Review Buku LUMPU [unedited version] Karya Tere Liye

“Tapi kekuatan terbesar kalian bukan teknik pukulan berdentum, menghilang, tameng transparan, petir, kinetik atau yang lain. MELAINKAN PERSAHABATAN. Kejadian barusan di benda terbang. Percakapan kalian, sungguh spesial, Nak. Kalian saling mencemaskan satu sama lain, turut merasakan rasa sakit dan senang, bersedia berkorban untuk yang lain. Aku belum pernah melihat kualitas itu dari para petualang dunia pararel. (Salah satu kutipan dalam buku LUMPU, karya Tere Liye).

Saya senang sekali, liburan akhir tahun 2020 ini, Bang Tere Liye kembali mengeluarkan buku terbarunya berjudul LUMPU. Saya mendapatkan info dari akun Bang Tere di Instagram @tereliyewriter bahwa buku Lumpu unedited version akan rilis tanggal 28 Desember 2020. Sungguh penutup akhir tahun yang menyenangkan untuk saya si penggemar Serial Bumi yang sangat menantikan kehadiran buku ini.

Setelah mengikuti petualangan Miss Selena di masa remajanya dalam buku  Selena hingga buku Nebula tentang petualangan orang tuanya Raib, kemudian lanjut petualangan Nou dan si Putih dalam buku Si Putih, sungguh saya rindu tiga sekawan Raib, Seli dan Ali yang hanya muncul sebagai cameo dalam ketiga buku tersebut. Hanya sebentar munculnya, membuat saya rindu berat dengan ketiga sahabat karib ini. 

Beruntung di Continue reading “Review Buku LUMPU [unedited version] Karya Tere Liye”

Tentang Hal-Hal Menarik dari Buku SERIAL BUMI

SUBSCRIBE AISAIDLUV

Saya baru selasai baca ulang bukunya serial bumi karya penulis besar Indonesia yaitu Bang Tere Liye, dari buku pertama sampai komet, ternyata dibaca ulang juga  tetap asik, juga menarik dengan sensasi seru yang sama seperti baru pertama kali membacanya. Rasanya saya tidak akan bisa move on dari serial bumi, sama halnya saya tidak bisa move on dengan Harry Potter meskipun sudah baca bukunya, nonton filmnya berulangkali.  Berikut ini tentang hal-hal menarik dari Buku Serial Bumi : 

Baca juga: Resensi buku Komet Minor (Maret terbit 2019), Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

  1. Membaca serial bumi ini sejujurnya mengingatkan saya dengan Harry Potter, walaupun ini bukan Harry Potter, dan sangat berbeda. Harry Potter itu lebih ke magic atau sihir, sementara Serial Bumi lebih ke teknologi mutakhir, yang terdapat di novel ini rasanya seperti real walaupun ini hanya fantasy, tapi pada kenyataannya dunia teknologi saat ini sudah sangat canggih. Jadi, serial bumi menurut saya keren banget! 
  2. Buku serial bumi ini semacam Harry Potter-nya Indonesia tapi tentu saja berbeda isi, tema, setting. Kalau tiga karakter utama di Harry Potter (dua laki-laki dan satu perempuan: Harry Potter, Ron Weasley, sama Hermione Granger), sementara di Serial Bumi (dua perempuan satu laki-laki: Raib, Seli dan Ali). 
  3. Sebagai penggemar Harry Potter, ketika membaca buku-buku serial bumi ini, saya kangen sama karakter fenomenal karya JK. Rowling tersebut. Yang menyamakan, sensasi menunggu bukunya itu loh!  😆. Jarak dari satu buku ke buku berikutnya sampai setahun genre-nya sama-sama fantasy, tidak nyata tapi ya tetap seru untuk mengikuti petualangan mereka
  4. Kalau dibayangin, Raib itu seperti Harry Potter: berani, kuat, Continue reading “Tentang Hal-Hal Menarik dari Buku SERIAL BUMI”

[Review Buku] : KOMET Karya Tere Liye

Buku kelima dari serial bumi. Baca juga tentang hal-hal menarik dari buku SERIAL BUMI

Ada banyak sekali kekuatan di dunia pararel.  Tapi ketahuilah, salah satu yang paling hebat adalah perbuatan baik.  Sekarang aku ingat kalimat bijak itu.  Dalam petualangan kali ini ternyata itulah satu-satunya kekuatan yang bisa digunakan untuk menemukan Pulau dengan tumbuhan aneh itu.  Bukan dengan teknik pukulan berdentum, bukan pula dengan sambaran petir, melainkan kebaikan hati.  Itulah petunjuk terbaiknya. (Halaman 87)

Continue reading “[Review Buku] : KOMET Karya Tere Liye”

[Buku Keempat Serial Bumi] : Review BINTANG Karya Tere Liye

 

Judul buku : BINTANG
Penulis        : Tere Liye
Penerbit      : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Juni 2017
Jumlah Halaman : 392 Halaman

Sinopsis: 

Kami bertiga teman baik. Remaja, murid kelas sebelas. Penampilan kami sama seperti murid SMA lainnya. Tapi kami menyimpan rahasia besar.
Namaku Raib, aku bisa menghilang. Seli, teman semejaku, bisa mengeluarkan petir dari telapak tangannya. Dan Ali, si biang kerok sekaligus si genius, bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke dunia paralel yang tidak diketahui banyak orang, yang disebut Klan Bumi, Klan Bulan, Klan Matahari, dan Klan Bintang. Kami bertemu tokoh-tokoh hebat. Penduduk klan lain.
Ini petualangan keempat kami. Setelah tiga kali berhasil menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran besar, kami harus menyaksikan bahwa kamilah yang melepaskan “musuh besar” nya.
Ini ternyata bukan akhir petualangan, ini justru awal dari semuanya…
Buku keempat dari serial “BUMI”

Bintang merupakan novel keempat dari serial Bumi. Yang pasti akan menjadi salah satu novel yang ditunggu-tunggu oleh penggemar kisah Raib, Seli, dan Ali. Jika kamu lupa atau belum tahu, novel pertamanya adalah BUMI, novel keduanya BULAN, dan novel ketiganya MATAHARI.
Setelah perjalanan ke Klan Bintang yang diceritakan di Continue reading “[Buku Keempat Serial Bumi] : Review BINTANG Karya Tere Liye”

[ Review Buku ] BULAN karya Tere Liye

Judul buku : BULAN
Penulis        :  Tere Liye
Penerbit      : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2015. Cetakan ketujuh, April 2016
Jumlah Halaman : 400 Halaman

Sinopsis:
Namanya Seli, usianya 15 tahun, kelas sepuluh, dan dia salah satu teman baikku. Dia sama seperti remaja yang lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu-lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal yang disukai remaja.
Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli dan aku yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang kami simpan sendiri sejak kecil. Aku bisa menghilang dan Seli bisa mengeluarkan petir.
Dengan kekuatan itu, kami bertualang menuju tempat-tempat yang menakjubkan.

Buku kedua dari serial Bumi ini, Continue reading “[ Review Buku ] BULAN karya Tere Liye”