Review Drama Start-Up

Drama yang populer di kalangan pecinta drama Korea ini, cukup menarik perhatian saya yang termasuk dalam kategori jarang nonton drakor.  Namun, saya baru sempat nonton drama ini di Netflix saat memasuki episode 14, menjelang dua episode terakhir. Meskipun dari judulnya terkesan serius, membahas tentang start up, dan di setiap episodenya dikasih judul yang berhubungan dengan persiapan apa yang harus disiapkan kalau memulai sebuah start up. Namun, sebetulnya dibalik semua itu, drama ini merupakan drama keluarga.

Saat masih kecil, dua kakak beradik bernama Seo Dal-mi yang diperankan oleh Bae Suzy dan Seo In-jae yang diperankan oleh Kang Han Na, terpaksa berpisah karena kedua orangtuanya bercerai. Seo Dal-mi memilih tinggal bersama ayahnya, dan Seo In-jae memilih tinggal bersama ibunya yang kemudian menikah lagi dan mereka pergi ke Amerika, tapi pada akhirnya Seo Dal-mi lebih banyak diurus oleh neneknya.

Setelah perceraian kedua orangtuanya, hubungan kakak beradik yang awalnya indah, berubah suram. In-jae mengubah nama keluarganya, sementara Seo Dal-mi, dia hidup bahagia bersama ayahnya, meski keadaan ekonominya tidak sebaik kakaknya. Sebelum beranjak dewasa, ayahnya meninggal dunia. In-jae sukses membangun karier di bawah naungan ayah tirinya, sementara Dal-mi  harus jatuh bangun merintis kariernya.

Suatu hari, In-jae, Dal-mi, dan Do-san ikut serta perekrutan di Sand Box. Pertemuan di tempat yang sama tanpa diduga tersebut ternyata awal dari terbongkarnya rahasia yang sudah dibungkus rapat dan hanya bertahan untuk sementara waktu. Kira-kira rahasia apa? silakan tonton dramanya. Tentang drama Start-Up berikut pemainnya, bisa baca di Wikipedia.

Yang menarik dari drama Start-Up:

  • Ini drama tentang keluarga. Tentang persahabatan. Tentang membangun dunia bisnis, dan tentang cinta. Paket lengkap.
  • Kisah cinta segitiga antara Han Ji-pyeong yang diperankan oleh Kim Seon-ho, Seo Dal-mi dan Nam Do-san yang diperankan Nam Joo-hyuk. Yang unik, awal mula adanya kisah cinta segitiga ini berasal dari sebuah kotak surat, dan juga surat-surat yang ditulis Han Ji-pyeong untuk Dal-mi kecil. Saat itu Ji-pyeong yang masih bersekolah meminjam nama Nam Do-san. Dal-mi mengira yang menulis surat adalah Do-san sungguhan, padahal aslinya yang menulis surat adalah Ji-pyeong atas permintaan Neneknya Dal-mi, agar Dal-mi memiliki teman, tapi dia tidak mau memakai nama aslinya. Maka terpikirlah oleh Ji-pyeong untuk menggunakan nama Nam Do-san—sebuah nama yang ia temukan di koran. 15 tahun kemudian, ini menjadi kisah cinta yang akan membuat Han Ji-pyeong, Seo Dal-mi, dan juga Nam Do-san jadi bikin penontonnya sukses geregetan dan baper. Hebatnya, writernim lewat drama ini seolah  membagi dua kubu penontonnya, saking memikatnya kedua karakter yang berusaha merebut hati Dal-mi. Apakah akan menjadi tim pendukung Dal-mi Vs Ji-pyeong? Ataukah Dal-mi Vs Do-san? Rasanya, saya berharap writernim mau berbaik hati mengawal Ji-pyeong menuju bahagia bersama Dal-mi, tapi apalah daya karena Ji -pyeong ini second lead male, jadi saya tidak berharap banyak. Mau Dal-mi sama siapa, terserah writernim  Park Hye-ryun. Salut untuk writernim-nya, menulis naskah seindah ini 😊 Sudah bisa ditebak ya, pemeran utama selalu memiliki akhir bahagia, sementara second lead male semoga bisa menemukan arti bahagia dengan cara yang lain, meski tidak dengan pemeran utama.

Baca juga: review buku Kimbab Family (Bukan) Kisah Drama Korea

  • Meskipun drama ini cukup mengurus air mata dari episode pertama hingga terakhir (scene Nenek dan Ji-pyeong), tapi tenang saja ada banyak scene menghibur. Seperti scene saat video promo Do-san saat memenangkan kontes bersama timnya di perusahaan yang dirintisnya Samsan Tech, sungguh ini video promo yang di edit saudaranya adalah video yang bakal bikin ngakak penontonnya -___- asli kocak banget, saya gak kuat nahan tawa 😆😆. Banyak scene kocak trio Samsan Tech juga.

  • Secara keseluruhan baik dari segi ceritanya yang menarik untuk diikuti dari awal hingga akhir, acting para pemain utama maupun pemain pendukung juga bagus-bagus, cocok dan pas memerankan peran masing-masing sesuai kadar dan porsinya tanpa berlebih, tapi untuk kali ini saya jatuh cinta bukan dengan pemain utamanya seperti drakor-drakor yang sudah saya tonton, melainkan saya jatuh cinta dengan karakter Nenek yang baik hati, perhatian, serta lemah lembut. Sungguh Nenek meski sekilas tampak galak, tapi beliau berhati malaikat. Dal-mi sangat beruntung ada dalam pengasuhan Nenek, begitu pula Ji-pyeong yang yatim piatu beruntung bertemu dengan Nenek. Saya suka cara Nenek memanggil nama Ji-pyeong dengan sebutan “Anak Baik”. Meskipun pada pertemuan pertama karakter Ji-pyeong terlihat keras, tapi berkat kebaikan dan kelembutan hati Nenek, watak kerasnya mulai melembut. Karakter Halmeoni Choi Won Deok sangat menghangatkan hati. Nenek memang daebak. 😍😍
  • Baru kali ini nonton drakor (meski saya anak baru karena jumlah tontonan drakor saya bisa dihitung jari), saya kena second lead male syndrom Selalu sedih lihat karakter Ji-pyeong yang kesepian, dan pada akhirnya kenangan indah 15 tahun lalu, di masa kini bukan jadi kenangan indah, karena dia harus belajar sekuat tenaga untuk merelakan dan melepaskan kenangan itu. Mudah? Tentu tidak. Tapi dia kuat dan bisa. Dan baru kali ini juga nonton drakor saya senang dengan second lead male yang mainnya bagus banget. Meskipun dia tidak diberi porsi untuk mengungkapkan serta memperjuangkan kenangan indah menjadi akhir yang bahagia. Karena ya balik lagi, pemain hanya memainkan apa yang sudah dituliskan dalam naskah oleh writernim. Han Ji-pyeong ini meskipun sekilas terlihat jahat, tapi dia lebih lembut kepada satu orang istimewa yang telah memberi bantuan besar di masa lalunya.
  • Bromance antara Ji-pyeong dan Do-san juga bagus, chemistry-nya keren. Kadang mereka kocak, kadang juga serius kalau lagi ngerebut perhatian Dal-mi, atau terlibat pembicaraan penting terkait perannya Ji-pyeong sebagai investor dan Do-san sebagai bagian dari pendiri Samsan Tech. Tak lupa, kisah persahabatan trio pendiri Samsan Tech yaitu Nam Do-san, Lee Chul-san, dan Kim Yong-san juga seru, unik, kocak, kadang mengharukan.
  • Buat kamu para anak muda yang ingin menapaki tangga-tangga kesuksesan dalam menata karier, drama ini mengajak kamu untuk berjuang sekuat tenaga dalam mewujudkan impianmu yang bisa kita saksikan lewat karakter Dal-mi, Do-san, In-jae dalam meniti karier di dunia Start-Up. Jangan pernah berhenti bermimpi “Follow Your Dream”, jangan menyerah, percaya pada kemampuan dirimu, teruslah bertumbuh. Lihat saja transformasi yang dilakukan oleh Dal-mi, dari seseorang yang kerja serabutan, keluar dari tempat kerja karena dia tidak diangkat sebagai karyawan tetap setelah dua tahun bekerja, kemudian dia beralih merintis karier di Sand Box, hingga sukses sebagai CEO. Saya suka banget gambar anak kecil naik ayunan yang jadi filosofi berdirinya Sand Box, saya juga suka dengan detail siapa pun bisa menulis dan menempel tulisan yang sudah disediakan di ruangan yang ada di Sand Box.

    Pak Han, mau costum begini, atau pun costum-costum kerjanya, tetep kece! 😛
  • Dari semua pemain drama, hanya Pak Han yang paling sering mengemudikan kendaraan pribadinya, tapi bagian favorit saya adalah saat Pak Han menyemprot tanaman hias di dalam ruangan tempat tinggalnya dengan pemandangan Sungai Han. Btw, tanaman hiasnya mirip dengan yang ada di rumah tempat saya tinggal, ada Zamioculcas dan Fiddle leaf fig. 🪴🪴🍀☘️🌵🌵🪴🪴 Sekarang kalau lagi nyiramin tamanan hias ini di rumah, saya jadi ingat scene tersebut  😂😆😆 💚💚

Ini momen saat Han Ji-pyeong telpon Halmeoni sambil nyiram tanaman 🙂 🙂

Ending-nya?  Semua ditutup dengan akhir yang bahagia untuk pemeran utama, untuk sang second lead male, bagi saya cukup dia tersenyum saja sudah lega. Saya senang keluarganya Dal Mi bisa berkumpul lagi dengan Nenek, meskipun ayahnya tidak bisa menyaksikannya langsung karena sudah meninggal. Sayang karakter ayah hanya muncul sedikit, padahal saya juga suka dengan karakter ayahnya Dal-mi yang sederhana dan bersahaja. Dan saya senang sekali Nenek akhirnya mengunjungi apartemennya Ji-pyeong dan tidak menyuruh Ji-pyeong untuk menemui kalau sedang kesulitan, tapi Ji-pyeong bisa bertemu Nenek kapan saja, ini asli momen yang bikin banjir air mata 😭😭😭 Huhuhu Nenek dan Ji-pyeong, terima kasih sudah membuat drama ini jadi jauh lebih bagus tidak hanya ceritanya, juga chemistry yang dibangun Nenek dan Ji-pyeong, saya rasa mereka berdua membuat  karakter ini jauh melekat dalam ingatan saya. Kalau tidak ada Nenek dan Ji Pyeong saya sudah berhenti nonton. Berkat dua karakter ini, saya selesaikan juga menamatkan 16 episode dari drama Start-Up. Tapi sebetulnya, sejak episode pertama saya juga sudah suka ceritanya, apalagi pas shot musim semi dengan bertaburan bunga sakura 🌸🌸🌸 yang cantik di tokonya Nenek saat berjualan Corn dog, setting bunga sakura yang indah sekali. 🌸🌸🌸😍😍😍 Naskah yang ditulis writernim-nya menarik, pemain-pemain juga solid, serta kru yang solid membuat drama ini rekomen untuk ditonton. Ada banyak pesan moral dan pelajaran yang bisa didapatkan dari drama ini. Sebuah drama yang bergizi untuk dinikmati, karena ada banyak scene yang menghangatkan hati sekaligus mengharukan yang seakan relate dengan kehidupan, meskipun drama ini hanya fiksi.

source: seleb.tempo.co

Baca juga: review drama Chicago typewriter

Karakter Favoritku: NENEK 👵👵❤️❤️ Kujatuh cinta pada Nenek atau Halmeoni Choi Won-deok (Kim Hae-sook) sejak episode pertama hingga episode terakhir. Nenek ini mainnya bagus banget. Banyak adegan-adegan mengharukan berkat peran Nenek kesayangan yang sangat baik. Nenek begitu dicintai oleh para pemeran utamanya, oleh mereka yang terlibat cinta segitiga.

Nenek menjadi magnet yang luar biasa memikat. Dalam kesederhanaannya, sosok beliau yang tangguh dan lemah lembut, membuat adegan-adegan mengharukan khususnya antara Nenek dan Han Ji-pyeong, menurut saya sangat memorable. ❤️❤️ Terima kasih Nenek dan Ji-pyeong telah menunjukkan pada saya, bahwa kebaikan hati itu bisa menyelamatkan hidup seseorang. Terima kasih Nenek, Si Anak Baik itu telah tumbuh menjadi pria yang baik dan berhati hangat seperti kehangatan yang telah Nenek berikan. 🙂

Scene-Scene favorit ku:

  • Waktu pertama kali Han Ji-pyeong dewasa bertemu lagi dengan Nenek setelah 15 tahun berpisah. 🤗🤗

Waktu Han Ji-pyeong tahu kalau Nenek akan mengalami kebutaan. Asli ini adegan yang sangat mengharukan sekali. Banjir air mata 😭😭😭

Waktu Nenek datang ke apartemennya Han Ji-pyeong dalam keadaan sudah tidak bisa melihat. Nenek sepertinya tahu bahwa Ji-pyeong tidak sedang dalam baik-baik saja. Untuk itu Nenek menasehati Ji-pyeong dan memintanya untuk datang kapan saja pada Nenek, tidak harus saat dalam kesulitan. Kapan pun Ji-pyeong mau bisa datang ke Nenek. huhuhu mengharukan sekali 😭😭😭 Terima kasih Nenek 🤗👵🤗

Ini dia BEST SCENE EVER! Sangat mengharukan dan menghangatkan antara Ji-pyeong dan Nenek.


Quote favorit dari drama Start Up:

  1. Ternyata kebohongan yang baik itu tidak ada. Bagaimana sebuah kebohongan itu baik? Hal itu pasti melukai seseorang. (Nenek)
  2. “Jika tidak bisa mengalahkan musuhmu, jadilah pasukannya.” (Han Ji-pyeong pada Seo Dal-mi)
  3. Hidup menjadi kebanggaan seseorang adalah hal yang sulit. Harus sembunyikan banyak hal karena takut mengecewakan, harus pura-pura hebat, juga baik-baik saja. Maka, janganlah kita jadi kebanggaan satu sama lain. Biarkan aku … hanya menjadi putra Ayah (Nam Do-san pada ayahnya)
  4. Jika kau merasa tak enak, bantu saja yang butuh. (Nenek pada Han Ji-pyeong)
  5. “Satu kali pun tak ada bagiku menyesali pilihan yang aku ambil karena aku sendiri yang membuatnya seperti itu.” (Seo Dal-mi)
  6. Seperti yang kau tahu, saat mendirikan perusahaan rintisan, waktu sulitnya akan panjang. Dan satu-satunya yang buat kau bertahan, adalah rasa sukamu terhadap pekerjaan itu. (Han Ji-pyeong)

  7. Namun, yang paling bisa menggerakkan hati adalah kejujuran dari lawan bicara, meski banyak pertimbangan di dalam dirinya. (Kim Yong-san)

Pesan moral dari drama ini: Wujudkanlah impianmu dan ubahlah dunia menjadi jauh lebih baik dengan rangkaian impian yang kamu bangun. Ingatlah dalam kehidupan tidak akan berjalan mulus, selalu ada fase jatuh dan bangun, maka teruslah bergerak dan semangat berjuang mewujudkan impianmu sampai menjadi kenyataan.

Jika kamu perhatikan, dari 16 episode Start-Up ini, setiap episodenya diberikan judul yang menarik. Dikutip dari akun @saii_drama,  berikut ini 16 istilah dalam drama Start-Up yang perlu kamu tahu:

  1. Start-Up: bisnis rintisan berbasis teknologi untuk memudahkan masyarakat.
  2. Family, Friends, Fools: 3 elemen yang biasanya menjadi investor pertama sebuah Start Up.
  3. Angel Investor : si kaya raya yang mau jadi investor bagi sebuah perusahaan rintisan.
  4. Silicon Valley : sebuah daerah di San Fransisco yang menjadi pusat perkantoran teknologi dunia (Google, Facebook, Apple, dll). Kalau di drama ini nama perusahaannya Sand Box, atau Silicon Valley-nya di Korea Selatan.
  5. Hackathon : Acara pekan retas yang membentuk beberapa orang menjadi sebuah tim untuk membangun software.
  6. Keyman : pengambil keputusan dalam perusahaan, biasanya memiliki saham minimal 60%.
  7. Burn rate: ‘Bakar Uang’ yaitu modal yang digunakan oleh startup sebelum mendapatkan keuntungan. Termasuk biaya promosi, pengeluaran, dll.
  8. Backup : menyalin data sebagai cadangan apabila file asli bermasalah.
  9. Risk : risiko yang timbul selama proses usaha. Diatasi dengan identifikasi, evaluasi, dan prioritas.
  10. Demo Day : waktu untuk para tim perusahaan rintisan mempersentasikan ide bisnisnya.
  11. Exit : saat perusahaan berhasil mengembalikan uang investasi beserta labanya. Sehingga perusahaan dapat memiliki presentase kepemilikan saham yang lebih tinggi.
  12. Acqhire : Akusisi perusahaan hanya untuk mengambil karyawannya, bukan nama besar usahanya.
  13. Comfort Zone : saat di mana seseorang merasa aman, nyaman, dan bisa mengendalikan lingkungannya.
  14. Elevator’s Pitch : Presentasi singkat. Kemampuan untuk meyakinkan seseorang hanya dalam hitungan menit (secepat obrolan do dalam lift)
  15. MVP – Minimum Variable Product : Produk sampel dengan vitur minimal namun tidak mengurangi daya gunanya.
  16. Scale-Up : Membesarkan skala bisnis dengan menambah karyawan dengan lebih banyak divisi dan sistem lebih mapan.

Ternyata, drama Start-Up ini sesuai judulnya ya, banyak mengandung pengetahuan, serta dibumbui konflik yang menarik dari para pemeran utama dan pemeran pembantu.

Pelajaran yang bisa dipetik dari drama Start Up:

  1. Jangan berbohong. Seperti kata Nenek, tidak ada kebohongan yang baik. Jadi, lebih baik dari awal tidak perlu berbohong hanya demi menyenangkan atau membuat orang lain bahagia. Karena setiap kebohongan suatu hari pasti akan terbongkar, dan saat orang itu tahu, kebohongan bukan lagi akan membuat senang tapi justru sebaliknya, akan membuat orang lain jadi sedih setelah tahu kenyataannya.
  2. Gigih, tekun, dan pantang menyerah seperti yang diperlihatkan oleh Dal-mi dalam memperjuangkan impiannya. Dia perempuan yang kuat dan tangguh, tidak membatasi diri dan terpuruk dalam keterbatasan. Meskipun dia berhenti kuliah dari universitas top serta memilih kerja untuk membantu Nenek, dia terus berjuang mewujudkan impian lainnya dan membangun bisnis. Usaha kerasnya telah membuahkan hasil. Hwaiting! Dal-mi 🥰
  3. Berani mengambil keputusan dan jangan menyesali keputusan yang sudah dibuat. Apapun keputusan yang sudah diambil, jalani tanpa penyesalan. Seperti Dal-mi yang tidak pernah menyesali keputusannya untuk memilih tinggal bersama ayahnya. Meskipun hidupnya hanya berkecukupan dan harus bekerja keras, dia justru tumbuh dengan baik berkat peran neneknya yang penuh kasih sayang. Meski hidup susah, dia tidak menyesalinya, dia yakin dengan keputusannya.
  4. Akui kesalahan yang sudah diperbuat. Dal-mi menyadari ada banyak kesalahan yang pernah dibuatnya, dia akan langsung mengakuinya karena dia tahu dia salah. Sehingga Dal-mi pun bisa berkembang lebih cepat dalam meraih impiannya. Dia bermimpi untuk menjadi Steve Jobs-nya Korea Selatan, dan berkat keuletan serta sikap pantang menyerahnya, dia bisa mewujudkan impian-impiannya.
  5. Lihatlah kritikan tajam dari sisi positif. Anggap kritik sebagi hal yang membangun. Han Ji-pyeong dikenal sebagai investor yang memiliki kritik tajam. Kalau tidak kuat mental, para perusahaan rintisan bisa usai sebelum bersemi, atau bisa suicide karena kritikannya seperti yang terjadi pada salah satu peserta beberapa tahun silam. Padahal kalau dilihat dari segi positif, kritikan yang dilontarkan oleh Pak Han bukan untuk menjatuhkan, justru malah membangun dan reasonable. Dia mengkritik berdasarkan fakta. Kalau kuat jutru itu akan membuatmu jauh lebih baik. Lihat saja anak-anak yang dimentorinya, yaitu Dal-mi dan Do-san, mereka tumbuh dengan kritikan pedasnya Pak Han, karena mereka bisa mengubah kritikan sebagai pelajaran berharga untuk membuat mereka memperbaiki diri dan jadi jauh lebih baik dan unggul. Kalau Pak Han lagi memberikan kritikan, jangan hanya mendengar dan melihat ucapannya, tapi perhatikanlah “matanya yang tajam tapi indah.” Setajam apapun kritikan yang disampaikan Pak Han, kalau kamu lihat matanya yang adem, kamu tidak akan sakit hati justru jadi semangat, karena sebenarnya dia baik hati, cuma caranya saja yang terlihat kejam, padahal enggak. Eh ngomong-ngomong, apakah kalau lagi nonton pak Han ngomel, kamu suka lihat matanya? 😁😁 Dan  pada akhirnya setelah penolakan demi penolakan, justru bebuah manis bagi perusahaannya Dal-mi karena punya investor yang kredibel. Siapakah investor itu? kamu silakan tonton episode 1 sampai dengan 16, pasti ketemu jawabannya 😉
  6. Bedakan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi. Melalui karekter Han Ji-pyeong, kita bisa belajar untuk memisahkan urusan profesional pekerjaan dengan urusan cinta. Han Ji-pyeong tidak pernah segan untuk mengkritik Dal-mi jika kritik itu diperlukan untuk membangun dan membuat Dal-mi jauh lebih baik. Saat harus mengkritik dia akan keluarkan kritik tajamnya yang realistis, dan saat harus memuji upaya Dal-mi yang membuahkan hasil, dia juga bisa mengekpresikannya dengan baik. Untuk urusan cinta, HJP tidak memaksakan perasaannya dia bersikap realistis, tidak dendam pada rivalnya Nam Do-san. Berusaha menyelesaikan setiap kesalahpahaman dengan cara dewasa, tipikal yang ngebimbing banget. Dan untuk urusan pekerjaan dia seorang mentor dan investor yang punya analisa tajam. Suka dengan kepribadian HJP, meskipun sedih dan terluka, dia tetap dewasa menanggapi setiap masalah yang menimpanya. Tidak cengeng setiap menghadapi masalah, tidak berubah jadi nyebelin, tidak egois dan lebih mementingkan perasaan orang lain ketimbang perasaannya sendiri. Uniknya, dia hanya bisa menangis kalau sudah memeluk Nenek, manis banget. Mungkin karena perannya inilah, banyak penonton yang menyukai karakter HJP. 🙂
  7. Mengingat kebaikan yang sudah dilakukan seseorang. Dari karakter Han Ji-Pyeong bisa belajar tentang tidak melupakan kebaikan dan ketulusan yang sudah diberikan Nenek belasan tahun lalu. Dia sangat ingin membalas kebaikan Nenek. Meskipun Nenek tidak mengharapkannya.

  8. Tulus memberi dari hati. Dari Nenek bisa belajar tentang kasih sayang yang tulus. Beliau sangat menyayangi Ji-pyeong meskipun bukan cucunya, beliau memiliki panggilan kesayangan unjuk HJP, yaitu “Anak Baik”. Kasih sayang yang Nenek berikan, membuat Ji-pyeong sang investor genius yang punya kritik tajam tapi sesuai fakta dan terkesan jahat padahal enggak, memiliki sisi lain di mana dia sebetulnya sangat perhatian, hangat, lembut, meski seringkali merasa kesepian. Kalau perhatikan scene-scene Nenek dan Han Ji-pyeong, banyak scene indah yang mengharukan hati dan menghangatkan jiwa, betapa kasih sayang yang tulus dari Nenek  begitu berarti untuk hidup Ji-pyeong. 

  9. Pantang menyerah. Dari karakter Dal-mi dan Do-san si genius Matematika ini bisa belajar untuk tidak pantang menyerah dalam membangun bisnis, dalam mencari investor, meskipun badai menghadang, anak-anak muda ini terus berkembang menghadapi berbagai kritik, terus berinovasi dan memperbaiki juga terus belajar. Sehingga mereka bisa menapaki tangga sukses di dunia Start-Up. Mendapat investor yang andal, mereka juga tidak takut dikritik, karena mereka percaya pada diri mereka bahwa mereka bisa jadi lebih baik dengan usaha dan kemampuan yang terus mereka asah.

  10. Kita tidak selalu bisa membuat orang yang kita sayangi bangga dengan apa yang mereka harapkan tentang kita. Seperti Do-san yang merasa tersiksa dengan pengharapan ayahnya, pada akhirnya dia berterus terang bahwa ekspektasi ayahnya tidak membahagiakan dirinya. Beruntung kedua orang tuanya bisa memahami dan menerima, sehingga sejak itulah Do-san melakukan apa yang diinginkannya bukan berdasarkan ekspektasi orangtuanya, melainkan keinginan dari dirinya sendiri.

  11. Ungkapkanlah emosi dengan cara yang baik. Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam melerai emosi, jangan sampai emosimu merusak dirimu juga orang-orang disekelilingmu. Carilah cara terbaik dari dirimu untuk bisa mengungkapkan emosi dengan cara yang baik agar dirimu lega dan orang disekitarmu tidak terkena cipratan emosimu. Contoh uniknya, Do-san biasanya merajut kalau dia sedang mengalami emosi yang berantakan. Kreatif banget deh! 👍😁
  12. Kemajuan teknologi bisa diterima dengan baik oleh para pengembang, tapi tidak semuanya. Di balik kemajuan teknologi, ada sebagian orang yang merasakan efek buruk dari adanya laju kecepatan teknologi yang semakin terus berkembang. Maka kalau bisa, buatlah teknologi yang bisa bermanfaat untuk penggunanya, bukan semata-mata karena keuntungannya. Seperti teknologi yang diciptakan oleh timnya Dal-mi, bagaimana dia memikirkan teknologi itu akan berguna untuk orang-orang yang kurang beruntung seperti para tunanetra. Dan bagaimana teknologi itu bisa menyelamatkan banyak orang, seperti teknologi yang diciptakan untuk mobil Tarzan dalam drama ini. Serta aplikasi NoonGil yang diciptakan untuk para tunanetra.
  13. Jangan ragu untuk mengatakan terima kasih. Di drama ini, banyak karakter yang menunjukkan rasa terima kasih atas setiap perbuatan yang dilakukan. Contoh kecil, saat Do-San menerima pemberian pohon keberuntungan, dia bilang ‘terima kasih’ pada Dal-mi, meskipun harus disuruh 😂 karena dia memang orang genius yang logis dan tidak percaya pada hal-hal seperti itu. Contoh lain saat Dal-mi memeluk ibunya sambil mengucapkan terima kasih, seneng banget lihatnya 😊 Karakter HJP yang sukses dan kaya juga tidak sombong, dia tidak lupa berterima kasih atas bantuan yang diberikan Do-san. Banyak rasa terima kasih yang ditunjukkan para pemain di drama ini. Silakan kamu perhatikan.
  14. Apabila melakukan kesalahan, jangan ragù untuk meminta maaf. Di drama ini ada beberapa karakter yang terpaksa harus berbohong, entah berbohong karena ingin terlihat keren, seperti Dal-mi dihadapan Kakaknya. Atau seperti Nenek, Ji-pyeong dan Do-san yang terpaksa berbohong, tapi pada akhirnya mereka menyesal dan meminta maaf. Banyak karakter yang pernah melakukan kesalahan, tapi tidak ragu untuk meminta maaf dengan tulus dan berubah jadi lebih baik, seperti karakter Ibunya Dal-mi, Yong-san, In-jae, dan banyak lagi.
  15. Tetap tegar meski kisah cintanya berakhir patah hati. Lewat karakter Han Ji-pyeong kita bisa belajar tegar meski patah hati 😂 Dia telah menjadi sosok mentor bagi Dal-mi hingga jadi CEO hebat. Han Ji-pyeong telah menjadi sosok penting dalam kesuksesan tokoh utama, Dal-mi.


    Sebetulnya jika kamu nonton drama ini tidak fokus pada konflik love triangle: Ji-pyeong, Dal-mi, dan Do-san, ada banyak hal menarik yang bisa kita saksikan cerita dari  para pemain lainnya. Banyak hal yang mengharukan dan menghangatkan hati,  yang menjadi reminder bagi kita, bahwa melakukan kesalahan dan berbohong memang bukan perbuatan yang baik, tapi semua itu bisa diperbaiki, dan tak perlu menjadi dendam atau sakit hati, karena sejatinya obat dari rasa tersebut sudah disediakan yaitu dengan meminta maaf dan berubah jadi lebih baik, maka hubungan buruk bisa diubah jadi hubungan baik. Sehingga ending ceritanya semua pemain baik pemain utama maupun pemain pembantu bisa menyelesaikan konfliknya. Fokus drama ini bukan di konflik cinta segitiga, jadi buat kamu yang dukung Tim HJP atau Tim NDS tetap bisa happy menikmati drama ini, karena banyak hal menarik yang bisa digali dan dipelajari. Drama Start-Up tidak melulu tentang cinta, drama ini punya arti mendalam tentang dunia masa muda, impian, dan masa depan. Dan yang penting, impian mendiang Ayah Dal-mi terwujud, lewat kesuksesan yang diraih Dal-mi dan In-jae dalam dunia
    Start-Up.  ❤️❤️

Tidak semua memiliki akhir bahagia, untuk Han Ji-pyeong dengan segala kenangan indah di masa lalu, belajar menerima kenyataan bahwa kenangan indah di masa lalu, belum tentu bisa mengulang kenangan indah di masa kini. Maka dengan merelakan dan melepaskan, semoga akan memberikan kelegaan di hati. Meskipun pada awalnya menyakitkan. Ku bersedih setiap kali melihat HJP murung dan bersedih, apalah daya writernim sudah memutuskan akhir kisah Ji-pyeong, Dal-mi dan Do-san seperti apa. Yang jelas, semoga setelah perannya sebagai Han Ji-pyeong, pemeran yang bernama Kim Seon Ho ini kariernya akan semakin melejit dan bersinar, juga semakin sukses.

Satu lagi, OST Start-Up juga enak-enak. OST favorit  saya: One Day, To Me, Where is Dream, Future, Running, sama Day and Night 🤩

Sumber video: YouTube
Sumber foto: Wikipedia, Tenor.com. Instagram: seonho__kim, tvndrama.official, kimsoenho_staff.diary, kimseonho_ph, seoyisook, skuukzy, Love._mq, tvnstartup.

Siapa karakter favoritmu di drama Start-Up?

Happy watching!

Baca juga review drakor:

  1. Chicago Typewriter (2017)
  2. A Romance is A Bonus Book (2019)
  3. When The Weather is Fine (2020)

6 thoughts on “Review Drama Start-Up

  1. Bala-bala HAN JI PYEONG hadiiirr wkwkwkw
    Awalnya aku suka karakter ini, karena tersepona ama lesung pipi dan senyumnya yg bikin pabrik gula terancam bangkrut 😛 Tapi, seiring bertambahnya episode, karakter HJP memang unik banget. Sempat2nya ngasih saran, setelah babak belur berantem ama Nam Do San 😀

    Rezeki banget buat Kim Seon Ho. Dia beneran laris manis tanjung kimpul setelah memainkan peran HJP dengan sangaaatt ciamik nan paripurna!

    Liked by 1 person

    1. Horeee bala-bala HAN JI PYEONG sudah hadir 🤩🤩🤩🤩
      Ternyata lesung pipi dan senyumnya HJP memesona para penonton 😍 termasuk saya juga 😛 Setuju Mbak Nurul, seiring bertambah episode, karakternya HJP makin terlihat matang, suasana hatinya yg sering kesepian dan sedih, bikin kuterhanyut. Untung ada Nenek 😭😭
      Iya, HJP terlalu baik, meskipun babak belur sama Nam Do San, terus NDS gak mau nyerah, HJP terus yang ngalah, terus ngasih saran, ngasih invest pula. Salut 😂

      Alhamdulillah mbak, rezeki Kim Seon Ho berkat perannya sebagai HJP membuahkan hasil yang laris manis, semanis senyumnya 😍😍

      Liked by 1 person

    1. Ayolah Mbak, kali ini tolong tidak perlu menghindar 😜 *ngebujuk Mbak Phebie*

      Iya panjang2 Mbak, apalagi nanti kalau nonton Han Ji-pyeong dan Nam Do-san yang aktingnya keren.

      Biasanya kalau ceritanya menarik dan menghangatkan, didukung latar, suasana, dan akting bagus, yang panjang pun terasa singkat 😋

      Like

    1. Iya kak. Semua pemeran utama mainnya bagus-bagus, tapi pemeran Nenek juga gak kalah bagusnya, makanya suka 🤩

      Muhun nya sigana mah, namina mirip urang Sunda 😂

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s