[Review Buku] The Things You Can See Only When You Slow Down Karya Haemin Sunim

Jangan lakukan sesuatu hanya demi akhirnya saja. Nikmatilah juga langkah demi langkahnya. (halaman 211)

Judul                    : The Things You Can See Only When You Slow Down
Penulis                 : Haemin Sunim
Penerjemah         : Daniel Santosa
Penerbit               : Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun Terbit       : Cetakan ketiga, Oktober 2020
Jumlah halaman  : 265 hlm; 13,5 cm x 18 cm
ISBN                     : 978-602-481-365-9

Sinopsis:

“Apakah memang dunia yang terlalu sibuk, atau malah batin saya?”

Dunia bergerak denan cepat, tetapi tidak berarti kita juga harus begitu. Melalui buku ini, guru meditasi Zen Haemin  Sunim mengajak kita untuk menyadari bahwa ketika melambatkan diri, dunia akan melambat bersama kita. Pesan-pesan singkat Haenim Sunim—yang ditulis untuk menjawab pertanyaan di media sosialnya—menyasar kepada kekhawatiran manusia yang sudah menjadi bagian dalam kehidupan modern. Bersama-sama kita akan mencari jalan menuju keseimbangan dan kedamaian batin di tengah berbagai tuntutan hidup sehari-hari lewat hal-hal sederhana, seperti beristirahat dan membangun hubungan baik antarmanusia.

The Things You Can See Only When You Slow Down sudah terjual lebih dari 3 juta eksemplar di Korea Selatan dan menduduki peringkat pertama buku terlaris selama 41 minggu berturut-turut.

Buku ini terdiri delapan bab yang membahas berbagai macam aspek kehidupan—mulai dari cinta dan pertemanan hingga pekerjaan dan cita-cita—dan bagaimana praktik hidup berkesadaran mampu membantu kita dalam masing-masing aspek. Penulis mencontohkan  bagaimana cara menghadapi emosi negatif, seperti amarah dan rasa dengki dan kekecewaan dalam hidup, dengan penuh kesadaran.

“Janganlah melawan emosi negatif kita. Amati dan bertemanlah dengannya.” (halaman 45)

Baca juga: review buku Siapa yang datang ke pemakamanku nanti saat aku mati karya Kim Sang Hyun

Yang menarik dari buku ini:

  • Setiap bab diawali prolog yang menjelaskan tentang bahasan yang akan dibahas, serta insight dari penulis dalam memandang kehidupan. Tips-tips dalam menjalani kehidupan.
  • Tulisannya sangat mengalir, dan tidak terkesan menggurui. Sambil baca sekalian bisa melihat ke dalam diri. Buku yang menghangatkan dan mengademkan hati.
  • Buku ini menjelaskan bagaimana bisa tenang dan bahagia, serta bagaimana cara berteman dengan energi negatif di dalam tubuh, alih-alih menghindarinya, lebih baik berteman saja.
  • Saya suka banget sama desain cover-nya, sederhana dan membuat mata adem. 🙂
  • Dalam buku ini terdapat banyak visual yang indah, gambar-gambarnya cantik, yang didominasi gambar pemandangan. Jadi makin semangat bacanya. 🙂
  • Meskipun buku ini tidak tebal, tapi rasa-rasanya saya ingin berlama-lama menikmati lembar demi lebarnya, tidak mau cepat-cepat selesai bacanya 🙂
  • Baca buku ini membuat saya diajak untuk positif dalam menyikapi kehidupan. Membuat saya berpikir dan belajar berdamai dengan diri sendiri. Sungguh buku yang sangat bergizi dan menghangatkan hati. Seperti selimut yang akan menghangatkanmu di kala musim dingin menyapamu. 🙂
  • Kolaborasi penulis dan ilustrator buku ini menghasilkan tulisan menarik, disajikan dengan visual yang sangat indah, menjadikan buku ini tampak spesial dan membuat pembaca betah tidak hanya karena tulisannya, melainkan juga gambar-gambar yang disajikan sungguh sedap dipandang mata, saya suka sekali dengan gambar -gambar pemandangan yang ada dalam buku ini, sangat kreatif.
Salah satu ilustrasi yang terdapat di dalam buku The Things You Can See Only When You Slow Down. Indaaaaah 🙂

Baca juga: review drama Start-Up dan review buku I See You Like A Flower

Buku Haemin Sunim ini sangat relevan dengan kehidupan di dunia yang semakin kompleks ini. Penulis asal Korea Selatan ini pernah mengenyam pendidikan di Universitas Barkeley, Harvard dan Princeton.  Beliau aktif memberikan nasihat-nasihat bijak tentang kehidupan dan ajaran-ajaran meditasi di media sosial. Saking aktifnya, beliau diberi  julukan The Healing Mentor dan Twitter Monk.

Ilustrasi sampul dan isinya oleh Youngcheol Lee yang merupakan seniman asal Korea. Lukisan-lukisannya telah dipamerkan di lebih dari 150 pameran dan dikagumi karena keindahanya. Buku terjemahannya ini juga nyaman dibaca, terima kasih kepada penerjemah. Buat kamu yang memerlukan buku kategori self improvement, buku ini bisa menemani kamu.

Berikut ini kelimat -kalimat favorit saya dalam buku TTYCSOWYSD:

  1. Jika kita mau melihat lebih dekat, maka kita akan paham bahwa yang mengusik kita bukanlah keadaan dunia, melainkan cara pandang kita. 
  2. Bahkan perbuatan kita sekecil apa pun bisa membuat kita merasa lebih baik. (halaman 28)
  3. Hidup memberi pelajaran lewat kesalahan kita. Ketika kita membuat kesalahan, tanyakan kepada diri sendiri apa yang bisa kita pelajari dari kesalahan itu. Saat kita menerima pelajaran itu dengan  kerendahan hati dan rasa syukur, kita akan semakin bertumbuh (halaman 29)
  4. Alih-alih selalu mencari kenyamanan dari orang lain, tawarkan kenyamanan kita bagi orang lain dan dengarkan mereka. Di saat kita membantu orang lain, kita juga ikut disembuhkan. (halaman 36)
  5. Saat kita menerima apa yang ada, batin kita akan terasa lebih lega dan tenang meski dunia berubah dengan begitu cepatnya dalam hidup kita. (halaman 51)
  6. Menilai keadaan sekarang melalui kenangan masa lalu bisa membuat kita sedih. Suka atau tidak, perubahan tidak dapat dihindari. Sambut dan terimalah perubahan. (halaman 52)
  7. Jangan mudah tertipu hanya karena seseorang baik pada kita di awal. (halaman 84)
  8. Jadilah orang yang bisa memahami apa yang orang lain alami dan mengerti segala sesuatunya tidak hanya dari sudut pandang kita, tapi dari sudut pandangn mereka juga. (halaman 87)
  9. Batu besar menjadi contoh bagi kita bagaimana tetap rendah hati dan tenang bahkan saat gelombang pujian dan kritik datang menerpa. (halaman 88)
  10. Banyak konflik dalam hidup kita dapat diselesaikan jika kita mau memahami apa yang orang lain rasakan. Cobalah lihat sesuatu dari sudut pandang mereka. jika kita hanya memikirkan apa pendapat kita, kita tidak ada bedanya dengan anak kecil. (halaman 92)
  11. Jika kita menyingkirkan orang lain untuk meraih kesuksesan, kita akan ditenggelamkan ketika gelombang pasang datang.(halaman 99)
  12. Cinta itu mempercayai seseorang, selalu ada bagi seseorang, selalu siap untuk mendengarkan dengan hati yang lembut tanpa alasan lain selain cinta. (halaman 161)
  13. Saat ada masalah, sampaikan kepada orang yang berkaitan langsung. Jika kita menyampaikannya dengan cara yang berputar-putar, melalui banyak orang, karena takut menyakiti orang itu dan hubungan kita, masalahnya akan semakin rumit. Pergilah langsung ke sumber masalah dan selesaikan dengan orang itu walau ini membuat kita tidak nyaman. (halaman 179)
  14. Terkadang hidup memberi kejutan tanpa alasan yang dapat kita pahami. Tapi jangan putus asa. Kita tidak sendiri. Kita harus gigih. Setiap masalah akan berlalu, seperti panasnya musim panas. (halaman 182)
  15. Tidak ada gunanya menyiksa diri hanya karena ada orang yang tidak menyukai kita. Terima saja sebagai bagian dari hidup; kita tidak bisa mengatur bagaimana perasaan orang lain terhadap kita. Jika seseorang tidak menyukai kita, biarlah dia tetap pada pendapatnya. Biarkan saja. (halaman186)
  16. Ketika seseorang tidak menyukai kita, itu bukan masalah kita, melainkan masalah mereka. Tidak semua orang akan menyukai kita. Ini baru akan menjadi masalah apabila kita terusik karenanya. (halaman 189)
  17. Mengeluh karena sesuatu yang harus kita kerjakan terlalu sulit, justru akan menambah tingkat kesulitannya. Tarik nafas dalam-dalam dan kerjakan saja. (halaman 189)
  18. Bercita-citalah yang tinggi, tapi mulailah dari hal yang kecil. Perubahan kecil bisa memberikan dampak yang besar dalam hidup kita. (halaman 192)
  19. Jika seseorang menceritakan masalahnya kepada kita. Jangan merasa kita harus menawarkan solusinya. Dengarkan masalahnya dengan sungguh-sungguh. Ini akan lebih membantu. (halaman 195)
  20. Teman-teman yang saya kasihi, jangan patah semangat hanya karena kita sedikit tertinggal. Hidup bukanlah perlombaan lari seratus meter melawan orang lain, melainkan maraton seumur hidup melawan diri sendiri, alih-alih memfokuskan diri menyalip orang lain, lebih baik temukan keunikan kita terlebih dulu. (halaman 206)
  21. Buku dapat memperlebar cakrawala dan memperkenalkan kita pada kemungkinan-kemungkinan baru. (halaman 219)
  22. Mendapatkan apa yang kita inginkan tidak selalu baik. Jika semuanya berlangsung seperti apa yang kita mau, akan mudah menjadi malas dan sombong. Kita juga mungkin akan kehilangan rasa empati kepada orang lain yang mengalami kesulitan. Mungkin kesulitan yang kita alami merupakan pelajaran hidup yang penting. (halaman 226)
  23. Lebih baik menjalani hidup seperti apa yang kita inginkan daripada mendapat penghasilan yang lebih besar, tapi begitu terkekang. Jangan jual kebebasan kita. (halaman 227)
  24. Mampu menjaga rahasia orang lain merupakan tanda kekuatan spiritual. (halaman 259)

Baca juga:

Happy reading! 📚 📖😊

With Love, ❤️💙

4 thoughts on “[Review Buku] The Things You Can See Only When You Slow Down Karya Haemin Sunim

Leave a Reply to Ivana Handojo Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s