[Review Buku] Pulang – Pergi Karya Tere Liye

“Gunakan kemampuan kalian sebaik mungkin. Aku percaya dengan kalian. Di mobil ini, kalian bukan hanya pembunuh bayaran, mantan marinir, putri keluarga penguasa shadow economy, konsultan keuangan, atau remaja pendiam. Kalian temanku. Bahkan lebih dari itu, kalian adalah keluargaku selama lebih dari 48 jam terakhir. Kita melewati lima negara bersama-sama, maka kita akan menuntaskan masalah ini juga bersama-sama. Saling percaya.”—Bujang (halaman 301)

Judul                     : PulangPergi
Penulis                  : Tere Liye
Tahun Terbit        : 1 Januari 2021
Jumlah Halaman : 417 halaman
Penerbit                 : Sabak Grip Nusantara
ISBN                      :  9786239554521

Sinopsis:

“Ada jodoh yang ditemukan lewat tatapan pertama.

Ada persahabatan yang diawali lewat sapa hangat.

Bagaimana jika takdir bersama ternyata,

diawali dengan pertunangan mematikan?

Lantas semua cerita berlindan dengan,

pengejaran demi pengejaran mencari jawaban?

Pulang-Pergi.”

Buat kamu yang menunggu kehadiran buku kelanjutan serial aksi, kini telah hadir buku Pulang – Pergi. Jika buku sebelumnya Pulang dan Pergi diterbitkan oleh Republika Penerbit, maka untuk buku Pulang-Pergi diterbitkan oleh Sabak Grip Nusantara. Setelah terbit buku Pergi di tahun 2018, kehadiran buku Pulang – Pergi tentu saja mengobati kerinduan akan kelanjutan kisah Bujang yang kini sudah tidak menjabat lagi sebagai Tauke Besar Di Keluarga Tong.

Cerita ini dimulai dengan acara pertunangan Si Babi Hutan a.k.a. Bujang a.k.a. Agam, putra dari Samad cucu dari Si Mata Merah dengan Maria—anaknya Otets, penguasa shadow economy dari Rusia yang dikira Bujang akan dilangsungkan di Pabrik Tulskay, Moskow, ternyata berubah tempat.

Baca juga: review buku JANJI (unedited version) karya Tere Liye

Yang menarik dari buku Pulang-Pergi:

  • Tentu saja perjodohan anak dari penguasa shadow economy dari Rusia. Acara pertunangan Maria, anaknya Krestniy Otets dengan Bujang alias Si Babi Hutan di kastil yang terletak di Saint Petersburg. “Mari lihat sisi positifnya hari ini. Kau dan Maria memang ditakdirkan bersama. Gadis itu memang memilihmu. Dan kau sendiri, secara tidak langsung juga memilihnya. Jodoh selalu bekerja secara misterius,  (halaman 58-59). Namun, akankah acara pertunganga itu berjalan mulus atau sebailknya?
  • Dalam buku Pulang-Pergi, resmi sudah. Aliansi Bujang dan Thomas terbentuk. Hasilnya? Bisa ditebak dong, pertarungan yang terjadi jauh lebih seru dan menegangkan ditambah strategi yang cerdas ala Bujang.
  • Kalau sudah berurusan dengan Thomas, maka jangan lupakan ada scene masuk penjara. Mana sama Salonga pula, urusannya makin runyam menghadapi kakek yang cerewet ini -__- Tapi tenang saja, Thomas punya senjata mematikan, sehingga rombongan mereka bisa keluar.
  • Di buku ini juga kamu akan tahu alasan Maria menyukai Bujang, tapi menariknya Maria tidak pernah memaksakan hubungan dengannya.
  • Latar ceritanya juga menarik. Kalau kamu kangen traveling, yuk ikut Bujang ke kota Tondo di Manila menjemput Salonga dan Junior, lanjut ke Rusia (Moskow & St. Petersburg),  Pulau Kotlin, Estonia, Latvia, Belarusia, Ukraini, kota Kiev.
  • Senang sekali kehadiran di kembar di medan pertempuran yang akan memperkuat timnya Bujang, sehingga Maria mempunyai teman yang seru, dan mereka cocok satu sama lain. Maria tidak memiliki teman dekat perempuan—bukan tukang pukul Bratva, melainkan benar-benar teman dekat sejati yang menyenangkan. Yang bisa tertawa membahas hal-hal yang hanya dibahas teman dekat. (halaman 217)
  • Biasanya yang sibuk rewel dan bertengkar itu kalau sesama perempuan. Nah, uniknya di tim Bujang itu, yang rewel dan bawel serta sering berantem itu siapa lagi kalau bukan Yuki, Kiko, dan Salonga, duh mereka itu semacam tom and jerry gitu, hahaha seru. Namun, tenang saja, itu kalau mereka lagi bosan saja di perjalanan, kalau sudah bertarung mereka akan fokus dan kompak membela Bujang  mati-matian.
  • Ada banyak karakter baru yang menarik. Penjahat baru. Dan anak buahnya Salonga, remaja pendiam tapi kemampuannya luar biasa keren.
  • Baca buku ini berasa lagi nonton film aksi ala Hollywood—seru banget!
  • Ada banyak senjata canggih yang menjadi senjata pada pertempuran Bujang melawan Natascha. Sebaut saja RPG-7 dan sebagainya.
  • Yang berbeda di buku ini ada banyak kendaraan yang digunakan, mulai dari helikopter, jet pribadi, kereta super cepat, speed boat, tank T 80, Fast 7, V—22 Osprey, dan sebagainya.
  • Dari lima buku serial aksi yang sebenarnya masih ongoing, buku Pulang Pergi ini jadi favorit saya. Suka dengan karisma Bujang, serta timnya Bujang yang solid, dan tentu saja bergabungnya Thomas—si konsultan keuangan yang tampan ini jadi makin menambah semarak keseruan aksi-aksi yang mereka gencarkan dalam melawan para penjahat. Kehadiran Maria juga jadi mengenal sisi lain Bujang—ah rupanya semoga Bujang dan Maria berjodoh. Kalau Salonga, White, si kembar Yuki dan Kiko, mereka memang jempol banget. Ditambah Junior remaja penuh kejutan. Makin keren deh mereka berdelapan: Bujang, Thomas, Salonga, Maria, White, si kembar—Yuki & Kiko, serta Junior. Mereka kompak membantu dan menolong Bujang. Saya berharap, semoga di buku-buku berikutnya, kedepalan orang ini akan terus kompak dan hadir di setiap pertempuran berikutnya.
  • Di buku Pulang – Pergi, sudah ada duo karakter hebat—Bujang dan Thomas, maka kita juga akan disuguhi cerita full action, isu terkini dalam bidang ekonomi dan politik. Buat kamu yang sudah baca buku-buku dua karakter ini, mungkin bisa paham.
  • Dalam pertempuran ini, tidak melulu adu otot, tetapi juga adu strategi. Dan lebih menariknya lagi bagaimana penulis mampu meramu dan mengaitkan cerita dengan berbagai bencana di dunia, hingga situasi politik terkini di dunia (seperti Brexit), sungguh keren sekali.
  • Cerita di buku ini meskipun setebal 417 halaman, setting waktunya hanya beberapa hari—kurang dari seminggu. Bersiaplah menikmati setiap momen aksi. Serunya lagi, akan muncul karakter Diego. Masih ingat, gak? Ini ada di buku Pergi dan hadirnya juga di buku ini. Bujang akan bertarung habis-habisan dengan kakaknya.
  • Selihai apa pun Bujang dan timnya bersembunyi, anehnya jejak mereka selalu bisa ditemukan oleh penjahat yang mengincar mereka. Liciknya, Natascha memang tidak menurunkan langsung timnya untuk mengegar Bujang melintasi lima negara, dia menyewa pembunuh bayaran. Kira-kira kenapa timnya Bujang selalu ditemukan?
  • Buku Pulang Pergi penuh kejutan, baik dari segi cerita maupun karakter yang baru hadir di buku ini.
  • Saya suka banget sama karakter JUNIOR! Dalam keheningan yang mengagumkan. Dia terus bekerja. Tetap tenang, tetap diam. Anak ini cerdas, strateginya juga brilliant—kamu perhatikan saat dia beraksi dalam keheningan, dia sungguh remaja luar biasa yang sangat banyak membantu Bujang. Tidak banyak bicara, tapi banyak bekerja. Dan setiap melakukan aksi hebarnya, menurut Junior sih, B saja! 😀 😀
  • Di buku ini kamu akan tahu bahwa gurunya Bujang, Salonga, memiliki kisah cinta yang sangat indah, meski tidak happy ending, karena tidak semua cerita dalam hidup berakhir indah.
  • Di buku ini, kita akan mengenal beberapa kata yang berasal dari bahasa Rusia dan bahasa Jepang, meskipun bukan kata-kata yang rumit, tapi cukup disayangkan tidak ada foot note, tentang arti katanya. Namun, sebetulnya itu tidak mengganggu keseruan cerita. Untuk lirik lagu dalam bahasa Spanyol, beruntung ada terjemahannya.
  • Cover buku Pulang-Pergi juga sangat keren, yang di desain oleh tim kreatif dari Resoluzy. Setelah kamu tuntas membaca bukunya, kamu akan tahu bahwa gambar dalam cover tersebut berupa sebuah kastil yang indah, merupakan awal dan akhir dari pertempuran Bujang bersama timnya. Cover-nya senada dengan premis dari buku ini.
  • Konflik di buku ini lebih menantang, pelik, dan terselesaikan dengan apik, kecuali bagian Bujang dan Maria, ini sih makin bikin penasaran. Sebagai pembaca, saya sangat mendukung Bujang menikah sama Maria.
  • Tidak sia-sia menunuggu dua tahun lebih setelah buku Pergi, kualitas tulisannya jauh lebih meningkat pesat dari buku-buku sebelumnya. Pembaca serasa disuguhi film aksi yang sangat menantang. Di setiap bab-nya penuh kejutan, dari awal sampai akhir, penuh aksi tanpa jeda.
  • Tidak perlu ragu saat melihat judulnya Pulang-Pergi, karena buku ini memang sangat berbeda dari buku –buku sebelumnya. Don’t miss it. Pertempuran kali ini semakin menegangkan.

Karakter-karakter: Bujang, Salonga, Thomas, Yuki, Kiko, White, Maria, Junior, Kritney Otets, Sergei, Basyir, Diego, Natascha, Samad, Catrina, Frans, The Fam-Kill-ly, Ivan, Elena, Nyonya Belka, Anna, Elsa, Dimitri, Nenek, Kakek, Yurii Kharlistov, Ina, Hiro, Ayako, Setra, Maggie, Kapten Arturs, Paman Dimitri.

Buku ini bisa dibeli online di Gramedia Officialstore

Buku pertama yang saya baca di tahun 2021

Bujang merasa waktu tiga bulan terlalu cepat untuk melangsungkan acara tersebut. Dia meminta bantuan Salonga untuk membujuk Otets agar mengundur waktu pertunangannya. Salonga—guru menembaknya Bujang, mau membantu muridnya untuk membujuk Otets, di mana acara pertunangan tersebut ternyata akan dilangsungkan di tempat kelahirannya Maria, di sebuah kastil indah peninggalan Tsar Rusia. Sayangnya, sebelum niat itu diutarakan ketika telah tiba di kastil Saint Petersburg, bukannya acara pertunangan ditunda, malahan akan langsung diadakan pernikahan. Yang membuat Salonga sulit berbicara empat mata dengan Otets, karena papanya Maria selalu ditemani orang kepercayaannya, Natascha—karakter baru dalam petualangan aksi di buku ini. Dan ternyata dialah yang mengurus Maria sejak kecil, setelah ibunya meninggal di kastil tersebut.

Kebayang dong ekspresi Bujang saat gurunya memberitahukan kabar buruk tersebut. Maka, Bujang hanya berpasrah saja, malam itu dia akan melangsungkan pernikahan. Namun, saat acara pernikahan itu akan dimulai, entah ini keajaiban bagi Bujang atau apalah namanya,  terjadilah sebuah pertempuran hebat yang menewaskan salah satu pimpinan shadow economy. Setelah Master Dragon, kini bertambah satu lagi pemimpin yang tumbang. Kira-kira, siapakah otak dibalik pembunuhan tersebut?

Pembunuh itu punya dendam yang telah disimpannya puluhan tahun lalu. Selama ini, dia hanya menggunakan topeng untuk menjadi orang kepercayaan, dia dilatih dan dipersiapkan utuk memperkuat tim dari salah satu penguasa shadow economy. Saat pimpinan lengang, dan terlalu bahagia mempersiapkan acara—maka dengan sangat mudah orang kepercayaannya menikam dari belakang, tentu dia dibantu dengan sekutu yang kuat. Kira-kira siapakah sekutu kuat yang motifnya ingin menghancurkan kekuatan shadow economy? Pengkhianat tersebut juga diam-diam mempersiapkan pasukan elit yang telah didik dan dilatih bertahun-tahun, nama pasukannya Black Widow.

Kalian tahu  istilah Black Widow diambi dari mana? Itu nama spesies laba-laba, yang unik. Betina spesies laba-laba ini memakan pejantannya setelah kawin. Sexual cannibalism. Kanapa pengkhianat itu memilih nama tersebut? Karena dia menginginkan pasukan perempuannya mengungguli segenap tukang pukul laki-laki. Menjadi pasukan yang amat mematikan. (halaman 77)

Baca juga: review buku Selamat Tinggal, Lumpu, Si Putih karya Tere Liye

Saat kepala Bujang, Maria, dan Salonga masing-masing dihargai puluhan juta dolar, dan menjadi sasaran empuk para pembunuh bayaran. Bujang dalam usaha menghindar dari kejaran pembunuh bayaran, menggunakan strategi berlari terus ke arah selatan, bukannya menyerang balik seperti yang diharapkan Salonga. Maka kita akan berpetualang kelima negara mengikuti jejak  Bujang dan kawan-kawan.

Bersiaplah dengan adegan-adegan aksi berikut kejar-kejaran dan suara tembakan, hingga drone lebah yang sangat mematikan, hasil kreasi Yurii  Kharlistov—master perakit bom.

TRRR TAT TAT TAT

TRRR TAT TAT TAT

DOR DOR

BOOM

Asli tegang, meski kadang seru dan kocak (kalau si kembar sudah rewel sama Bujang, White dan Salonga, atau centil sama Thomas, juga rese sama Junior yang anaknya itu pendiam banget, sementara di kembar itu super rame—plus Kiko makin berisik gara-gara sepatu incarannya di Milan Fashion Week tidak bisa dimilikinya karena ada yang membeli duluan dengan harga lebih tinggi lagi). Pokoknya ini buku bikin tegang tapi ada unsur menghiburnya juga, penulisnya lihai sekali menyuguhkan cerita aksi yang sangat seru, dan ada unsur humor juga.

Yang menarik dari karakter Bujang, dia tidak mau merepotkan orang lain. Bahkan menyuruh Thomas untuk tidak ikut dalam pertempuran karena bukan bagian dari anggota shadow economy, dan meskipun sebenarnya mudah saja baginya untuk meminta bantuan penguasa shadow economy seperti Hiro Yamaguchi juga Basyir, tapi dia tidak mau melibatkan pihak lain, sepanjang dia pikir bisa menyelesaikannya sendiri. “Agar tidak mengganggu keseimbangan dunia shadow economy. Dia tidak ingin penguasa shadow economy berperang satu sama lain. Itu bisa mengacaukan semuanya. Mengganggu keseimbangan.” (halaman 225)

Sekilas tentang kelebihan shadow economy di mata konsultan keuangan, Thomas (karakter utama di buku Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk), dan dibuku ini dia bergabung membantu Bujang:

“Kau tahu, Bujang. Aku selalu terpesona  dengan cara penguasa shadow economy bergerak tanpa suara, dalam bayang-bayang dunia nyata. Itu sangat mengesankan.”

Media sosial raksasa tempat banyak orang mem-posting foto, status, atau aplikasi transportasi online misalnya, itu juga milik penguasa shadow economy—disamarkan lewat start-up yang sesungguhnya dimodali oleh keluarga penguasa shadow economy. Berapa besar nilai bisnis kalian? Nyaris seperempat dari GDP (Gross Domestic Product)  dunia, bukan? “Dan puluhan tahun berlalu, tetap tidak diketahui siapapun. Bahkan di negara-negara maju sekali pun. Ada tapi tidak terlihat. Tidak ada tetapi sejatinya ada. Kalian terus bergerak senyap. Seolah itu mudah sekali dilakukan.”—Thomas (Halaman 43)

Review Drama Start-Up

Yang saya suka dari buku ini, meskipun kita akan disuguhkan pada pertempuran demi pertempuran, tapi ada unsur pengetahuan, unsur sejarah—khas Tere Liye banget. Jadi jangan khawatir, serial aksi ini selain seru dan  menegangkan, kita juga akan mendapatkan pengetahuan baru.  Seperti saya yang dapat pengetahuan baru tentang persenjataan canggih. Baca buku ini bikin saya rajin googling, ingin tahu gambaran senjata-senjata canggih yang digunakan dalam pertempuran Bujang melawan penjahatnya.

Kerennya lagi, masing-masing karakter dalam tim-nya Bujang yang berjumlah delapan orang ini mereka memiliki keunikan serta kehebatan masing-masing. Dan meskipun tidak semua anggota seirama, karena Salonga tidak begitu suka dengan keberisikan si kembar, begitu pula sebaliknya. Atau saat si kembar keluar resenya kalau sudah bosan di jalan, tapi saat mendapatkan tugas dari Bujang, mereka bisa diandalkan.

Selalu suka momen saat mereka di mobil dalam perjalanan, mereka seringkali berisik terutama Kiko dan Yuki, seperti mobil sirkus dengan penumpang ajaibnya. Apalagi kalau Kiko keluar centilnya, hmmm bikin Salonga keki, haha. Si kembar ketika di perjalanan saking bosan, dan sepertinya hanya Thomas yang tahan dengan kelakuan mereka, masih mau menanggapi tebak-tebakan. Asli hiburan banget, deh!

Ada banyak karakter baru dari buku ini, dan yang spesial menurut saya adalah karakter bernama Junior yang jadi salah satu karakter favorit saya. Dia remaja pendiam, tapi punya banyak kejutan—kemampuan remaja usia 18 tahun ini sungguh mengagumkan dan menjadi bagian dari timnya Bujang yang bisa diandalkan.

Di buku ini juga bahas tentang radiasi nuklir.

“Jika kalian merasa hidup kalian lebih susah, lihatlah penduduk yang terkena dampak reactor nuklir Chernobyl. Ada keluarga yang anak-anaknya terlahir cacat, IQ rendah. Juga penyakir kanker, dan dampak buruk radiasi lainnya. Mereka harus menanggungnya berpuluh tahun berikutnya, generasi-generasi berikutnya, terus membawa dampak radiasi.”—(halaman 271)

Pelajaran yang bisa diambil dari novel ini, sekuat apapun penjahat yang  dihadapi, jika punya tim yang solid—mau saling percaya dan mau saling menolong, seperti Bujang, Salonga, Thomas, Maria, White, Yuki, Kiko dan Junior, maka ini bukan perkara jumlah. Bahkan, jumlah pasukan yang dikerahkan Bujang dan Maria—lewat bantuan Paman Dimitri juga anggota Bratva yang masih setia, kalah jumlah dengan lawan yang kuat, tapi sekali lagi pertempuran ini bukan hanya tentang jumlah pasukan, tapi juga tentang strategi yang digunakan. Strategi yang baik, insting Bujang yang tidak keliru, membuat tamat sudah riwatn lawan yang kuat sekali pun. Dalam pertempuran sengit atau situasi penting, satu hal yang pasti jangan terpancing emosi, dalam situasi genting tetap harus tenang dan berpikir cepat, sekali terpancing emosi, urusannya kelar—mudah saja mengalahkan orang yang terpancing emosi karena sudah tidak berpikir jernih lagi. Pelajaran lainnya, mari belajar dari karakter Nenek dan Kakek yang ditemui Bujang, untuk tidak sibuk mengurus hidup orang lain, tapi fokus mengurus hidup sendiri. Kemudian kompak dalam tim, saling mendukung keputusan yang sudah diambil, serta berpikir jangka panjang seperti yang dilakukan Bujang.

Baca juga: review buku Berani Tidak Disukai dan Berani Bahagia karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga 

Sekilas tentang serial aksi:

Yang lebih kerennya lagi, serial aksi karya Tere Liye itu karakter-nya ya semacam Avanger-nya Indonesia. Kalau di empat buku sebelumnya, Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk, kararter yang ditonjolkan adalah Thomas, kemudian di buku Pulang dan buku Pergi, karakter yang ditonjolkan adalah Bujang. Maka, di buku kelima, yaitu Pulang-Pergi, karakter Bujang dan Thomas berjalan bersisian, meskipun kasus yang diselesaikan adalah pertempuran milik Bujang, tapi Thomas ikut membantu banyak demi kemenangan timnya Bujang. Dan buku ini akan berlanjut ke buku BEDEBAH DI UJUNG TANDUK. Dan kalau kamu mau membaca buku serial aksi, maka mulailah dari empat buku sebelumnya, biar bisa paham dengan konflik serta karakter-karakter yang ada di buku. Kalau loncat-loncat bacanya, bisa jadi akan membingungkan kamu. Dan buat kamu yang suka buku bacaan aksi yang menegangkan, selamat membaca buku ini, dan temukan langsung pengalaman seru yang bisa kamu dapatkan setelah membacanya.

Berikut ini kutipan-kutipan favorit saya dalam buku Pulang-Pergi:

  1. Dan menguasai informasi lebih baik dari siapa pun, selalu membuat seseorang percaya diri. (halaman 41)
  2. “Dan catat baik-baik, aku tidak mencari suami untuk melindungiku, Bujang.” (halaman 71)
  3. “Aku ini seorang konsultan, Kawan. Yeah, aku haru meng-update kepalaku dengan banyak informasi baru tentang dunia keuangan terkini. Lagipula, aku selalu nyenyak tidur setelah membaca beberapa halaman. Itu kebiasaan yang diajarkan Opa.”—Thomas (halaman 127)
  4. “Hidupku tidak serumit hidupmu. Pulang. Kemudian Pergi. Lantas Pulang-Pergi. Rumit sekali hidupmu, Bujang.”—Thomas (halaman 155)
  5. “Insting adalah senjata hebat para ninja. Dan kesabaran.” (halaman 207)
  6. “Hanya karena kau tidak tahu, maka bukan berarti tidak ada.” (halaman 265)
  7. Aku tidak usah dijelaskan. Aku tidak akan bertanya. Itu bukan urusanku.” Prinsip mereka sederhana, fokus mengurus hidup sendiri, dibanding mengurus hidup orang lain. Sepanjang orang lain baik dan sopan, maka mereka juga baik dan sopan. (halaman 279)
  8. Dalam sebuah pertempuran, jumlah bukan satu-satunya factor yang menentukan kemenangan. Kita akan menyusun strategi yang baik. Strategi adalah segalanya. (halaman 348)
  9. “Aku tidak akan melakukan itu, Thomas. Kita memang baru berkenalan 48 jam terakhir, tapi kau adalah temanku saat ini. keluargaku. Jalan hidup kita seperti ditakdirkan bertemu. Maka aku akan selalu menghormatimu. Pegang kata-kataku, besok lusa, bahkan jika keputusanmu sangat kubenci, aku akan tetap menghormatimu.”—Bujang (halaman 351)

Hal yang membuat saya selalu tertarik dan tidak bosan membaca buku-buku karya Tere Liye, salah satunya Tere Liye menyajikan buku dengan banyak genre. Dari puluhan buku yang sudah ditulisanya, berikut ini buku-buku Tere Liye yang sudah saya baca dan review:

NOVEL GENRE ANAK-ANAK & KELUARGA :

GENRE ROMANCE : 

GENRE FANTASY:

GENRE POLITIK & EKONOMI:

GENRE ACTION:

Genre science and fiction bercampur romance, lingkungan hidup:

Genre Biografi tapi tidak pure lebih banyak unsur refleksi: 

KUMPULAN PUISI:

KUMPULAN QUOTE:

GENRE SEJARAH:

GENRE BIOGRAFI

Buku Cerita Anak Bergambar versi Bahasa Indonesia yang sudah terbit bukunya:

BUKU TERE LIYE Yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris

Buku-Buku Serial Karya Tere Liye:

Ebook yang sudah baca di Google Play Book

Baca juga:

Baca juga:

Happy reading!

Jika kamu ingin membeli buku dan bertandatangan  Tere Liye, silakan bisa pesan di Toko Online resmi  Tere Liye.

Happy reading! 📚 📖😊

With Love, ❤️💙

2 thoughts on “[Review Buku] Pulang – Pergi Karya Tere Liye

    1. Hahaha, ayo kak baca serial aksi. Nah, mari mulai membaca buku Negeri Para Bedebah, Negeri di Ujung Tanduk, Pulang, Pergi, dan lanjut ke buku Pulang – Pergi. Sebelum keluar buku Bedebah di Ujung Tanduk, mari mulai membaca serial aksi 😀
      Seruuuuuu banget, kak.
      Alhamdulillah Wishlist book-nya makin banyak 🙂 🙂

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s