[Review Buku] Si Anak Pelangi karya Tere Liye

“Jurus tak terkalahkan itu jelas bukan jurus Memapah Gunung atau Memecah Bukit. Bukan jurus yang punya nama-nama hebat itu. Bukan pula jurus yang melibatkan pukulan dan tendangan. Jurus tak terkalahkan itu adalah jujur dan sabar. Kalau jujur dan sabar, kalian akan menjadi ksatria tanpa tanding.” (halaman 16)

Continue reading “[Review Buku] Si Anak Pelangi karya Tere Liye”

[Review Buku] Pulang – Pergi Karya Tere Liye

“Gunakan kemampuan kalian sebaik mungkin. Aku percaya dengan kalian. Di mobil ini, kalian bukan hanya pembunuh bayaran, mantan marinir, putri keluarga penguasa shadow economy, konsultan keuangan, atau remaja pendiam. Kalian temanku. Bahkan lebih dari itu, kalian adalah keluargaku selama lebih dari 48 jam terakhir. Kita melewati lima negara bersama-sama, maka kita akan menuntaskan masalah ini juga bersama-sama. Saling percaya.”—Bujang (halaman 301) Continue reading “[Review Buku] Pulang – Pergi Karya Tere Liye”

[Review Buku] Cintaku Antara Jakarta & Kuala Lumpur karya Tere Liye

Ibu dulu pernah bilang, cinta itu soal pertanda. Ia datang begitu saja. Memberikan tanda-tandanya, (halaman 39/375)

Sudah lama sekali saya mengincar buku fisik Cintaku Antara Jakarta & Kuala Lumpur, tapi belum pernah menemukan buku ori-nya di marketplace. Boleh dibilang buku ini sudah masuk kategori langka, karena ini merupakan buku yang ditulis di awal karier kepenulisan Tere Liye, belasan tahun lalu. Beruntung sekali, sekarang buku ini sudah di publish oleh Tere Liye di Google Play Book, sehingga saya pun bisa menikmatinya. Terus terang saya penasaran sekali dengan karya pertama dari penulis multitalenta ini. 

Untuk versi cetaknya, setelah saya cek di Continue reading “[Review Buku] Cintaku Antara Jakarta & Kuala Lumpur karya Tere Liye”

[Review Buku] I’ll Go To You When The Weather is Nice karya Lee Do Woo

“Aku pikir, ada dua sikap yang diambil oleh orang yang sedang sakit. Pertama, orang yang ingin dihibur dan merasa berterima kasih saat ada yang mau merawatnya. Sebaliknya yang kedua, dia ingin sendirian dan bersembunyi dari orang disekitarnya ketika dirinya merasakan sakit. Orang yang kedua itu bahkan tidak suka jika ada yang ingin bertemu atau bahkan hanya sekedar melihatnya.” (halaman 146) Continue reading “[Review Buku] I’ll Go To You When The Weather is Nice karya Lee Do Woo”