zafran memaknai arti menjadi penulis, membaca, serta makna sebuah buku. Kalau kamu sedang menulis buku dan butuh semangat, maka kamu beruntung akan mendapat semangat dari sang penyair Bang Zafran, kalau kamu baca buku ini tentunya 🙂
  • Perhatikan obrolan-obrolan ala Zafran dan Genta yang kadang kocak, bergizi, juga menyentil tapi ada benernya, di bab kita berlima. Seperti ini obrolan mereka, “Nyari irisan utopia sama realitas aja susah, belum diganggu sama utopia sosial yang menurut mereka kebahagiaan itu kolektif. Tidak ada kebahagiaan pribadi, menurut norma dan dogma yang mereka bangun sendiri itu semua kebahagiaannya sama. Padahal kan bahagianya setiap orang itu kan beda-beda. Contohnya nih ya, pertanyaan-pertanyaan ‘kapan’ itu gak ada habisnya, kayaknya hidup buat ngelayanin dogma-dogma bikinan masyarakat aja, (halaman 48). Asli ini jleb banget tapi saya sependapat sih, hehe.
  • Baca buku ini kok tiba-tiba saya jadi kepengen overland kayak mereka berenam ke Jawa-Bali-Lombok-hingga Pulau Kenawa. Siap-siap saja, pulau ini bakalan popular setelah pandemi covid 19 usai, diserbu para traveler hehehe -___- Dan di Lombok itu gak hanya Rinjani serta Gili Trawangan yang terlanjur populer di kalangan wisatawan. Kita bakal di bawa ke tempat-tempat kece bareng gengnya Genta, menikmati sunset yang spektakuler, serta mengunjungi berbagai pantai yang eksotis.
  • Awalnya saya pikir mereka bakalan ke Rinjani. Tapi kan, kalau temanya naik gunung lagi, apa bedanya petualangan mereka di buku ini dan buku sebelumnya yang menjadikan titik puncak Mahameru sebagai petualangan yang tidak terlupakan untuk mereka. Saya kira, ini strategi yang bagus dari penulisnya. Sebab selama ini Lombok itu identik dengan Rinjani—untuk kalangan para pendaki atau traveler yang memang hanya ingin ke Lombok untuk menikmati salah satu gunung tercantik di Indonesia yaitu mendaki Gunung Rinjani. Tidak pula menggunakan setting utama di Gili Trawangan yang ini juga identik dengan Lombok serta jadi tempat wisata yang banyak dinikmati wisatasan asing maupun lokal. Tapi tempat yang jadi setting dan merupakan sampul dari buku ini dipilih sebuah lokasi hidden treasure yang belum banyak tersentuh para wisatawan dan menjadikan destinasi utama saat mengunjungi provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk seorang Genta sang leader, yang telah membawa sahabat-sahabatnya overland pulau Jawa, pulau Bali hingga Lombok, dan merayakan 17 Agustus di puncak Pulau Kenawa—sebuah perayaan yang akan mereka berlima rayakan setiap hari kemerdekaan Indonesia. Dengan mengunjungi tempat-tempat eksotis di negeri yang sangat mereka cintai dengan segenap jiwa dan raga. Untuk mengumandangkan lagu Indonesia Raya di tempat-tempat indah di seluruh Indonesia. Fakta yang tidak diketahui semua orang, banyak juga yang pada saat hari kemerdekaan 17 Agustus, mereka muncak naik gunung-gunung untuk mengibarkan sang saka Merah Putih dan menyayikan lagu Indonesia Raya.
  • Nikmatilah perjalanan overland ala Genta, Zafran, Riani, Ian, Arial dan Dinda mengunjungi tempat-tempat indah di nusantara. Pada akhirnya, di tempat tujuan mereka mengibarkan bendera. Saat senja mempesona bersiap-siap memeluk malam, Zafran bisa menyelesaikan konfliknya secara baik-baik dengan sahabat sejatinya. Penasaran gak konfliknya apa? 😀 silahkan baca bukunya

Pesan moral yang sayang tangkap dari buku ini:

Salah satu kebahagiaan paling besar di dunia ini untuk seorang manusia adalah cinta yang terbalas.” (halaman 59)

  • Saya senang menikmati persahabatan ala mereka, banyak kocaknya, tapi ada seriusnya. Sekocak, bahkan sekonyol apa pun obrolan mereka yang suka cela-celaan. Tapi ada hal yang saya salut—bisa membedakan urusan yang sifatnya privasi dan diobrolin rame-rame, yaitu “Begitulah dalamnya mereka berdua, tidak pernah membiarkan diri satu sama lain terlalu masuk di area privasi, lebih senang menghomati pilihan masing-masing. Tidak pernah probing dan ingin tahu urusan teman sendiri, sebelum urusan itu terbagi dan tersampaikan. Hanya hal kecil namun nyaman (halaman 51). Selekat apa pun sebuah persahabatan, jangan sampai mengganggu ranah privasi jika memang belum ingin dibagi.
  • Persahabatan itu harus dijaga dengan baik, sebab sahabat itu orang asing yang jadi saudara kita.
  • Pesan yang disampaikan lewat karakter di buku ini juga mengajarkan tentang jadi diri sendiri. Berjuang semampumu, tidak pernah ada kata menyerah, terus bekerja keras untuk mewujudkan impian dan cita-cita.
  • Menghargai perasaan orang lain, juga sahabat sejati, tidak marah dan kecewa ketika cinta Genta harus bertepuk sebelah tangan.
  • Persahabatan itu sangat penting. Karena kita sebagai makhluk sosial, akan selalu membutuhkan orang lain. Jangan pernah mengkhianati persahabatan hanya karena urusan ego semata. Sebagai sahabat, harus saling menjaga, melindungi, juga saling membantu satu sama lain.
  • Jika terjadi konflik cinta segitiga dalam sebuah persahabatan. Selesaikanlah. Jangan pernah mengorbankan persahabatan hanya demi cinta. Mau tahu caranya biar cinta dapat tanpa merusak persahabatan sejati? Silahkan belajar dan berguru dari sosok seorang manusia paling idealis, humanis dan fantastis, si pembuat puisi romantis, yaitu Sang Penyair—Bang Zafran a.k.a Abang Juple—nama pilokannya. Karena dia bisa memenangkan konflik batinnya, sekaligus memenangkan hati pujaan hati—Sang Perempuan yang dicintainya, dan menenangkan sahabat sejatinya yang pada akhirnya bisa berdamai dan memaafkan ketika cintanya tak terbalas. Yang sudah baca atau nonton filmnya 5cm, sudah pada tahu kan ya, ending-nya bagaimana? 😀
  • Bangga dan cinta pada tanah air, ini salah satu pesan yang kental di buku ini. Buku 5 CM mengajarkan pada saya sebagai pembaca, untuk mencintai tanah air sendiri daripada negeri lain. Masih banyak keindahan yang dimiliki Indonesia. Mencintai Tanah Air sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Bangga terhadap Tanah Air Tercinta, Indonesiaku. 🙂  Terima kasih kepada penulisnya, sudah menghadirkan buku ini. Setidaknya, lewat buku sekuel ini saya jadi paham proses dan konflik persahabatan di 5 CM hingga berakhir happy ending. Sejauh ini, dari bererapa novel yang terbit di tahun 2020, ini merupakan salah satu buku yang asik dan seru serta menyenangkan untuk dibaca. Saya jadi pengen packing dan traveling -_-. Insha Allah saat pandemi usai, siap-siap sajalah tempat-tempat yang ada di buku ini jadi ngehits dikunjungi hehe. Ini dia, tempat yang menurut saya bakalan ngehits, dan bisa jadi tren trip seperti geng-nya Genta overland ke beberapa pulau, bakalan diminati para petualang. Semoga, ya! 🙂 Saya juga pengen banget ke sini gegara baca buku sekuel 5 CM -__-
sumber foto dari sini: https://www.bobobox.co.id/blog/pulau-kenawa-liburan-ke-alam/

Baca juga: buku bajakan rugikan diri sendiri dan banyak orang

Berikut ini beberapa kalimat favorit saya dalam buku ini:

  1. Nanti usia 25 tahun menuju 35 tahun seorang individu akan menemukan masa-masa krisis yang luar biasa. Masa-masa ketika tuntutan individu menemukan irisannya dengan tuntutan sosial, dan keduanya mau nggak mau harus dijalani. (halaman 5)
  2. Sebenarnya Zafran nggak berani sih debat gitu sama orang yang suka ngurusin hidup orang lain. Bukan nggak berani, males aja, mending Zafran telen aja sendiri. Ngapain juga buktiin sesuatu sama orang yang kerjaannya ngurusin urusan orang lain? (halaman 27)
  3. Senyum yang baik, bukan senyum yang indah cantik menawan, tapi senyum yang baik, senyum yang bisa membuat orang lain ikut tersenyum juga. Senyumnya Riani. (halaman 30)
  4. Hangatnya sebuah persahabatan, kadang membuktikan, kalau hidup bisa baik-baik saja walaupun tanpa cinta. (halaman 35)
  5. … Karena gak mungkin ada hidup yang sempurna, nggak ada sistem yang tertata sempurna. Pasti ada chaos-nya. (halaman 47)
  6. “Ada gitu orang pede banget, kalau bahagianya dia itu sama dengan bahagianya orang lain.” (halaman 49)
  7. “Bener. Manusia paling enak nyalahin keadaan karena keadaan nggak bisa bela diri.” (halaman 50)
  8. “Setiap manusia bisa berusaha menciptakan keindahan untuk dirinya sendiri. Selalu bisa, karena hidup memang tak selamanya indah, tapi juga tak selamanya susah. Setiap manusia bisa menciptakan keindahan untuk dirinya sendiri, pun juga bisa menciptakan kesusahan dirinya di antara segala keindahannya, semua tergantung pilihan yang dia buat setiap hari.—Zafran (halaman 87)
  9. “Kalau cinta bisa hadir kapan saja, kalau cinta adalah chaos dalam kesempurnaan, kalau cinta adalah takdir dalam ketidaksengajaan.”—Zafran (halaman 95)
  10. “Kalau cewek udah suka sama cowok itu gak pernah main-main, ia bisa pendam rasa itu bertahun-tahun lamanya. Bisa sedih sendiri sama rasa itu dan juga bisa bahagia sama rasa itu. Ia simpan rasa itu baik-baik, ia pelihara sebaik-baiknya, dan cuma hatinya sendiri yang tahu semuanya.” (halaman 103)
  11.  Tidak mudah bagi Sang Perempuan untuk jatuh cinta, karena ketika ia jatuh cinta, Sang Perempuan tahu, seperti cinta itu sendiri, ia akan mencintai seorang laki-laki, tanpa batas, tanpa balas. (halaman 110)
  12. “Karena dunia itu nggak di sini-sini aja … manusia melakukan segala sesuatunya untu settle, untuk mencari rasa aman dan nyaman, tapi kenyamanan itu sebenarnya yang bikin manusia jadi males, ngak mau ngapa-ngapain lagi. Akhirnya nggak ngembangin potensinya sendiri.” (halaman 124)
  13. “Tapi kan semua yang lo bilang tadi itu dunia orang dewasa cetakan society, lo captain dunia orang dewasa lo sendiri dong yang bukan cetakan society, dunia yang mau lo captain sendiri.”—Juple (halaman 126)
  14. Benarkah selalu lebih berat memperjuangkan sesuatu di saat nyaman daripada di saat susah? (halaman 127)
  15. Saat-saat ketika seorang lelaki meyakini kalau perempuan di depannya adalah “sang” yang akan mendampingi hidupnya, menjadi ibu dari anak-anaknya. Ia pernah mendengar ini semua, saat seorang laki-laki yakin akan cintanya kepada seorang perempuan, semuanya terjadi begitu saja, dan begitu hebatnya.
  16. “Karena kan pada akhirnya, pengakuan yang lebih berharga adalah pengakuan dari diri sendiri bukan dari orang lain. Dan kalau sudah mengakui kemampuan diri sendirinya, nantinya kita jadi bisa lebih menghargai orang lain, kalau tiap manusia itu punya sesuatu yang spesial dalam hidupnya. Tujuan naik gunung kan bukan sampai puncak aja, tapi balik ke rumah selamat, membawa kenangan yang nggak akan pernah kita lupa.” (halaman 155)
  17. Salah satu keindahan hidup yang patut kita syukuri adalah persahabatan, ketika seorang yang tidak pernah kamu kenal sama sekali menjadi orang yang begitu mengenalmu dan berarti. Persahabatan mungkin lebih dari cinta, yang kadang meminta balas, persahabatan tidak pernah meminta balas, persahabatan hanya selalu ada. (halaman 157-158)
  18. Lakukan yang benar, lakukan yang kamu suka, lakukan yang kamu cinta maka kamu akan bahagia. (halaman 178)
  19. Dunia ini bukan untuk orang yang lemah, setiap diri harus memperjuangkannya. (halaman 186)
  20. Walau berat, mengeluh tidak ada dalam darahnya. Menyalahkan keadaan, tidak pernah ada dalam pikirannya. Kalah dalam hidup tidak pernah terlintas dalam pikirannya.—Genta (halaman 187)
  21. Rasa itu tak pernah terpaksakan, tidak mengenal usia, kamu akan mengetahuinya, saat kamu mengetahuinya. Masa depan yang telah terpilih dan menepi untuknya, (halaman 214)
  22. Percaya pada harapannya, bukan pada ketakutannya. Percaya kalau ia bisa.—Arial (halaman 218)
  23. Sebuah cinta memang harus diungkapkan, karena tak pernah ada cinta yang tak terungkapkan, kecuali oleh orang yang terlalu mencintai dirinya sendiri.—Zafran (halaman 226)
  24. Ia diajar untuk punya harga diri, punya respek sama diri sendiri, karena memang separah-parahnya hidup, nggak ada yang bisa lo hargain selain diri lo sendiri. Semua orang tahu, respek sama diri sendiri itu dapatnya gratis, tapi untuk menjaga respek itu mahal harganya. Manusia harus punya respek sama dirinya sendiri , jangan buat diri lo murah karena nafsu untuk mencapai sesuatu, apalagi memurahkan diri sampai teraniaya. Manusia tidak diciptakan Tuhan untuk teraniaya.—Zafran (halaman 227)
  25. Sebenarnya setiap manusia itu spesial dan sederhana, ia ingin mencintai apa yang ingin ia cintai, ia ingin melakukan apa yang ingin ia bisa lakukan, ingin bahagia dari apa yang membuat ia bahagia. Tetapi, sering manusia lupa kalau kebahagiaan sejati tidak pernah datang dari luar dirinya, melainkan selalu datang dari dalam dirinya. (halaman 230)
  26. Papa bilang, hidup sendiri di negeri orang membuat kamu menjadi lebih menghargai rumahmu, tempat kamu lahir, lebih mencintai Indonesia. (halaman 245)
  27. Setiap manusia itu unik dan spesial, dan ada “mata air”-nya masing-masing. Semua hanya bagaimana kita menjalaninya dengan sepenuh hati.—Zafran (halaman 323)
  28. Salah satu kebahagiaan manusia adalah ikut menikmati kebahagiaan dari seorang yang mereka sayangi. (halaman 345)
  29. Seadanya mereka, seadanya bersama, selalu perjalanan bersama sahabat adalah kebahagiaan persahabatan yang tercipta sendiri, seadanya mereka, seadanya sebuah persahabatan, seadanya sebuah perjalanan yang mungkin akan kembali memberi arti. (halaman 388)
  30. …”akan datang satu orang yang akan hidup dan ada untukmu selama-lamanya.” (halaman 428)
  31. “Jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain sekecil apa pun itu manfaatnya, jadilah orang yang baik, yang bermanfaat …” (halaman 430)
  32. “Selalu perlu jauh dari rumah, supaya kita bisa terus menghargai kalau kita selalu bisa pulang,..—Zafran (halaman 441)
  33. Tidak banyak yang tahu, kalau setiap tujuh belas Agustus, di setiap puncak gunung, di dalamnya lautan, di tempat-tempat indah di seluruh Indonesia terhelat upacara bendera. Merayakan cinta, merayakan kemerdekaan, doa dan harapan yang lebih baik untuk tanah airnya di hari merdeka. Anak-anak bangsa tanpa pamrih terus melakukannya, tradisi tanpa ada yang tahu siapa yang memulainya. Dan hari itu Genta, Zafran, Riani, Arial, Ian, dan Dinda, yakin sekali kalau Ibu Pertiwi ada, dan mencintai setiap semua yang berkumpul di …. puncak mana pun, di tempat-tempat indah di Indonesia. (halaman 458)
  34. … seorang laki-laki sejati, tanpa banyak bicara, dalam diamnya akan berbuat apa saja untuk sahabatnya, dan nggak akan pernah tega nyakitin sahabatnya sendiri. Bahkan kalau perlu, ia bisa melakukan hal-hal yang luar biasa demi menjaga sahabatnya.—Zafran (halaman 462)
  35. Kamu lihat setiap hari, yakinkan dirimu setiap hari kalau kamu bisa, bahwa kamu akan bangkit lagi jika kamu jatuh, bahwa kamu berjuang dan bekerja keras untuk impian, cita-cita, harapanmu, …. Dan sehabis itu yang kamu perlukan cuma… “Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya. Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya. Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya. Leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang ribuan kali lebih keras dari baja. Hati, yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa. (halaman 467)

Kepada penulis buku 5cm, terima kasih sudah membawa saya berpetualang overland bersama para sahabat sejati: Genta, Zafran, Riani, Ian, Arial, dan Dinda. Semoga buku ini semakin sukses melebihi buku pertamanya. Aamiin

Buku bertanda tangan penulisnya 🙂 🙂

Buku ini saya ikutan Pre Order di Mizanstore 

Happy reading! 😍

With Love, ❤️

Tonton juga video berikut ini:

SUBSCRIBE: AISAIDLUV

12 thoughts on “[Review Buku] 5 CM Aku, Kamu, Samudera, dan Bintang-Bintang Karya Donny Dhirgantoro

    1. Sebetulnya kalau buku pertama endingnya gak terkesan maksa (Riani dan Zafran nikah dan udah punya anak), bakalan keren dan spektakuler kalau dibuku kedua ini justru endinganya mereka nikah.

      Iya Kak, di buku ini mengikuti perkembangan zaman sekarang, sementara yg ada di kepala karakter utama udah nikah tapi ini nyeritain sebelum mereka nikah, gimana proses jadiannya 😂
      Setuju runyam melihat alur waktunya
      Sependapat, secara keseluruhan buku ini tetap asik untuk di baca. Saya paling favorit di rasi bintangnya Riani 😍😍😍

      Aamiin Kak. Semoga ada buku triloginya krn walau bagaimana pun mengikuti perjalanan Genta dkk sangat seru. Penulis piawai dlm memilih setting-nya yaitu hiden gem dari tempat-tempat indah di Indonesia.

      Like

      1. NMashido

        Setuju banget. Pemilihan settingnya begitu berkesan serta unpredictable. Apalagi lokasi yang menjadi cover buku ini, jadi teringat momen Zafran dan Genta ditempat tersebut 😁

        Liked by 1 person

      2. Iya Kak setuju. Feelingku Kak, kalau pandemi berakhir setting yg ada di buku ini waktu overland bakalan ngehits (apalagi kalau udah difilmkan). 😁

        Lokasi yg menjadi cover buku ini keren (pengen ke sana😂), plus obrolan Genta sama Zafran juga sangat menyentuh. Bener-bener sahabat sejati banget. Setting yg unpredictable dan lokasi ciamik yg jadi cover buku menutupi beberapa kekurangan dari buku ini.

        Kakak Tim Genta apa tim Zafran sang penyair? 😁

        Like

      3. NMashido

        Sang penyair tentu saja. Karena hanya dia seorang yang berhasil memikat hati seorang Riani. Seorang wanita tangguh,wanita karir yang sukses diantara para lelaki. Bukan pula Genta yang berhasil menaklukan hati Riani, tapi hanya Zafran seorang yang berhasil melakukan-nya. 😎😎

        Liked by 1 person

      4. Aiiiihh sedaaaap! 😍😍😍😍 Ini puitis sekali kak, udah ketularan bang Juple nih 😁😁

        Bang Zafran alias bang Juple ini emang bikin hati meleleh. Beruntung deh waktu di Ranu Kumbolo gak bisa tidur, jadinya tau ada seseorang yg memiliki cinta luar biasa buat Bang Zafran.
        Bahkan aku tuh kak, membayangkan in real life pemeran Zafran dan Riani dalam film endingnya bisa kayak di buku 😂😂

        Like

      5. NMashido

        Iya beruntung juga bang Juple nya. Coba dia tidur, gk bakal tau kalau ada hati yang menunggu dia. Akan terus berlanjut perjuangan nya akan Arinda dan mungkin saja Genta bisa mendapatkan hati seorang Riani walaupun hanya satu arah.
        Karena benar kata kata genta, dia memang tidak suka perasaan-nya tak terbalas, tapi dia lebih tidak suka lagi kalau perasaan orang yang disukainya tidak terbalaskan.
        Sungguh sebuah sikap yang patut diacungi jempol untuk seorang Genta. 😁😁

        Liked by 1 person

Leave a Reply to Ai Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s