Apakah kamu akan merawat atau meninggalkan blog ketika usianya tambah matang?

Hai, ini teman ijoku: namanya Monstera Andansonii

QOTD: Apakah kamu akan merawat atau meninggalkan blog ketika usianya tambah matang?

Menulis di blog itu, mudah kalau sedang ada ide menulis. Dan menjadi susah kalau kepentok mau nulis apa. Bukan susah nulisnya, tapi susah gak tau mau menulis apa—itulah yang seringkali saya alami 😂 Selama beberapa hari ini saya memikirkan tentang bagaimana merawat blog agar tetap semangat sharing lewat tulisan. Meskipun bisa jadi apa yang saya tulis tidak dibaca orang, ya tidak apa-apa. Kalau menulis menjadikan sebuah kesenangan, mau dibaca atau tidak bukan masalah. Tapi jika ternyata ada yang baca, ya alhamdulillah dan saya rasa itu bonus yang akan membuat saya senang.

Walau bagaimana pun blogger bisa maju atau tidak, salah satunya karena ada pembacanya. Dan bisa jadi salah satu hal yang bisa saya lakukan agar ketika blog berusia matang saya tidak meninggalkannya, maka saya harus mencari ide lain, agar tidak malas menulis dengan dalih gak ada ide.

Terpikirlah keinginan untuk menambah kategori baru di blog, mulai bulan ini saya akan menambah satu kategori baru yaitu QOTD—Question of the Day. Judul tulisan yang akan dimulai dengan pertanyaan. Saya mulai kepikiran hal ini karena selama beberapa tahun terakhir sering mengamati beberapa bookstagram dengan ide menarik dalam memposting tulisan dengan didahului kalimat pertanyaan. Beberapa yang saya amati pertanyaan mereka tentang buku karena yang saya follow lebih dominan bookstragram bukan selebgram 😂

Baca juga: beberapa film laris sepanjang masa yang diangkat dari buku karya penulis Indonesia

Tapi tenang saja, saya akan berusaha untuk kombinasi agar bervariasi tidak melulu pertanyaan seputar buku, meskipun tentu saja saya tetap bertanya beberapa hal seputar dunia buku 😄😅 Susah kalau tidak membahas buku, soalnya saya sudah cinta sama dunia buku 😀  Kalau kamu bosan silahkan unfollow blog ini hehe. Terus Kenapa saya tidak coba diterapkan di blog? pikir saya. Siapa tahu ini bisa menjadi jalan agar saya rajin nulis di blog. Ini juga sebagai usaha saya untuk menghadirkan tulisan berbeda dan semoga tidak akan membuat siapa pun yang mampir ke blog ini bosan. Dalam arti tidak melulu review buku (biar follower blog saya gak bosen). Tidak melulu sharing seputar traveling (secara memang sekarang pas pandemi gak bisa traveling ke mana-mana, gak akan ada traveling akhir tahun pula kalau pandemik belum tau sampai kapan).

Mulai bulan ini saya ingin menulis dengan diawali pertanyaan. Dan biar konsisten menulis, saya akan menerbitkan artikelnya minimal seminggu sekali. Bahkan teman-teman blogger pun jika kepentok ide mari kita menuliskan judul yang sama. Karena judul yang sama bisa jadi dipersepsi berbeda, dipahami berbeda, dan dituliskan dengan gaya serta cara berbeda, tergantung dari sudut pandang dan pengalaman yang pernah membersamai atau dialami dan dirasakannya.

Teringat ketika saya pernah hiatus dari blog, satu tahun hanya menghasilkan satu tulisan pada tahun 2012. Maka langkah kecil saya, sebagai bentuk kecintaan saya pada dunia tulis dan baca, maka menulis blog bisa jadi upaya untuk melatih diri belajar menulis. Siapa tahu lewat tulisan bisa membawa manfaat bagi diri saya, juga orang lain yang membacanya. Tapi pada dasarnya menulis bagi saya sebuah kesenangan dan hobi. Itu saja. Dan salah satu medianya menggunakan blog. Syukur-syukur suatu hari nanti kalau ada penerbit yang mau menerbitkan ke depannya bisa lewat media cetak lainnya seperti buku yang diterbitkan, misalnya. Siapa tahu 😄😄 Tapi khusus ini, saya masih akan terus berlatih.

Baca juga: selamat berusia 11 tahun blog WordPressku

Manfaat dari blog yang saya rasakan, saya bisa bertemu dengan teman-teman blogger yang tentu saja suka menulis—meskipun baru sebatas bertemu lewat tulisan, bukan tatap muka. Untuk berbagai manfaat yang saya rasakan inilah, saat ini saya memantapkan hati, akan merawat blog ini semampu yang saya bisa. Saya tidak mau meninggalkannya, kecuali saya sudah tutup usia. Jadi ngebayangin, kalau blog WP masih ada di masa yang akan datang, saat saya memasuki usia senja, akankah saya masih bisa menulis? 😂😂 Semoga saja. Ada atau tidak ada media blog, semoga menulis akan menjadi hobi di masa kini dan di masa yang akan datang, serta menjadi hobi yang tak akan tergantikan. Aamiin.

Kenapa sampai kepikiran sejauh itu? Sebab, saya melihat beberapa waktu lalu lewat Instagram, salah satu penulis senior Bapak Sapardi Djoko, penulis buku Hujan di Bulan Juni. Saat belum tutup usia, masih ada buku yang akan beliau launching. Dan buku tersebut terbit setelah beliau tiada. Artinya, sebelum beliau tutup usia, di usia beliau yang sudah senja masih terus aktif menulis. Salut banget.

Baca juga: Peralatan untuk Booktography

Saya belum bisa melangkah sejauh beliau. Setidaknya saya bisa belajar lewat langkah kecil yaitu membiasakan kebiasaan menulis dari hal-hal kecil. Siapa tahu langkah kecil ini bisa membawa saya ke perjalanan berikutnya, menjadi penulis. Untuk menjadi seorang penulis kan membutuhkan perjalanan panjang, konsitensi, latihan terus menerus. Maka perjalanan kecil saya mulai dari blog.

Hingga di titik sebelas tahun perjalanan bersama WordPress, saya belum memutuskan untuk meninggalkan. Masih terus berusaha merawatnya. Ibarat rumah dalam versi rumah maya tentunya. Saya berusaha membersihkan rumah ini agar nyaman, aman, serta adem untuk dihuni oleh pemilik blognya, serta pengunjung blognya.  Saya sering mengunjunginya, tidak dicuekin begitu saja. Sekali pun saya belum bisa menghasilkan tulisan apa pun. Saya tetap tengok dan bersih-bersih dari debu serta kotoran, hadeuh *mulai halu* -_-

Sebenarnya saya ingin menampilkan blog yang minimalis.  Tapi saya tidak tahu apakah blog ini sudah bisa dikatakan minimalis. Saya ngerasanya sudah minimalis, ditata sesuai selera saya, haha.

Baca juga: review buku Guru Aini karya Andrea Hirata

Berapa pun titik perjalanan usia blog, semua balik lagi ke tujuan masing-masing. Menggunakan media blog untuk apa. Dan semua pilihan bisa dikembalikan ke pemilik blognya. Yang terpenting, menulis bisa membahagiakan hatimu. Jika kamu pikiranmu sudah sesak dan tidak tahu bagaimana harus mengosongkannya. Menulis bisa jadi cara yang menyenangkan untuk melonggarkan pikiranmu. Syukur-syukur kalau kamu bisa menyenangkan orang lain dengan apa yang kamu tulis. Dan pastikan satu hal, menulis di media bisa memberi efek positif dan efek negatif kepada pembaca. Mari pilihlah yang positif agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Kalau diibaratkan relationship with blog. Setelah bertahun-tahun menggunakan media blog. Kemudian bermunculan media sosial yang baru. Pertanyaannya, akankah blog masih menjadi primadona dihatimu? Atau kamu mau berpaling dengan media lain? Atau kamu  bisa menggunakan berbagai macam media sosial serta bisa meng-handle semuanya termasuk blog? Jelas, semua pilihan itu ada di kamu. Selamat menentukan hubungan kamu dengan blogmu 🙂

Kalau kamu, apakah kamu mau merawat atau meninggalkan blog ketika usianyas semakin bertambah?

With Love,

Ai

24 thoughts on “Apakah kamu akan merawat atau meninggalkan blog ketika usianya tambah matang?

  1. Pingback: Bagaimana Aku Merawat Blog Ini? – Tulisan-nya Vera

  2. Saya dulu aktif ngeblog di dua tahun pertama, trus beberapa tahun angin-anginan, bisa setahun sekali update.., trus lima tahun sama sekali gak merawat blog.., tiga bulan ini aktif lagi, entah sampai kapan…

    Liked by 1 person

  3. ini yg menjadi ke galauan, udah bayar sewa hosting sampai 2023, lewat dari tahun itu apakah Blog tetap berumur panjang waalohualam, semoga ada rezeki buat merawat Blog keluargapanda, suami bayarin sewa hosting waktu dollar masih ramah di kantong, skrg nyesek krn nilai tukar lira yang terus anjlok, sebelnya jasa sewa hosting lokal yang saya pakai, memacu sama USD bukan lira**padahal made in turki-.-‘ ah jadi curhatti mungkin terpikir nanti mau ngungs, ke jasa sewa yg ramah dikantong dilemanya selfhosted blog

    Liked by 1 person

    1. Mantaaap Mbak Rahma, sampai 2023 🤩🤩

      Didoakan semoga berumur panjang, suaminya makin lancar rezekinya, Mbak Rahma tetap semangat menulis. Serta semoga keluargapanda bertambah pembacanya juga pengunjungnya. Aamiin.

      Kalau jasa sewa hosting menyesuaikan dg nulai tukar dalam negeri (bukan USD), kan ga akan bikin nyesek ya Mbak 😂

      Like

  4. Muhammad Rusydan Alfin

    Ide yang bagus. Tapi saya masih belum ingin ikut-ikutan 😅. Masih banyak rencana untuk mengisi blog saya.

    Mungkin menunggu sebelas tahun lagi. Semoga bisa seperti blog mbak ini 😁.

    🙏🙏

    Liked by 1 person

    1. Gak apa-apa kak. Ga usah ikut-ikutan, lebih baik ikuti kata hari saja 😂

      Ga usah nunggu selama itu. Bisa jadi secepatnya blog kakak jauh lebih baik dari blog saya 😊

      Like

    1. Muhammad Rusydan Alfin

      Maaf, kepo. 😌

      Kalo boleh tau, mbaknya tinggal di mana ya? Soalnya di balasan mbak ada keterangan waktunya dan itu nggak sama dengan waktu saya 🤔

      Like

Leave a Reply to grubik Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s