[Review Buku] Pulang – Pergi Karya Tere Liye

“Gunakan kemampuan kalian sebaik mungkin. Aku percaya dengan kalian. Di mobil ini, kalian bukan hanya pembunuh bayaran, mantan marinir, putri keluarga penguasa shadow economy, konsultan keuangan, atau remaja pendiam. Kalian temanku. Bahkan lebih dari itu, kalian adalah keluargaku selama lebih dari 48 jam terakhir. Kita melewati lima negara bersama-sama, maka kita akan menuntaskan masalah ini juga bersama-sama. Saling percaya.”—Bujang (halaman 301) Continue reading “[Review Buku] Pulang – Pergi Karya Tere Liye”

10 Buku Nonfiksi Favoritku di Tahun 2020

Di tahun 2020, saya lebih banyak membaca buku non fiksi. Saya suka buku tentang tokoh inspiratif, saya juga memilih buku self improvement, buku tentang self healing juga. Dari buku-buku yang saya baca di tahun ini. Berikut daftar buku yang paling berkesan dan menjadi favorit saya sepanjang perjalanan tahun 2020. Continue reading “10 Buku Nonfiksi Favoritku di Tahun 2020”

Review Buku LUMPU [unedited version] Karya Tere Liye

“Tapi kekuatan terbesar kalian bukan teknik pukulan berdentum, menghilang, tameng transparan, petir, kinetik atau yang lain. MELAINKAN PERSAHABATAN. Kejadian barusan di benda terbang. Percakapan kalian, sungguh spesial, Nak. Kalian saling mencemaskan satu sama lain, turut merasakan rasa sakit dan senang, bersedia berkorban untuk yang lain. Aku belum pernah melihat kualitas itu dari para petualang dunia pararel. (Salah satu kutipan dalam buku LUMPU, karya Tere Liye).

Saya senang sekali, liburan akhir tahun 2020 ini, Bang Tere Liye kembali mengeluarkan buku terbarunya berjudul LUMPU. Saya mendapatkan info dari akun Bang Tere di Instagram @tereliyewriter bahwa buku Lumpu unedited version akan rilis tanggal 28 Desember 2020. Sungguh penutup akhir tahun yang menyenangkan untuk saya si penggemar Serial Bumi yang sangat menantikan kehadiran buku ini.

Setelah mengikuti petualangan Miss Selena di masa remajanya dalam buku  Selena hingga buku Nebula tentang petualangan orang tuanya Raib, kemudian lanjut petualangan Nou dan si Putih dalam buku Si Putih, sungguh saya rindu tiga sekawan Raib, Seli dan Ali yang hanya muncul sebagai cameo dalam ketiga buku tersebut. Hanya sebentar munculnya, membuat saya rindu berat dengan ketiga sahabat karib ini. 

Beruntung di Continue reading “Review Buku LUMPU [unedited version] Karya Tere Liye”

[Review Buku] The Traveling Cat Chronicles Karya Arikawa Hiro

Terima kasih atas kerja kerasmu sampai sekarang. Dedikasimu dalam menolongku tidak akan pernah kulupakan seumur hidupku.—Nana  (halaman 15)

“Nana kan penurut, jadi kau bisa tetap jadi anak baik kan sesudah ini?”—Satoru (halaman 323) Continue reading “[Review Buku] The Traveling Cat Chronicles Karya Arikawa Hiro”

Buku Serial Aksi Karya Tere Liye

Setelah sukses dengan Serial Bumi yang hingga tahun 2020 masih on going dan sudah memasuki buku yang ke sembilan. Menyusul Serial Anak-Anak Mamak yang sejak Desember 2018 berubah nama serialnya karena meskipun buku-bukunya bagus, secara penjualan tidak sepopuler serial bumi. Tapi menurut saja, sejak retitle dan recover kemudian nama serialnya berubah menjadi Serial Anak Nusantara, sepertinya jadi jauh lebih populer. Berdasarkan Continue reading “Buku Serial Aksi Karya Tere Liye”

40 Judul Lebih, Buku Karya Tere Liye

Koleksi buku-buku Tere Liye. Belum lengkap tanpa Mimpi-mimpi si patah hati, The Gogons, Cintaku antara Jakarta vs Kuala Lumpur, Senja bersama Rosie.

Saya pertama kali berkenalan dengan buku karya Tere Liye pada tahun 2012 (kalau tidak salah ingat), dari sahabat saya. Ceritanya, kami saling meminjamkan buku koleksi masing-masing. Dan sahabat saya ini menyodorkan buku berjudul Hafalan Shalat Delisa. Kesan pertama terhadap buku ini saya sangat tersentuh, ceritanya bagus sekali, tapi sayangnya tidak tahu siapa itu Tere Liye, karena  di halaman terakhir tidak ada keterangan tentang siapa penulisnya. Oh mungkin nama asing ini penulis dari luar negeri, pikir saya.

Lagi-lagi sahabat saya meminjamkan buku-buku karya Tere Liye berikutnya yaitu: Continue reading “40 Judul Lebih, Buku Karya Tere Liye”