10 Buku Nonfiksi Favoritku di Tahun 2020

Di tahun 2020, saya lebih banyak membaca buku non fiksi. Saya suka buku tentang tokoh inspiratif, saya juga memilih buku self improvement, buku tentang self healing juga. Dari buku-buku yang saya baca di tahun ini. Berikut daftar buku yang paling berkesan dan menjadi favorit saya sepanjang perjalanan tahun 2020.

  1.  Rudy Kisah Muda Sang Visioner karya Gina S. Noer. Ini merupakan buku non fiksi pertama yang mengawali perjalanan tahun 2020, sempat ikut dibawa dan menemani traveling saya. Hingga saat ini, dari buku-buku tentang kisah Pak Habibie, buku ini salah satu the Best dan jadi favorit saya. Buat kamu yang suka baca kisah nyata dari tokoh inspiratif. Buku ini rekomen 😊Salah satu kutipan favorit saya:

    Buku menjadi cinta pertama Rudy dan membaca adalah hidupnya. (halaman 19)

  2. Goodbye Things: Seni Hidup Minimalis Ala Orang Jepang karya Fumio Sasaki. Saya masih teringat saat melakukan road trip ke negeri sakura di luar kota besarnya, sungguh saya makin penasaran dengan negeri ini. Bahkan saat masih di sana, saya langsung Googling tentang buku rekomendasi negeri sakura yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dan saya menemukan judul ini. Tiba di tanah air, saya langsung pesan di toko buku online. Dan buku ini memberi kesan yang sangat mendalam utamanya mengingat saya untuk belajar hidup minimalis.
  3. Hidup secukupnya saja, barang juga secukupnya, kecuali buku fisik, saya belum bisa seminimalis penulisnya 😀 It’s ok, tidak semua hal bisa saya adopsi, tapi saya mengadopsi beberapa hal yang saya perlukan untuk membenahi hidup saya agar lebih baik lagi. Kemudian perihal barang, sebelum membeli saya kini lebih banyak pertimbangan, dan berusaha untuk tidak tergoda dengan segala sesuatu yang dijual pas tanggal cantik, sesuatu yang dianggap lucu padahal belum tentu dipakai, sesuatu yang harga diskonnya menggiurkan, karena sejatinya semenarik apa pun barang kalau tidak digunakan untuk apa? Sama saja nanti jadi mubazir. Dan setelah baca buku ini saya makin tertarik untuk terus mencari referensi bacaan literatur negeri sakura yang tentunya sesuai dengan selera saya, yang benar-benar pengin saya baca. Lewat buku ini mulai, saya mulai belajar untuk bisa menikmati dan hadir di masa kini tanpa perlu memusingkan dan mencemaskan hidup ke depannya seperti apa, karena yang paling penting adalah bagaimana saya bisa menikmati saat ini. Dengan belajar hidup minimalis juga rasanya lega dan plong, sebuah perasaan yang sangat menyenangkan tanpa meribetkan memiliki barang ini dan itu, ya secukupnya saja disesuaikan dengan kemampuan saya. Salah satu kutipan favorit saya:

    Saya tidak akan membandingkan diri dengan siapa-siapa lagi, saya juga tidak akan menyiapkan diri menyambut masa  yang masih jauh di depan. Kaya atau miskin, sedih atau bahagia, akan saya hadapi. Yang penting saya hadir dan mengalami masa sekarang. (halaman 216)

    Baca juga: review drama START-UP

  4. Ikigai Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur Ala Orang Jepang karya  Hector Gracia dan Francesc Miralles Sudah lama saya mendengar bahwa negeri sakura ini rata-rta penduduknya memiliki usia panjang. Saya sangat tertarik untuk mencari tahu rahasia dibalik usia yang panjang negeri ini.  Buku self improvement yang sangat inspiratif. Sesuai dengan judulnya rahasia hidup bahagia dan panjang umur ala orang Jepang, lewat buku ini saya semakin terbuka wawasan bahwa tidak sulit melakukannya, hanya butuh tekad yang kuat saja untuk menemukan ikagai dalam diri masing-masing. Membahas tentang diet okinawa, caranya cukup mudah, dan dikasih tau juga makanan apa saja (silahkan baca bukunya)Terdapat palajaran dari dan cerita dari para master umur panjang (silahkan baca bukunya).Dalam buku ini tidak memasukkan unsur kebahagian berdasarkan jumlah kekayaan yang kita miliki, yang seringkali menjadi tolak ukur. Kita diajak untuk menemukan ikigai masing-masing pembaca yang pada dasarnya ikigai setiap orang itu berbeda. Namun, sejatinya apa pun bentuk kebahagiaan yang kini cari, ketahuilah bahwa bahagia itu ada di dalam hati setipa orang. Ini semua tentang sudut pandang dan bagaimana cara kita memaknai kata “bahagia.” 🙂 🙂 Sungguh buku self improvement yang bergizi dan akan membuka wawasan kita untuk mengetahui rahasia hidup bahagia dan umur panjang ala orang Jepang. Habis baca buku ini, saya jadi pengen tinggal Jepang lagi 😀 Salah satu kutipan favorit saya dari buku ini  “Cepat atau lambat, kita semua harus menghadapi saat-saat sulit, dan cara kita melewatinya bisa membuat perbedaan besar pada kualitas hidup kita. Latihan yang tepat bagi pikiran, tubuh, dan ketahanan emosional sangat penting untuk menghadapi pasang surut kehidupan. (halaman 183-184)
  5. Tafsir Al-Quran di Medsos: Mengkaji Makna dan Rahasia Ayat Suci pada Era Media Social karya Nadirsyah Hosen .  Tulisannya asik dan menyenangkan untuk dibaca. Penulis juga kaya akan referensi, sehingga apa yang beliau tulis bukan berdasarkan opini penulisnya melainkan juga merujuk kepada tafsir-tafsir yang menjadi rujukan beliau. Sebuah buku yang sangat bergizi,  dan mudah dicerna, meski tema yang diangkat cukup berat, berbicara mengenai tafsir Al-Quran di Medsos. Habis baca buku ini pembaca akan jauh lebih berhati-hati dalam menyaring tafsir Al-Quran di medsos. Saya senang, ada banyak pengetahuan baru yang diperoleh dalam buku ini. Kalau kamu senang membaca Al-Quran dengan terjemahan dan tafsirnya, dengan baca buku ini akan jauh lebih semangat untuk terus belajar membaca Al-Quran dan mencoba membaca tafsirnya. Kalau kamu belum pernah membaca Al-Quran dengan tafsirnya, yuk mulai baca 🙂 dan kalau sudah pernah, yuk teruslah belajar 🙂 Salah satu kutipan favorit saya :

    Bahasa Al-Quran itu sastranya amat tinggi. Kita memahami prosa bahasa Indonesia saja sering kesulitan meski kita mengerti bahasa Indonesia. Sama saja, tidak semua orang yang bisa bahasa Arab akan paham kandungan tafsir Al-Quran. Memahami bahasa Arab tentu merupakan syarat menafsirkan Al-Quran. Namun itu saja tidak akan cukup. Kita juga harus belajar ilmu-ilmu lainnya, (halaman 82)

    5. Suteru Gijutsu Seni Membuang Barang karya Nagisa Tatsumi. Buku yang tidak tebal, tapi sangat bergizi. Buat kamu yang senang membaca buku inspiratif yang berkaitan dengan seni membuang barang, buku ini pas banget untuk menemani kamu. Karena bisa membantu kamu secara psikologis mempersiapkan diri membuang barang yang sudah tidak digunakan selama ini, tapi kamu terlampau sayang, sehingga pada akhirnya kamu bisa memutuskan untuk membuang atau mungkin memberikan (jika masih bagus).

    Buat kamu yang mau beberes dan melepas berbagai barang yang sudah menumpuk, membaca buku ini akan memberikan berbagai solusi yang bisa jadi cocok dengan kamu. Menurut saya, buku ini benar-benar tegas, kalau memang tidak dipakai yang simple saja, tinggal dibuang. Memang tidak sesederhana ketika diucapkan, makanya lebih baik silahkan menyelami buku ini dengan membacanya, siapa tahu akan menggugah hati kamu untuk cukup menyimpan barang yang akan digunakan.  Menariknya menurut saya, penulis juga melibatkan proses psikologis tersembunyi dibalik kegiatan “membuang.” Jadi, kegiatan membuang bukan suatu yang menyulitkan, melainkan membebaskan saya dari barang-barang yang tidak perlu saya simpan jika tidak akan digunakan. Salah satu kutipan favorit saya dari buku ini:

    Barang yang Anda punyai harus Anda gunakan. Jika tidak digunakan jangan sampai punya. (halaman 36) 

    Buku-buku yang saya baca di tahun 2020

    6. Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti? karya Kim Sang Hyun.  Buku self improvement ini meskipun judulnya terlihat ‘dark’ atau gelap, tetapi saat membaca demi lembar, ternyata buku ini penuh kehangatan. Ada banyak kata penyemangat yang menghangatkan hati pembacanya.  “Semua fakta dan kebohongan yang ada disekelilingmu itu tidaklah penting, karena pada dasarnya, manusia memang hanya bisa melihat apa yang ingin mereka lihat. Jadi, kuharap kamu tidak menyerah pada pandangan miring orang lain. Jika kamu tidak bisa menunjukkan sosok terbaik dirimu kepada semua orang, jangan jadikan itu beban pikiran. Sosok dirimu saat ini, tidak dibuat berdasarkan pandangan, penilaian, atau pun kecurigaan orang lain. Kamu dibentuk dari sakit dan air mata yang mengalir karena usaha kerasmu untuk tetap bertahan. Tidak penting bagaimana orang lain berpikir tentangmu. Aku ingin menyampaikan, hiduplah sebagai dirimu.” (halaman 44). Kalimat yang disampaikan penulisnya ini sangat terasa personal, dan menyentuh sisi psikologis.  Saya benar-benar kehilangan kata-kata pas  baca bagian ini, kayak semacam ternyata ada loh orang yang bisa memahami tanpa menghakimi, dan buku ini mengajak pembacanya untuk bisa lebih mengenal dan menyukai diri sendiri. Tanpa menghakimi, tanpa menggurui. Nice book 🙂 Buku ini tidak tebal, tapi setiap lembarnya membuat saya enggan beranjak karena tidak ingin membaca cepat-cepat. Ingin berpikir sekaligus merenungi dan mencoba menelaah apa yang disampaikan penulisnya. Buku yang penuh kehangatan untuk menemani perjalanan  memulihkan batin. Salah satu kutipan favorit saya dari buku ini:“Terima kasih telah tumbuh tanpa banyak mengeluh” (halaman 56)

    7. Berani Tidak Disukai dan Berani Bahagia karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga. Buku sekuel ini dari judul saja sudah benar-benar menarik perhatian saya. Isinya tentu saja semenarik judulnya. Untuk buku Berani Tidak Disukai, Saya suka konsep yang ditawarkan bukunya, berbeda dari buku pada umumnya. Apa yang disampaikannya juga tidak terkesan menggurui. Pembaca seakan diajak untuk berdiskusi, mengungkapkan berbagai pertanyaan yang ada dipikiran, dan diwakili oleh pertanyaan yang disampaikan oleh pemuda. Walaupun di sini obrolan antara seorang pemuda dan filsuf, seperti seorang guru dan murid, tapi tidak kerkesan seperti obrolan guru dan murid yang merasa superior. Obrolan dan diskusinya mengalir seperti dengan seorang kawan. Sebetulnya, poin dari buku ini seperti judulnya bahwa tidak ingin dibenci barangkali adalah tugas kita, tapi apakah orang lain menyukai kita atau tidak, bukanlah tugas kita. Sekali pun ada orang yang berpikir tidak baik tentang kita, kita tidak bisa mengintervensinya. Salah satu kutipan favorit saya “Saat ini, dunia ini terlihat rumit dan misterius bagimu, tapi jika engkau berubah, dunia ini akan terlihat lebih sederhana. Persoalannya bukan tentang bagaimana dunia ini, tepi tentang bagaimana engkau. (halaman xix). Untuk buku Berani Bahagia, konsepnya masih sama dengan buku pertama, di mana ada pemuda dan filsuf yang terlibat diskusi tentang teori psikologi Adler yang diterapkan dalam kehidupan. Kalau di Berani Tidak Disukai lebih ke pengantar definitif pada psikologi Adler, di buku ini semacam kompas untuk dapat betul-betul mempraktikan gagasan Adler dan menjalani kehidupan bahagia. Di buku pertama, pembaca diajak untuk mengenal teori psikologi Adler. Di buku ini jauh lebih terperinci (silahkan simak diskusi antara pemudan dan filsuf dan awal sampai akhir. Kalau di buku pertama terbagi dalam lima malam. Nah di buku ini mereka hanya terlibat satu malam diskusi panjang). Salah satu kutipan favorit saya:“Dunia ini sederhana, dan hidup ini juga sederhana.” Namun, membuatnya tetap sederhana itu tidak mudah, dan di sanalah hari-hari biasa yang kita lewati akan menjadi ujian bagi kita. (halaman 302)

    Baca juga: 9 buku fiksi favoritku di tahun 2020

    8. I See You Like A Flower karya Na Tae Joo. Tahun ini saya mencoba membaca beberapa buku puisi. Namun, yang paling berkesan adalah judul puisi ini.  Buku ini isinya banyak mengambil tema tentang bulan dan perubahan musim, tapi tema yang paling banyak digunakan adalah bunga. Sesuai dengan judul bukunya 🙂  Puisi di dalamnya juga variatif, ada yang berupa puisi dengan bait panjang, dan ada pula puisi dengan bait pendek.  Yang paling spesial dari buku ini menurut saya, selain isi juga ilustrasinya yang kece dan full color. Rata-rata lukisan bunga yang sangat cantik, benar-benar memanjakan mata. Saya suka banget cover, isi, serta ilustrasinya, kece banget!  Simpel dan cantik.Ada banyak puisi indah tersaji dalam buku. Berikut ini salah satu puisi paling favorit, kesukaan saya.

    Judul: Bunga Liar – 1

    Harus dilihat dengan seksama

    maka ia terlihat cantik

    Harus dilihat cukup lama

    maka ia terlihat menarik

    Begitu pula dirimu.

    9. Dear Tomorrow Notes torMy Future karya Maudy Ayunda. Saya suka dari buku hard cover ini tentu saja karena design cover-nya keren 👍 Meskipun ada beberapa halaman yang hanya ditulis beberapa kata saja atau bahkan beberapa kalimat, tapi saya sangat suka dengan cara para designer menyajikan buku ini dengan apik. *tepuk tangan* 👏👏 Isi bukunya bagus.

    Melalui buku ini, Maudy membagikan semangat juga pencerahan  yang inspiratif, tidak terkesan menggurui, merasa paling tahu atau paling benar. Sangat menyenangkan membaca buku ini 🙂 Tentu saja buku ini makin manis dan spesial dengan hadirnya foto-foto Maudy yang anggun dengan kepribadiannya yang menawan, serta kutipan yang membuat buku Dear Tomorrow ini punya nilai plus di mata saya 😍 Saya suka playlist musik yang dikasih Maudy. 10 lagu playlist for the dreamer. (di page 64).  Selera musiknya mantap, secara Maudy, kan penyanyi juga 😀 Baca buku ini juga saya seakan diajak banyak merenung, saya pun jadi banyak mikir. Salah satu kutipan favorit dari buku ini:

    Don’t compare: your journey is your own. (page 48)

    10.  I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki dan I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki 2 karya Baek Se Hee. Kalau kamu butuh buku tentang self accaptance, maka buku self improvement  ini rekomen dibaca. Judulnya menarik sekali, sebelum memutuskan untuk membeli dan membaca buku ini, saya benar-benar sangat tertarik dengan judul bukunya yang unik, meski terkesan ‘suram’ tapi isinya memang bagus, saya jadi belajar memahami keadaan yang dialami penulis, sambil menyelami diri terkait beberapa hal yang secara tidak langsung juga relate dengan kehidupan pembacanya. Dalam buku ini terdapat dialog antara penulis sebagai ‘Aku (A)’ dan ‘Psikiater (P)’ dalam dialog-dialog yang mereka sampaikan, saya seakan berada di dalam sebuah ruangan dan sedang melakukan konsultasi dengan psikiater. Buku ini mengajak pembaca untuk menyelami diri, mungkin ada beberapa hal yang dialami penulis juga pernah dialami oleh pembaca, sehingga buku ini juga sangat menyenangkan untuk dibaca, tapi usakan bacanya saat kondisi kamu sedang dalam mood baik, agar nyaman 🙂 Membaca buku-buku jenis seperti ini, membuat saya semakin belajar dan semakin menyadari bahwa belajar menerima dan mencintai diri bukan perkara mudah, dibutuhkan usaha ekstra. Untuk buku keduanya merupakan lanjutan dari konsultasi penulis dengan psikiaternya. Jadi sebaiknya kamu baca buku sekuel ini agar tahu bagaimana kelanjutan dari proses konsultasi penulis dengan psikiaternya. Kamu akan menemukan beberapa istilah psikiatri di sini melalui percakapan antara psikiater dan pasien. Salah satu kutipan favorit saya dalam buku ini : “Tapi, di saat Anda menerima diri Anda sendiri apa adanya, Anda akan merasa lebih bebas dan nyaman. (halaman 54)

Baca juga: buah favortiku yang sangat memorable

Demikian buku-buku non fiksi yang paling berkesan untuk saya. Terima kasih untuk buku-buku yang sudah menemani perjalanan saya 2020. It’s hard, but finally we can through this year 🙂

Bagaimana dengan kamu, apa buku non fiksi favorit dan paling berkesan untukmu di tahun 2020?

Happy reading! 📚 📖😊

With Love, ❤️💙

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s