[Review Buku] Si Anak Pelangi karya Tere Liye

“Jurus tak terkalahkan itu jelas bukan jurus Memapah Gunung atau Memecah Bukit. Bukan jurus yang punya nama-nama hebat itu. Bukan pula jurus yang melibatkan pukulan dan tendangan. Jurus tak terkalahkan itu adalah jujur dan sabar. Kalau jujur dan sabar, kalian akan menjadi ksatria tanpa tanding.” (halaman 16)

Judul                     : SI ANAK PELANGI
Penulis                  : Tere Liye
Co-Author             : Sarippudin
Tahun Terbit         : Maret  2021
Jumlah Halaman   : 367 halaman, 20,5 cm
Penerbit                 : PT. Sabak Grip Nusantara
ISBN                      :  978-623-96074-3-2

Sinopsis:

“Karena kau bisa memahami bahwa pelangi tampak indah karena berwarna-warni. Begitu juga kehidupan kita, indah karena warna kulit yang berbeda, ukuran mata tak sama, bentuk rambut yang belainan. Kau sungguh anak pelangi, Ras.”

Buku ini tentang Rasuna, yang tinggal di lingkungan sangat beragam, dengan segala permasalahannya. Mas anak-anak yang seru dan lucu, mulai dari sekolah, lapangan bermain, belajar bela diri, hingga kehidupan pasar dan gang-gang sempil. Saat Rasuna paham, dunia memang bagai pelangi. Berbeda tapi indah.

Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotanya.

Si Anak Pelangi, yang sebelumnya sudah hadir lebih dulu versi sebelum di edit di Google Play Book pada pertengahan tahun 2020, kini sudah hadir versi cetaknya yang diterbitkan oleh penerbit PT. Sabak Grip Nusantara. Buku ke-7 dari Serial Anak Nusantara, yang sebelumnya ada Si Anak Spesial, Si Anak Pintar, Si Anak Pemberani, Si Anak Kuat, Si Anak Cahaya, dan Si Anak Badai.

Buku ini menawarkan kisah berbeda dari buku-buku sebelumnya, dan tentu saja dengan cerita yang tak kalah seru, khas serial Anak Nusantara.

Berkisah tentang Rasuna yang akrab di sapa Ras, anak dari Mamak Aisyah dan Bapak Affan, serta adiknya Kak Dumay, dan memiliki sahabat karib yaitu Pinar.

Yang menarik dari buku Si Anak Pelangi:

  • Tema yang diangkat dalam buku ini sangat menarik dan penuh warna.
  • Berbeda dari keenam buku sebelumnya, sesuai judulnya yang spesial dari buku ini mengangkat tema yang sangat relate dengan kehidupan dalam bermasyarakat, di mana orang bisa mudah terhasut tanpa mencari tahu sumber informasinya valid atau tidak, atau memang termakan omongan orang yang sebenarnya tidak suka.
  • Kehidupan yang dialami oleh Ras sangat seru, membahas tentang betapa hangatnya keluarga Ras meski hidup dalam kesederhaan. Tentang sekolahnya yang menerima keberagaman dan tidak membeda-bedakan warna kulit, suku juga keyakinan. Dan dari lingkungannya yang beragam justru membentuk karakter Ras yang tangguh, teguh pada pendirian dan berkepribadian menawan.
  • Ada banyak hal yang diangkat dalam buku ini, sesuai dengan premisnya di mana tentang pelangi yang terdiri dari beberapa warna, maka tidak saja membahas tentang karakter utamanya Ras, kehidupan yang dialaminya juga penuh warna, karena tinggal di lingkungan yang sangat beragam, dan akan memberikan pemahaman pada para pembaca, bahwa keberagaman bukan sesuatu hal yang harus diperdebatkan, atau bahkan kita tidak perlu merasa paling superior, sebab dengan adanya keberagaman, justru hidup semakin berwarna dan indah jika dijalani dengan toleransi dan saling menghargai dan menghormati perbedaan.
  • Selain karakter utama, tak lupa karakter yang sangat seru tentu saja Buya Syafii yang berkawan dengan Pendekar Sunib, Bapak Affan serta Koko.
  • Latar di Hotel Bintang Seribu dengan segala permasalahannya juga sangat menarik, di mana pemilik hotel ini kerap kali masih mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang yang memang dasarnya tidak suka, padahal King atau akbar disapa Koko merupakan karakter yang sangat baik dan mau membaur dengan masyarakat meskipun warna kulitnya tidak sama dengan penduduk yang mendominasi wilayah tersebut.
  • Saya sangat suka pertemanan Ras dengan Popo, dengan ending yang mengharukan.
  • Meskipun ada banyak karakter, tetapi karakter pendukung terasa memiliki karakter yang menonjol, sehingga sebagai pembaca ketika mengingat karakter Tante Sona, Mamak, Popo, Koko, dan sebagainya kita akan mengenal karakter mereka secara personal ada yang memang tipikal orang yang suka pamer, orang yang tidak mudah dihasut, orang yang tidak sombong—tetap membumi dan mau berbaur dengan masyarakat.
  • Pesan yang disampaikan orang dewasa kepada anak-anak juga dikemas dalam bentuk dongeng, kisah, atau pun cerita. Misalnya setelah selesai mengaji, Buya Syafii mengisahkan tentang Domba Hitam dan Domba Putih yang termakan hasutan dari orang-orang yang tidak suka dengan persahabatan mereka. Dan dari cerita yang disampaikan biasanya mengandung pesan moral, dan hal yang bisa dipelajari anak-anak seperti “Jangan pernah mau dihasut, jangan mau diadu domba, dipanas-panasi.” Seperti yang disampaikan Buya, kalau kalian mendengar suatu berita dan kalian sangsi akan kebenaran itu, maka harus … Periksa! Periksa! Dan Periksa! (halaman 306)
  • Ada banyak petuah dan pesan-pesan bijak untuk anak-anak yang disampaikan baik melalui karakter kedua orang tuanya Ras, guru sekolah, guru mengaji, juga guru silat. Bacaan yang sangat bergizi. Dan meskipun dalam belakang sampul buku tertulis novel anak +6, tapi siapa pun bisa membaca buku ini jika kamu suka genrenya. Yang pasti cerita khas anak-anaknya dapat banget, karena ini memang buku yang penulis tulis untuk kategori anak-anak.

Baca juga: review buku Pulau Sae

Buku ini bisa dibeli online di Gramedia Officialshop

Karakter-karakter dalam buku ini: Rasuna, Pinar, Pendekar Sunib, Mamak Aisyah, Bapak Affan, Kak Damay, Lahu, Jet Li, Bang Bron, Pak Cip, Tondo, Yose, Frine, Hamid, Ridwan, Noorman, Madan, Pak Alan, Kak Fanie, King (akrab disapa Koko), Popo, Pak Cik, Buya Syafii, Alma, Om Tinap, Om Pram, Pak Kiman, Mang Tawing, daeng Yusuf, Bi Jena, Tante Sona, Bi Sumar, Baibah, Kak Ferre, Mbak Iren, Jeta, dan sebagainya.

Secara keseluruhan, saya suka buku ini. Dan seperti biasa ada banyak pesan moral yang disampaikan penulisnya dalam buku ini, khas Bang Tere.

  1. Jangan mudah terhasut, dan ketika kita menerima informasi kemudian kita tidak yakin, maka sebaiknya periksa,periksa dan periksa. Lewat karakter Buya Syafii yang memberikan nasehat kepada para muridnya untuk jangan mudah percaya dengan info yang belum tentu kebenarannya.

“PERIKSA, periksa, dan periksa! Saat kalian mendengar sebuah berita, jangan langsung percaya begitu saja. Selalu diperiksa benar tidaknya. Kalau itu menyangkut seseorang, langsung tanyakan pada yang bersangkutan. Cari benar dan tidaknya.”—Buya Syafii (halaman 183)

  1. Pesan lainnya, jangan seperti Tante Sona (silakan kamu baca bukunya), sehingga Mamak menasehatkan ini pada Ras:

“Pintar-pintarlah membawa diri. Cerdaslah dalam menentukan mana kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Jangan membeli sesuatu hanya karena gengsi. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Itu akan membuat susah, lebih dari yang dapat dibayangkan.”—Mamak

Masih banyak pesan yang bisa diserap pembaca melalui buku ini, jadi silakan pastikan kamu membaca buku ke-7 serial Anak Nusantara.

Berikut ini beberapa kutipan favorit saya dalam buku Si Anak Pelangi:

  1. Bicara pelan dan tenang adalah salah satu jurus tak terkalahkan. (halaman 42)
  2. … anak-anak masih bisa diharapkan akan berubah, bisa dididik. Kalau sudah tua, lebih sulit diubah, lebih susah juga dididiknya. (halaman 57)
  3. Tidak ada kemenangan yang dicapai jika masih terberai-berai. (halaman 88)
  4. “Jangan lihat besar kecilnya hadiah, tapi lihatlah ketulusan yang memberikan.” (halaman 98)
  5. “Lebih baik kalah terhormat daripada menang dengan melakukan segala cara.” (halaman 107)
  6. “Olahraga itu sportivitas, jiwa ksatria, bukan mental pecundang. (halaman 106))
  7. “Kemulian juga tidak ditentukan oleh tinggi rendahnya jabatan.” (halaman 140)
  8. “Membantu orang lain itu sejatinya membantu diri kita sendiri.” (halaman 260)
  9. Menolong orang lain selagi kita bisa, itu sangat dianjurkan. (halaman 262)
  10. “Yang penting kalian luruskan niat, maka pekerjaan kalian akan ringan, tidak peduli pada pujian maupun suara-suara sumbang.” (halaman 263)
  11. Tidak selalu maksud baik ditanggapi dengan baik (halaman 270)

Hal yang membuat saya selalu tertarik dan tidak bosan membaca buku-buku karya Tere Liye, salah satunya Tere Liye menyajikan buku dengan banyak genre. Dari puluhan buku yang sudah ditulisanya, berikut ini buku-buku Tere Liye yang sudah saya baca dan review:

NOVEL GENRE ANAK-ANAK & KELUARGA :

GENRE ROMANCE : 

GENRE FANTASY:

GENRE POLITIK & EKONOMI:

GENRE ACTION:

Genre science and fiction bercampur romance, lingkungan hidup:

Genre Biografi tapi tidak pure lebih banyak unsur refleksi: 

KUMPULAN PUISI:

KUMPULAN QUOTE:

GENRE SEJARAH:

GENRE BIOGRAFI

Buku Cerita Anak Bergambar versi Bahasa Indonesia yang sudah terbit bukunya:

BUKU TERE LIYE Yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris

Buku-Buku Serial Karya Tere Liye:

Ebook yang sudah baca di Google Play Book

Baca juga:

Baca juga:

Happy reading!

Jika kamu ingin membeli buku dan bertandatangan  Tere Liye, silakan bisa pesan di Toko Online resmi  Tere Liye.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s