9 Buku Fiksi Favoritku di Tahun 2020

Di tahun 2020 ini, saya membaca sekitar 29 buku fiksi. Senang sekali bisa membaca buku-buku tersebut. Namun, dari ke-29 judul tersebut ada beberapa yang sangat berkesan untuk saya.

Baca: 50 judul buku yang sudah ditulis Tere Liye

Ini dia daftar buku-buku fiksi favorit saya di tahun 2020.

  1. SELAMAT TINGGAL karya Tere Liye, pertama kali baca buku ebook-nya di Google Play, bahkan hingga buku fisiknya terbit di bulan Nopember 2020. Saya sangat berkesan dengan buku ini, karena tema yang diangkat oleh penulisnya merupakan sesuatu hal yang baru pertama kali saya baca dalam bentuk buku. Tema yang diangkat juga sangat berani dan relate sekali dengan keadaan di masyarakat negeri ini, di mana yang namanya barang bajakan tidak hanya soal buku, melainkan juga betapa banyaknya barang tiruan yang dijual dan beredar di pasaran. Mirisnya, obat yang seharusnya bersifat menyehatkan untuk dikonsumsi oleh pasien atau penderita suatu penyakit, malah keberadaannya disalahgunakan, sehingga kasus seperti penjualan obat palsu pun marak terjadi. Buku ini benar-benar berbeda dari karya-karya Tere Liye sebelumnya, bagi saya pribadi buku ini sangat inspiratif, karena benar-benar menggugah nurani saya untuk kembali menanyakan pada diri sendiri, bagaimana jika saya berada di posisi seperti seorang penulis yang bukunya marak dibajak (bukannya untung dapat loyalti, malah buntung karena bukunya dibajak), atau bagaimanakah nasib orang-orang yang tertitu obat palsu? dan lain sebagainya. Mungkin jika membacanya tidak dengan pikiran terbuka, bisa saja malah tersindir. Namun, saya berharap semoga pembaca yang budiman bisa banyak mengambil hikmah dari buku ini. Semoga lewat pesan yang disampaikan buku ini justru akan semakin banyak orang yang tergugah dan terinspirasi dari karakter-kararkter yang ada dalam buku  untuk berubah ke arah lebih baik lagi. Ini merupakan salah satu buku fiksi terbaik versi saya baca di tahun ini. Semoga akan semakin banyak orang yang membaca buku ini. Salah satu kutipan favorit saya “Tulislah sesuatu yang harus dibaca banyak orang, bukan yang ingin dibaca banyak orang. (halaman 121)”.
  2. GURU AINI Karya Andrea Hirata. Senang sekali Pak Cik tahun ini menghadirkan buku berjudul Guru Aini. Membaca lembar pertama dan selanjutnya, sungguh akan dibuat kagum, sedih, senang, bangga sekaligus terharu hingga lembar terakhir. Ada banyak karakter dalam buku ini dan disajikan dengan menarik oleh penulisnya, namun dua karakter yang paling menonjol tentu saja Desi sang guru  dan Aini sang murid. Judulnya juga menarik dan mengangkat dunia mendidikan, khususnya seorang Guru Matematika yang sangat idealis, ditambah seorang murid yang tangguh dan mau belajar Matematika meski anak ini harus jatuh bangun meyakinkan gurunya, bahwa ia sungguh mau belajar, tidak mau menyontek, ia ingin bisa Matematika karena ia mau jadi dokter. Sungguh duet antara Guru Desi dan muridnya Aini, menghadirkan kisah yang inspiratif dan juga mengharukan.  Menurut saya buku ini sangat inspiratif dan bisa dibaca siapa saja. Baik saya yang pernah menjadi murid sekolah, atau pun adik-adik yang sedang sekolah, bahkan Bapak-Ibu Guru yang sedang mengajar anak-anak sekolah. Selamat berjuang untuk mencerdaskan anak-anak bangsa 😊 Pak Cik ini selalu pandai meramu kisah sederhana jadi menarik namun tetap menyajikan gelak tawa dengan humor-humor khasnya. Kabarnya, novel Guru Aini merupakan novel tersulit yang ditulis oleh Pak Cik, dan memerlukan riset selama 2 tahun! Wow, lama sekali, tapi hasilnya terbaik (silahkan baca dan nikmati bukunya) 🙂 Nanti bagian yang paling seru tentu saja saat Guru Desi dan Aini berkolaborasi menjadi guru dan murid yang ….. ah sudahlah kamu baca sendiri bukunya :’) Buat kamu penggemar karya-karya Pak Cik, jangan lewatkan buku ini. Dari sekian banyak karya yang sudah ditulis Pak Cik, selain Laskar Pelangi, dan Sang Pemimpi, saya juga memfavoritkan buku Guru Aini. Semoga akan semakin banyak generasi muda yang membaca buku karya Pak Cik ini. Salah satu kutipan favorit saya di buku ini  “Aku tak pernah menjelek-jelekkan orang di belakang mereka, Aini. Kalau aku mengkritik, kukritik langsung di depan mereka. Aku pun tak pernah keberatan dikritik di depanku. Tapi, aku juga takkan memujimu di depanmu, Aini. Pernahkah mendengar ajaran tabur pasir di mulut orang yang suka memuji?” “Dan ingat, math anxiecty tak hanya diderita mereka yang tak bisa matematika, tapi juga mereka yang pintar matematika. Yai! Banyak-banyaklah membaca buku, Aini! (halaman 239)
  3. 5 CM AKU KAMU SAMUDERA DAN BINTANG-BINTANG Karya Donny Dhirgantoro. Senang sekali setelah 15 tahun berlalu, akhirnya sekuel 5 CM ini terbit juga. Asli selesai baca buku ini baru beberapa minggu kemudian saya bisa lanjut baca buku fiksi yang lain. Ini buku beneran bikin kangen geng Genta, Juple, Rianti, Ian juga Rambo.  Di buku ini, saya juga senang mendapati penulis yang lewat karakter Zafran memaknai arti menjadi penulis, membaca, serta makna sebuah buku. Kalau kamu sedang menulis buku dan butuh semangat, maka kamu beruntung akan mendapat semangat dari sang penyair Bang Zafran, kalau kamu baca buku ini tentunya 🙂Baca buku ini kok tiba-tiba saya jadi kepengen overland kayak mereka berenam ke Jawa-Bali-Lombok-hingga Pulau Kenawa. Siap-siap saja, pulau ini bakalan popular setelah pandemi covid 19 usai, diserbu para traveler hehehe -___- Dan di Lombok itu gak hanya Rinjani serta Gili Trawangan yang terlanjur populer di kalangan wisatawan. Kita bakal di bawa ke tempat-tempat kece bareng gengnya Genta, menikmati sunset yang spektakuler, serta mengunjungi berbagai pantai yang eksotis.  Tak sabar menanti buku ini untuk difilmkan, setelah sukses dengan film pertamanya yaitu 5CM. Salah satu kutipan favorit saya dalam buku ini  “Kamu lihat setiap hari, yakinkan dirimu setiap hari kalau kamu bisa, bahwa kamu akan bangkit lagi jika kamu jatuh, bahwa kamu berjuang dan bekerja keras untuk impian, cita-cita, harapanmu, …. Dan sehabis itu yang kamu perlukan cuma… “Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya. Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya. Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya. Leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang ribuan kali lebih keras dari baja. Hati, yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa. (halaman 467)”
  4. NEBULA Karya Tere Liye. Sebagai penggemar Serial Bumi, tentu saja saya sangat menantikan kehadiran buku ini. Buku ini berkisah tentang orang tuanya Raib. Buku ke-10 benar-benar endingnya bikin sedih sih -__- tapi setidaknya, rasa penasaran terhadap kisah orang tuanya Raib terbayar sudah di buku ini. Karakter Mata dalam buku ini mengingatkan saya dengan sosok Raib, si Puteri Bulan. Kalem, punya kemampuan dan teknik-teknik yang sangat mengagumkan. Setia kawan, dan selalu melindungi serta pasang badan untuk sahabat-sahabatnya bahkan saat kondisi terdesak pun selalu menyelamatkan sahabatnya saat sedang menghadapi pertarungan demi pertarungan. Kisah persahabatan Mata. Selena, juga Tazk tidak kalah seru dan menarik seperti persahabatannya Raib, Seli dan Ali. Salah satu kutipan favorit saya “Tapi ada satu hal yang berbeda darimu, dan semoga itu membuat jalan hidupmu juga berbeda. Kamu memiliki teman. Teman-teman terbaik. Ah, di dunia ini, teman sejati adalah harta karun terbaik. (halaman 215) – Bibi Gill
  5. SELENA Karya Tere Liye. Ini merupakan buku spin off, buku sebelum Nebula. Jadi, kalau mau baca buku Nebula mesti baca buku ini dulu, berkisah tentang Miss Selena masa remaja. Baca buku ini serasa baca buku Harry Potter yang pertama, terutama tempat kuliahnya Selena di ABTT (Akademi Bayangan Tingkat Tinggi), terasa banget aura Hogwarts-nya. Namun, tentu saja ceritanya bukan tentang magic seperti di Harry Potter, melainkan lebih ke teknologi yang jauh lebih canggih di Klan Bulan. Setting ceritanya juga keren, dosennya keren-keren, mata kuliahnya juga unik dan keren. Saya penasaran sekali dengan mata kuliah “Malam dan Misterinya” yang hanya bisa diikuti oleh Selena. Saya juga suka banget dengan karakter Bibi Gill, asli penasaran sekali. 😀 Salah satu kutipan favorit saya:

    “Selena, sebenarnya hidup ini hanya soal sudut pandang. Digeser sedikit saja cara kita memandangnya, kita bisa mengubah sesuatu yang menyebalkan menjadi sesuatu yang berbeda.” Jem, ibunya Selena dalam buku Selena (halaman 45-46)

  6. I’LL GO TO YOU WHEN THE WEATHER IS NICE Karya Lee Do Woo. Baca buku ini setelah nonton dramanya. Suka sekali dengan buku ini yang ceritanya seputar pemilik toko buku indie, kemudian ada toko buku Goodnight. Untuk para book lover, cocok banget. 😍 Banyak rekomendasi judul buku yang dibaca para anggota klub buku sama sang pemilik toko buku 😍. Buku ini bagi saya, bikin ah gimana ya, pengen main ke toko buku macam Good Night. -_- Semoga saja referensi buku di sini ke depannya bisa diterjemahkan dan diterbitkan para penerbit di negeri tercinta ini. Buku ini alurnya maju mundur, tapi tetap menarik untuk dibaca dari awal hingga akhir. Ada unsur budaya yang dimasukkan dalam buku ini, seperti Chuseok, yaitu perayaan pertengahan musim gugur, pesta makan-makan untuk berterima kasih atas keberhasilan panen, atau dikenal juga dengan ‘Thanksgiving‘ versi Korea. Di buku ini juga ber-setting toko buku, pemilik buku, seorang blogger, para pembaca buku yang tergabung dalam klub buku, penulis buku, dunia penerbitan, toko buku indie, penerbit indie. Beneran pas dan cocok banget buat saya, hahaha. 😛 buat kamu juga kalau suka genre romance ini 🙂  Buku ini sudah diangkat dalam layar kaca dengan judul When The Weather is Fine. Salah satu kutipan favaorit saya ”

    Memilih untuk membaca buku yang dibaca dan disukai seseorang adalah salah satu cara untuk memahami pembacanya. (halaman 115)

  7. THE TRAVELING CAT CHRONICLES Karya Arikawa Hiro. Buat kamu penyuka binatang kucing, buku ini seru dan mengasyikan untuk dibaca. Narasi dan sudut pandang dalam buku ini adalah aku, tapi bukan orang, melainkan dari sudut pandang hewan. Penulis seolah mengajak kita untuk menjadi Nana (kucing campuran) yang berpikir seperti manusia. Duh Nana sang kucing cerdas ini karakternya sungguh menggemaskan. “Lagi pula, kucing itu, kan, makhluk yang harus punya gaya.”—Nana (halaman 16). Gemes banget nih sama kucing ini >.< Salah satu kutipan favorit saya “Terima kasih atas kerja kerasmu sampai sekarang. Dedikasimu dalam menolongku tidak akan pernah kulupakan seumur hidupku.—Nana  (halaman 15)” Alurnya maju mundur, cukup sulit ditebak jalan ceritanya. Tapi ending-nya meskipun sedih, ini membuktikan hubungan pemilik kucing yaitu Satoru dengan Nana sangat dekat sekali. Sungguh indah hubungan yang mereka jalin. Satoru sangat menyayangi Nana, bahkan dia rela mencarikan orang yang mau mengadopsi kucing kesayangannya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah teman-teman baik dalam kehidupannya.
  8. LITTLE WOMAN karya Louisa May Alscott. Saya sangat menyukai kisah persaudaraan yang diceritakan di buku ini. Keluaga yang hangat. Meskipun sebagai saudara selalu ada konflik, mereka bisa menyelesaikan dengan baik dan yang terpenting mereka tetap rukun dan saling menyayangi. Setting kisah ini di abad ke 19, latar kisahnya terasa unik dan menarik, mengambil tema keluarga, juga persahabatan. Cerita di buku ini penuh warna, seperti bagaimana kisah Meg dan teman-temannya. Jo dan Laurie. Usaha Beth dalam membuka diri, serta Amy dan kisahnya yang juga tidak kalah menarik. Tokoh ibu membuat pembaca akan mendapat banyak pelajaran hidup serta hikmah yang tidak terhingga, tapi tidak terkesan menggurui. Pesan-pesan yang disampaikannya dalam buku sastra klasik ini pun masih relevan dan bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari di zaman ini. Salah satu kutipan favorit saya “Lanjutkan pekerjaan kalian seperti biasa, karena bekerja adalah pelipur lara yang baik. Teruslah berdoa dan menyibukkan diri,” (halaman 312).
  9. ORIGIN Karya Dan Brown. Kangen dengan genre thriller karya Dan Brown, dan buku ini mengobatinya. Cukup lama buku ini jadi wishlist saya, senang sekali akhirnya bisa baca. Baca buku Dan Brown ini, meski baru tiga buku dari tujuh buku yang sudah ditulisnya. Sensasi membacanya selalu meciptakan “theater of mind“. Jadi, sambil baca, sambil berfikir dan seolah diajak berpetualang bersama Robert Langdon untuk memecahkan misteri dan kasus yang dihadapinya. Membaca simbol-simbol yang ditemukannya. Kadang bacanya bikin ngos-ngosan. Tapi untuk buku Origin, tidak terlalu ngos-ngosan. Yang spesial dari buku ini menurut saya adalah tokoh antagonis sang pencetus ide dalam mengekskusi rencana-rencana jahat melalui orang-orang suruhannya untuk membunuh target yang akan menjadi korbannya. Menyebut kata Langdon, tentu saja saya teringat dalam bayangan saya siapa lagi kalau bukan Tom Hanks sang pemeran Robert Langdon dalam buku Dan Brown yang sudah filmkan diantaranya: The Da Vinci Kode, Angels and Demons, dan Inferno. Salah satu kutipan favorit saya “Terkadang, yang perlu kau lakukan adalah memutar balik sudut pandangmu untuk dapat melihat kebenaran orang lain.” (halaman 487). Saya buka penikmat seni, bahkan tidak paham, justru lewat buku-bukunya Dan Brown saya jadi tahu tentang Da Vinci Code, Michelangelo, Antoni Gaudi, serta karya-karya masterpiece milik para pesohor yang karyanya hingga kini masih dihormati para pecinta seni di seluruh dunia. Bagi saya pribadi, penting untuk tahu dan menambah wawasan, apa pun keyakinan yang dimiliki setiap orang, karena pada dasarnya saya harus belajar toleransi dan saling menghargai. Meskipun karya-karya Dan Brown bagi yang tidak suka, seringkali menjadi kontroversi, tapi bagi saya yang melihat bukan berdasarkan kepentingan tertentu, melainkan dari sudut  pandang seorang pembaca yang belajar menikmati buku-buku dari berbagai genre, dan saya rasa bukunya Dan Brown memang menarik.

Review drama START-UP

Demikian sedikit ulasan tentang buku-buku fiksi favorit saya tahun 2020. Sampai jumpa di review buku-buku fiksi tahun 2021. Tenang saja, buku TBR saya masih ada banyak untuk persediaan tahun 2021, buku wishlist daftarnya masih panjang juga 😀 Sepertinya daftar bacaan saya bukannya berkurang, malah nambah terus.

Bagaimana dengan kamu, apa buku fiksi favoritmu di tahun 2021? 🙂

Happy reading! 📖📚😊

With Love, ❤️

14 thoughts on “9 Buku Fiksi Favoritku di Tahun 2020

      1. Kalau dua buku, saya akan pilih Selamat Tinggal dan Guru Aini. Konfliknya pas, dan berhubungan dengan kehidupan di negeri ini, meskipun disajikan dalam bentuk fiksi.

        Liked by 1 person

      2. Guru Aini belum ada ebooknya di Google Play Book Mbak 😂 kalau Selamat Tinggal baru ada versi unedited version di Google Play Book. 😊

        Sama-sama, Mbak Novri 🥰

        Liked by 1 person

      3. Iya Mbak. Sabar ya menunggu ebook-nya ya di Google Play Book. 🥰🥰
        Kalau mau baca 5 CM Aku Kamu Samudera dan Bintang-Bintang, ini sudah tersedia di Google Play. Kalau kangen petualangan bersama sahabat, buku ini mengobati kerinduan. Kalau suka buku genre fantasi, buku Selena dan Nebula udah tersedia ebooknya.
        Kalau Mbak suka buku-buku Tere Liye ada puluhan ebook tersedia di Google Play. Lengkap 😄😄😄 cuma Selamat Tinggal baru yang unedited version, biasanya gak lama akan muncul ebook-nya selang terbit buku cetaknya 🥰

        Berikut ini link buku-buku ebook karya Bang Tere

        https://play.google.com/store/search?q=Tere%20Liye&c=books

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s